Diversifikasi: Cara Efektif untuk Mengurangi Risiko Investasi Saham by Dedi Utomo

do-it-yourself-investment-portfolio-580x333-1.jpg


Dalam berinvestasi saham, investor selalu dihadapkan pada ketidakpastian tentang kondisi perusahaan di masa depan. Perusahaan bisa saja dalam kondisi bagus untuk sekarang, namun bisa jadi mengalami kerugian atau bahkan kebangkrutan di masa depan. Sehingga akan merugikan investasi yang kamu lakukan. Sebagai investor, sangat penting untuk memahami risiko ini dan membuat strategi yang tepat untuk mengantisipasinya. Maka dari itu, sangat penting untuk melakukan diversifikasi portofolio investasi.

Apa itu diversifikasi?

Diversifikasi adalah sebuah teknik yang digunakan untuk mengurangi resiko dengan mengalokasikan antara beberapa instrumen finansial, industri dan kategori lainnya. Diversifikasi adalah cara yang efektif untuk mengurangi risiko investasi saham dalam jangka panjang. Risiko yang dimaksud adalah risiko tidak sistematis (risiko perusahaan, risiko spesifik) atau risiko yang bisa dikurangi dengan melakunan pembentukan portofolio investasi, contoh risiko tidak sistematis adalah risiko kegagalan dalam perusahaan, risiko finansial, risiko manajemen dsb. Sedangkan risiko sistematis (inflasi, suku bunga, dsb) merupakan risiko yang sifatnya menyeluruh dan tidak bisa dihilangkan dengan melakukan diversifikasi.  Dengan melakukan diversifikasi portofolio ke beberapa saham, maka jika kinerja suatu saham di portofolio sedang buruk maka akan tertolong dengan kinerja saham lainnya yang memiliki kinerja bagus. Sehingga dapat mengurangi risiko kerugian yang terlalu besar.

Bagaimana cara melakukan diversifikasi yang baik?

Melakukan diversifikasi portofolio memang efektif untuk mengurangi risiko kerugian, namun diversifikasi yang salah juga tidak bagus untuk performa portofolio investasi kamu. Diversifikasi yang salah tersebut maksudnya adalah, diversifikasi dilakukan masih dalam satu sektor bisnis yang sama atau mungkin diversifikasi dengan membeli terlalu banyak saham. Berikut ini adalah tips untuk melakukan diversifikasi portofolio saham yang baik.

  • Atur banyaknya saham dalam portofolio kamu.

Dalam melakukan diversifikasi portofolio, kamu harus memiliki lebih dari 1 saham dalam portofolio kamu, kamu bisa mulai dari 3 sampai 5 saham. Perlu diingat jika semakin banyak saham yang kamu pegang maka kemungkinan hasil yang kamu dapatkan akan kurang optimal dan kamu membutuhkan effort yang lebih tinggi untuk tetap mengawasi investasi kamu. 

  • Ambil saham dari sektor yang berbeda

Diversifikasi saham pada sektor yang sama tidak bagus untuk portofolio saham kamu, karena secara umum saham yang masih berada dalam satu sektor yang sama akan cenderung memiliki pergerakan harga yang searah. sehingga jika membeli saham yang masih dalam satu sektor yang sama, ketika sektor bisnisnya dalam kondisi yang kurang bagus, maka kamu justru mengalami kerugian lebih besar. tips yang sesuai adalah dengan mengambil saham dari sektor yang berbeda, sehingga akan meminimalisir kerugian jika salah satu sektor dalam kondisi turun.

  • Alokasikan lebih banyak untuk perusahaan yang lebih bagus serta lebih murah

Kamu harus mempelajari bisnis perusahaan dan kondisi keuangan perusahaan, memahami kondisi keuangan perusahaan serta mengetahui apakah suatu saham sedang djual dengan harga murah atau sudah terlalu mahal akan membantu kamu untuk menentukan alokasi dana yang sesuai dengan kondisi fundamental perusahaan. Jika perusahaan memang dalam kondisi bagus namun harga sahamnya sangat murah, maka kamu bisa menaruh dana yang lebih besar di saham itu, dengan begitu kemungkinan memperoleh potensi keuntungan lebih besar di sisi lain juga menurunkan risiko.

Selain melakukan diversifikasi dalam portofolio saham, kamu juga sebaiknya melakukan diversifikasi dari seluruh investasi yang kamu miliki. Cara melakukan diversifikasi dari investasi kamu adalah dengan alokasi aset. Patokan yang biasa digunakan adalah alokasi untuk aset yang memiliki potensi return tinggi seperti saham dengan menghitung 100 dikurangi usia kamu. Misal saat ini kamu berusia 25 tahun, maka alokasi investasi kamu di saham adalah 100-25=75. Jadi 75% bisa kamu investasikan ke saham. Semakin bertambah usia kamu maka alokasinya akan semakin rendah,

Tidak ada ilmu yang pasti dalam melakukan diversifikasi investasi dan diversifikasi portofolio saham kamu. Kamu harus belajar dan menyesuaikan dengan profil risiko, juga tujuan dan kebutuhan hidup kamu.

Di Stockbit kamu bisa berdiskusi dengan investor-investor lain untuk belajar lebih lanjut terkait diversifikasi.

Klarifikasi: Hati-Hati Modus Penipuan Mengatasnamakan Stockbit by Dedi Utomo

Halo Stockbitor, belakangan ini ada aplikasi dan website  yang memiliki nama sama dengan Stockbit yang menyediakan fitur transaksi binary options dan Cryptocurrency dengan menjanjikan keuntungan yang tidak rasional dalam waktu singkat, perlu kami klarifikasi bahwa itu bukanlah Stockbit. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang Stockbit, agar kamu tidak salah persepsi.

Logo Aplikasi

stockbit logo.png

Stockbit yang asli memiliki logo seperti gambar di atas

logo stockbit palsu.jpg

Sementara gambar di atas bukanlah logo Stockbit

Website

Website resmi stockbit yang asli adalah Stockbit.com dan bukan Stockbit.net

                                                         Tampilan platform Stockbit

                                                       Tampilan platform Stockbit

                                                    Bukan tampilan platform Stockbit

                                                  Bukan tampilan platform Stockbit

Produk dan Layanan

Produk dan layanan yang disediakan oleh Stockbit adalah Stockbit social, analisis, dan transaksi saham.

Fitur social dari Stockbit yaitu "stream" terdiri dari ide-ide, grafik saham, link dan data keuangan lainya. Stockbit menggunakan tanda "$" sebelum kode saham sebagai penandaan ide untuk mempermudah pengguna dalam mencari informasi tentang saham individu tertentu.

Sementara fitur analisis Stockbit terdiri dari :
-Chartbit
-Screener
-Keystats
-Valuation
-Seasonality Chart
-Fundachart
-Financials
-Comparison
-Bandar Detector
-Insider

Selain itu, Stockbit juga menyediakan fitur transaksi saham, di mana kamu bisa melakukan transaksi beli dan jual saham langsung melalui aplikasi Stockbit. Fitur ini merupakan hasil kerja sama antara Sinarmas Sekuritas dan Stockbit.

Klik di sini untuk penjelasan Stockbit Real Trading


Perlu diketahui, bahwa saat ini stockbit hanya menyediakan fasilitas transaksi saham, right, dan waran yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Stockbit tidak menyediakan fitur transaksi Binary Option, Forex, Cryptocurrency, Gold, ataupun instrumen derivative lainnya selain Right dan Waran yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.


Sejarah Stockbit

Stockbit didirikan pertama kali pada tahun 2012, Wellson Lo dan Johny Susanto adalah founder dari Stockbit. Berdirinya Stockbit dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan informasi antara investor ritel dan investor institusi yang ada di Indonesia. Oleh sebab itu, keduanya sepakat untuk menciptakan sebuah aplikasi jejaring sosial yang dapat memfasilitasi hubungan yang lebih baik antara pemodal, berita, laporan, data keuangan emiten, dan alat analisis yang dapat diakses dari satu tempat, dan secara otomatis diberikan label berdasarkan nama perusahaan (emiten) untuk mempermudah riset.

Beberapa Publikasi terkait Stockbit di beberapa media:

  1.  Baca: Mengenal Platform Analisa Saham Stockbit (diliput oleh daily social)
  2. 500 Startups funds Stockbit, a social network for stock trading (Techinasia)
  3. Stockbit raises funding from 500 Startups, will launch social investing platform for millennials (e27)
  4. Stockbit: Platform Intelijen Investasi Racikan Mantan Pemain Bola (Detik)
  5. ndonesia: Stockbit raises new round from 500 Startups, other investors (Deal street asia)
     

Jika Stockbitor mencurigai adanya penipuan, silakan menghubungi Call Center Stockbit via e-mail ke support@stockbit.com. Terimakasih!

 

 

 

 

3 Tantangan Berinvestasi yang Dihadapi Generasi Millenials by Hilmawan Kusumajaya

Post ini adalah guest post dari tim @AjaibRobo

Sudah siapkah generasi millennials dalam menjawab tantangan berinvestasi? Terkadang investasi memang masih asing bagi generasi millennials, mengingat banyaknya tantangan berinvestasi yang harus mereka hadapi. Apa sajakah tantangan tersebut?

Picture1ajaib.png

Quick Bites:

  • Profil generasi millennials

  • Tantangan berinvestasi yang dihadapi generasi millennials


Generasi Millennials

Generasi millennials atau generasi Y adalah generasi yang lahir pada tahun 1981-2000, dan pada tahun 2018 umumnya sudah berusia 37 hingga 18 tahun. Pada usia tersebut, diestimasikan generasi ini sudah mulai memasuki usia produktif yang mulai bekerja dan merencanakan masa depannya.

Generasi ini lekat dengan kecanggihan teknologi, dimana mereka sudah terbiasa dengan adanya internet serta beberapa platform dan aplikasi yang melengkapinya.  Namun entah mengapa generasi ini masih menganggap investasi sebagai hal yang asing. Padahal generasi millennials tentunya harus bekerja lebih keras dibandingkan generasi-generasi sebelumnya, mengingat harga-harga yang jauh lebih tinggi, misalnya harga tanah atau properti yang tinggi. Hal ini tentu menuntut kerja keras, untuk memenuhi kebutuhan mulai dari rumah, dana pensiun, tabungan, investasi atau kebutuhan dasar lainnya.

Lalu sebenarnya apa saja tantangan berinvestasi yang akan dihadapi generasi millennials ini?

 

Tantangan Berinvestasi yang Dihadapi Generasi Millennials

Meski sebagian generasi milenial sudah terjun ke dunia investasi, namun bukan berarti ini tidak menjadi tantangan tersendiri bagi mereka. Justru dengan adanya peluang yang terbuka lebar bagi mereka, maka semakin besar juga tantangan yang harus dihadapi mereka untuk bisa meraih sukses pada kesempatan besar ini.

Tak jarang banyak dari mereka yang masih keliru dan melakukan kesalahan-kesalahan dalam berinvestasi. Oleh karena ini, Ajaib Robo akan memberikan tips untuk menghadapi tantangan dalam berinvestasi tersebut.

#1 Belum Menentukan Tujuan Investasi

Berinvestasi tanpa tujuan layaknya berjalan tanpa arah. Anda akan terus berjalan tanpa tahu kapan dan dimana harus berhenti. Inilah tantangan pertama investasi yang dihadapi mayoritas generasi millennials, dimana mereka belum menentukan tujuan dari investasi yang dilakukannya.

Douglas Boneparth, penulis buku “Millennial Money Fix” mengungkapkan bahwa umumnya generasi millennials tidak memiliki tujuan finansial yang jelas, padahal umumnya berpenghasilan besar, sehingga hasilnya banyak yang gagal dalam mengelola keuangan. Salah satu contohnya yang paling jelas adalah kesulitan generasi millennials untuk membeli hunian atau tempat tinggal. Selain dikarenakan ketidakseimbangan kenaikan upah dan harga properti, juga disebabkan kurang jelasnya tujuan investasi yang generasi millennials buat.

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk mengikuti konsep George T. Doran  dalam membuat tujuan, yaitu S.M.A.R.T (Specific, Measurable, Achievable, Realistic and Timely).  Tujuan yang jelas akan membantu Anda lebih mudah menentukan tindakan untuk mencapainya.

#2 Gaya Hidup Hedonisme

Jujur saja, semua orang pada dasarnya senang berbelanja (terutama jika ada uangnya). Namun gaya hidup hedonisme ini sering dikaitkan dengan generasi millennials, dengan anggapan mereka kerap melakukan aktivitas fisik berupa mengejar modernitas dan menghabiskan banyak uang dan waktu yang dimilikinya untuk memenuhi keinginan.

Belum lagi di jaman ini promo dan diskon semakin mudah didapatkan, mulai dari kupon voucher dan cashback hingga informasi promo yang tersebar di seluruh situs dan media sosial. Contoh lainnya adalah gaya hidup traveler yang juga identik dengan generasi millennials. Mereka rela merogoh tabungan yang ada demi berlibur keliling dunia dan mendapatkan momen yang instagrammable.

Inilah yang menjadi tantangan kedua generasi milenial dalam berinvestasi, dimana banyak dari mereka yang kemudian menghabiskan uang lebih dari alokasinya, bahkan sampai berutang. Ujung-ujungnya, mereka menggunakan uang investasinya untuk hal-hal konsumtif.

Atasi hal ini dengan membuat anggaran yang jelas dan tentukan prioritas penggunaan uang. Kemudian taati anggaran tersebut, sehingga tidak ada lagi alasan “tidak ada sisa uang untuk berinvestasi.”

#3 Menganggap Remeh Masa Pensiun

Memang betul tampaknya masih sangat lama masa pensiun bagi generasi milenial yang mayoritas berumur 20 an. Tetapi waktu berjalan dengan sangat cepat, dan tanpa disadari Anda akan mencapai titik tersebut. Sesuai siklus hidup manusia, Anda juga pasti akan sampai pada suatu titik dimana Anda tidak lagi produktif dan tidak memiliki penghasilan tetap lagi.

Jika dihitung, mungkin idealnya Anda akan pensiun sekitar 20 hingga 30 tahun dari sekarang. Tampak masih lama, tapi nyatanya tidak. Jika tidak mulai dipersiapkan dari sekarang, maka diestimasikan generasi millennials akan sulit menghadapi masa pensiunnya. Bahkan terancam tidak bisa pensiun!

Salah satu penyebab gagal pensiun adalah karena kurangnya persiapan sejak usia muda. Disinilah pentingnya sebuah PERENCANAAN PENSIUN (retirement plan) bagi generasi millennials. Dengan perencanaan pensiun, Anda akan mengetahui estimasi berapa jumlah uang yang Anda butuhkan saat pensiun, mengetahui berapa lama Anda harus berinvestasi, memperjelas arah investasi Anda, dan menghindari kesalahan persiapan masa pensiun.

Jadi, sudahkah Anda para generasi millennials siap menghadapi 3 tantangan tersebut? Belum terlambat bagi Anda untuk mengubah pola pikir dan memulai berinvestasi dengan benar. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda.


Ajaib Robo merupakan Robo Advisor pertama di Indonesia yang menyediakan platform digital yang menyediakan perencanaan keuangan secara otomatis dan digerakkan oleh algoritma

Web: www.ajaib.co.id

Instagram: @ajaib.robo

Ebook: www.ajaib.co.id/ebook

Here are 6 Tips on How You Can Manage your Finances with Investments!! by aqeel ungku

Written by Ungku Aqeel (@ungkuaqeel418 in Stockbit)

How do you manage your finances well?

You've probably met someone who’s had a brilliant career during his/her youth, but eventually becomes less  prosperous when that person gets older. This often happen to people with poor understanding of financial management and did not make any good investments in the earlier part of their life. Facing financial difficulties at an old age  is a serious burden, hence,understanding money management at an early age is important.

Here are some good financial management tips to to help you earn enough where you’re older

1. Set clear financial goals

The first step to good financial management is to clearly define your long-term goals (10-20 year), A well defined goal will give you clear direction for your future which will give you a strong sense of self-motivation to apply good habits of financial management. Such motivation will put you in the spirit of getting a prosperous life that you want in the future.

2. Allocate funds by priority

Begin to make a clear list of how you want to distribute your money. Remember to prioritize your needs over your desires. Prioritizing your needs over desire will help you save money more effectively. The way you allocate your money should be realistic in order for it to be achievable.This allocation is very important and must be done carefully, so that all needs will be well fulfilled.

3. Reduce consumptive habits

Reduce consumptive habits by prioritizing non-desirable needs, as explained in the previous point. Reducing consumptive habits means reducing the amount of expenditure on things that are not important. By reducing this habit, you will be able to save your money for more productive needs.

4. Regularly allocate funds for investments

Reducing your consumptive habits will help you to efficiently accumulate funds for your savings and investments. You can invest in various financial assets such as deposits, mutual funds, stocks, or real assets such as property. Of these financial asset selections, stocks is an investment options that has attractive long term benefits. Other than its lucrative potential, stocks are also easy to get started on as everything, from opening an account to information gathering and trade execution can all be done at your fingertips online

All you need is a smartphone or a computer with internet connection to start making  investments in the stock market. Shares represent long-term investment instruments, so the benefits can also be perceived in the long run.

A simple method of investing stocks as a precursor to managing finances is to buy stocks on a regular basis, weekly or monthly. You can start by buying reputable corporate stocks you know first, because the probability of gaining profit from this stock in the long run is very high. Avoid day trading as it can be psychologically draining. This is due to the characteristic of stock prices that tend to be volatile in the short term. Only apply for long-term benefits.

5. Do it with discipline

The key to successfully financial management is discipline. You need to be disciplined and organized in managing finances. Otherwise you may lose control. Set your priorities. This helps you focus on your financial goals, so we can be more disciplined and more stringent in meeting these financial priorities.

6. Make it as early as possible

Do not procrastinate  implementing good financial management, the sooner you start the greater the benefits you will get in the future.

Investasi Saham Ala Lo Kheng Hong- Bebas secara Finansial melalui Pasar Saham by Dedi Utomo

Screenshot_138.png

Para Stockbitor pasti sudah mengenal siapa itu Lo Kheng Hong. "LKH" begitulah kebanyakan investor saham memanggilnya. Kiprahnya di dunia saham memang patut kita contoh sebagai investor yang telah mencapai kebebasan finansial melalui investasi di pasar saham. Tidak main-main, Lo Kheng Hong mendapat julukan sebagai Warren Buffett-nya Indonesia. Penasaran dengan kisah sukses Lo Kheng Hong dalam berinvestasi saham? Simak kisahnya.

Bagaimana Lo Kheng Hong mulai investasi saham?

LKH memulai investasi di bursa saham pada usia 30 tahun, kala itu LKH bekerja sebagai pegawai tata usaha pada sebuah bank dengan gaji yang terbilang apa adanya. Namun satu hal yang patut kita teladani dari sosok Lo Kheng Hong adalah kemampuannya untuk berhemat demi investasi saham. Dia tidak tergiur untuk hidup bermewah-mewah seperti kebanyakan orang dan rutin dalam menyisihkan sisa gaji bulanannya untuk membeli saham. 

Pernah rugi di pasar saham

Apakah LKH pernah rugi di pasar saham? Yups dia pernah mengalaminya. Ketika itu, dia tergiur untuk membeli saham IPO karena memang berpotensi memberikan capital gain yang besar. Namun sayangnya investasi di saham ketika IPO tidak selalu menguntungkan dan akhirnya dia berani menjual sahamnya dalam keadaan rugi. Kerugian ini tidak membuatnya kapok dan keluar dari pasar saham, justru dia semakin giat untuk mempelajari cara investasi saham yang benar dengan membaca buku-buku tentang investasi. Buku yang menjadi favorit LKH adalah karangan investor saham sukses sekaligus salah satu orang terkaya di dunia asal Amerika Serikat yaitu Warren Buffet. Dia bahkan memiliki koleksi buku Warren Buffett sebanyak 40 buku lebih dan telah dia baca  secara berulang-ulang.

Karir membaik, namun tetap hidup hemat

Semenjak LKH berpindah tempat kerja sebagai staf pemasaran di Bank Ekonomi, dia mendapatkan kenaikan gaji yang cukup signifikan, di mana sebelumnya gajinya berkisar Rp300.000 per bulan menjadi Rp900.000 per bulan. Kenaikan gaji ini tidak lantas membuatnya menaikan gaya hidupnya, dia tetap hidup hemat dan rutin menyisihkan uang untuk membeli saham. Setelah 17 tahun dia bekerja, akhirnya dia memutuskan untuk berhenti dan fokus menjadi investor saham. Keputusan ini diambil karena dia telah berhasil mendapatkan keuntungan yang lumayan banyak dari hasil investasi saham. Dia berani menginvestasikan 85 persen kekayaannya untuk diinvestasikan di saham dan menyisakan 15 persen untuk keperluan mendadak.

Mencapai kebebasan finansial

Menjadi orang yang bebas finansial, begitulah Lo Kheng Hong menggambarkan kondisi kehidupannya saat ini. Sebagai orang yang bebas secara finansial, ada 5 hal yang tidak dimiliki Lo Kheng Hong namun dia juga tidak mempermasalahkan hal tersebut:

  1. Kantor, dia sudah tidak perlu datang ke kantor untuk bekerja dan mendapatkan uang.
  2. Pelanggan, dia sudah tidak perlu mencari pelanggan untuk mendapat komisi atas apapun.
  3. Karyawan, dia tidak perlu mencari karyawan karena bahkan tidak punya kantor. Lo Kheng Hong mengatakan bahwa dia hanya mempunyai seorang supir dan dua pembantu rumah tangga.
  4. Bos (Atasan). Karena tidak bekerja, dia juga tidak punya Bos.
  5. Utang. Seluruh aset yang dia masukkan pada portofolionya sama sekali bebas dari utang.

Bagaimana cara Lo Kheng Hong memilih saham untuk investasi?

Sebagai seorang investor, kesabaran dalam memegang saham adalah sebuah keharusan menurut LKH. Dia bahkan bisa menahan sebuah saham sampai bertahun-tahun, dan karenanya dia menyarankan untuk tidak menggunakan uang hasil pinjaman atau uang untuk keperluan sehari-hari untuk membeli saham. Membeli saham yang "salah harga" adalah gaya investasi LKH, apa maksudnya? Berikut kriteria saham yang salah harga menurut LKH.

*1 Perusahaan dikelola manajemen yang baik

Kriteria pertama adalah dari segi manajemen perusahaan, perusahaan haruslah dikelola oleh orang yang jujur, profesional, dan dikagumi. Memilih manajemen sama halnya memilih orang pemerintahan, harus bersih dari korupsi dan tindak pidana hukum lainnya. Hal ini sangatlah penting menurut Lo Kheng Hong karena berhubungan dengan kelangsungan bisnis perusahaan. Baik tidaknya tata kelola perusahaan bisa dilihat dari analisa GCG (Good Corporate Governance).

*2 Prospek perusahaan cerah

Investor harus memperhatikan bisnis perusahaannya, apakah perusahaan tersebut prospeknya bagus dalam arti mampu mempertahankan kinerjanya di masa depan. Hal ini bisa dilihat secara historis dalam 5-10 tahun ke belakang.

*3 Perusahaan labanya besar dan memiliki NPM dan ROE yang tinggi

NPM (Net Profit margin) adalah rasio untuk mengukur tingkat margin perusahaan. semakin tinggi tingkat margin maka semakin bagus perusahaan tersebut. Sedangkan ROE (Return on Equity) mengukur tingkat pengembalian yang dihasilkan dari penggunaan ekuitas perusahaan, semakin tinggi ROE maka perusahaan tersebut semakin bagus karena memiliki tingkat profitabilitas yang tinggi. Untuk memilih saham yang terbagus, kamu bisa membandingkannya dengan perusahaan lain dalam industri bisnis yang sama.

Kamu bisa membandingkan rasio-rasio perusahaan menggunakan fitur Comparison dari Stockbit Pro secara mudah.

Baca : Mengenal Fitur Comparison dari Stockbit Pro 

*4 Laba terus bertumbuh

Selain labanya tinggi, kriteria saham yang LKH pilih adalah laba yang terus bertumbuh dari tahun ke tahun. Pertumbuhan laba yang konsisten menandakan bahwa saham tersebut memiliki prospek dan daya saing di masa depan.

"Kalau kita membeli saham perusahaan yang untung besar dan labanya bertumbuh, kita seperti memiliki mesin pencetak uang" Ungkap LKH.

*5 Valuasi PER dan PBV rendah

Tidak perlu terlalu ribet, LKH dalam menilai valuasi suatu saham menggunakan pendekatan PER dan PBV. Cari perusahaan yang memiliki PER di bawah 5X, PER 10X sebenarnya sudah cukup murah menurut LKH. Sementara dari sisi PBV LKH mencari saham dengan PBV di bawah 1X, karena saham yang diperdagangkan pada PBV di atas 1X berarti sahamnya dihargai di atas nilai kekayaan perusahaan.

Selain itu, LKH juga membandingkan PER dan PBV dengan Industri, tujuannya adalah mencari saham dengan PER dan PBV di bawah Industri.

Kamu bisa menilai saham berdasarkan PER dan PBV dengan mudah melalui fitur Fundachart Stockbit.

Baca juga: Mengenal Fitur Fundachart dari Stockbit

Satu lagi kebiasaan yang selalu LKH lakukan setiap hari adalah selalu up to date dengan berita-berita ekonomi maupun emiten dengan cara membaca koran, surat kabar, ataupun majalah. Hal ini dilakukan tidak lain adalah untuk memperkaya diri dengan informasi sehingga dapat berguna untuk keputusan investasinya.


Tertarik untuk mulai investasi saham agar bisa seperti Lo Kheng Hong? Sekarang kamu bisa berdiskusi, melakukan analisa dan berinvestasi saham dalam satu aplikasi, sehingga proses investasi saham kamu menjadi lebih praktis dan mudah.

 

 

 

 

[Event Seminar] A Simple and Smart Way in Stock Investing with Joeliardi Sunendar by erwin handono

school investing stockbit-02.png

About The Speaker:

Joeliardi Sunendar

Joeliardi Sunendar

Joeliardi, graduated from Faculty of Economy, University of Indonesia. Starting with his early career in some multinational corporations, he has over 35 years experience in the financial service industry. In the early 1990 until 2000, he served as Director and Board members of securities house, finance companies, insurance company and a bank in Indonesia. He managed to float the shares of 2 finance companies at the Jakarta Stock Exchange. He is now Komisaris Utama of PT DanaProperti and PT DigitalKeuangan Indonesia, both companies engaged in fin-tech platforms. He also currently serve as a board member of Cloudaron, KLSE - listed Company.

Joeliardi is one of the top users in Stockbit and regularly answering several investing questions from other users. You can check his profile in Stockbit @JS76115 or you can read several ebooks he wrote in Stockbit in Stockbit Ebook.

Key Learning Modules:

  • Equity Investing – The Basic

  • Buffett – The SuperInvestor

  • The Buffett Way – A smart and simple way in Stock Investing

  • Understanding why Buffett choose the respective stocks in his portfolio

  • Applying Buffett’s investment principles in Indonesia and other major stock-markets

  • Is the Buffett’s Way the only way to succeed in stock investing?

Event Detail

Date: Saturday, 28 July 2018

Time: 13.00 - 17.00

Venue: EV Hive D.Lab, Jl. Riau No.1, Menteng, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10350 (map)

Fee: Early Bird (SOLD OUT), 1.000.000 (14 - 25 July 2018)

WHAT IS THE PRICE INCLUSIVE OF?

1. Free access to Stockbit Pro for 3 Months
2. Cashback 250.000 for trading account opening in Stockbit
3. Coffee Break (Coffee and Snack)
4. E-certificate

How to Join the Event?

1. Fill the registration below
2. Pay the event registration fee to BCA 3703034141 TRENOLOGI INDONESIA PT
3. Send your proof of payment to Email: Erwin@stockbit.com

FAQ:

Q: Who should attend this event?

A: Everyone, either you just want to start investing or you are already invested in stock market.

Q: I don't understand anything about stock market, can I attend this event?

A: Yes, you will get a sense of stock investing and you can meet and connect with other investors. 

Q: How I can get the cashback?

A: You need to open a brokerage account from Stockbit partner (Sinarmas Sekuritas) and after your account is ready, we will send the cashback to your RDN.

Q: I already have a stock account with other brokerage, do I need to open an account from Stockbit to get the cashback?

A: Yes

Q: Can I get my refund back if I am not able to make it last minute?

A: No.

Contact Person:

Instagram: @Stockbit;

Email: Erwin@stockbit.com

TERMS & CONDITIONS

All payments are non-refundable.

Cashback is for account registered from Stockbit