Investasi Saham Ala Warren Buffett-Buffettology Esque Sustainable Growth by Dedi Utomo

buffett.jpg

Warren Buffett, CEO Berkshire Hathaway, memiliki kekayaan bersih $ 84,7 miliar. Buffett adalah salah satu dermawan yang telah berdonasi lebih dari $ 27 miliar untuk kegiatan sosial dalam 1 dekade terakhir. Miliarder terkenal karena kebiasaannya yang hemat, seperti sarapan harian di McDonald-nya dan menggunakan telepon lipat hingga saat ini. Bagi mereka yang mengenalnya sejak awal, kesuksesan Buffett tidak mengherankan: Dia mulai investasi saham sejak usia 11 tahun dan telah mengumpulkan setara $ 53.000 (dalam dolar hari ini) pada saat dia berusia 16 tahun.

Baca juga : Perjalanan investasi Warren Buffett

Bagaimana cara Buffett memilih saham?

Di bawah ini adalah kriteria yang digunakan Buffett dalam memilih saham untuk investasi jangka panjang.

Melihat apakah labanya bisa diprediksi

Buffett suka perusahaan memiliki laba yang stabil dan stabil yang terus berkembang. Ini memungkinkan dia untuk memprediksi secara akurat laba masa depan. Model ini terlihat pada laba perusahaan dalam 10 tahun.

Lihat kemampuan untuk melunasi hutang

Buffett menyukai perusahaan dengan sumber pendanaan yang konservatif.

ROE yang konsisten di atas rata-rata

Buffett menyukai perusahaan dengan ROE di atas rata-rata setidaknya 15% atau lebih baik, karena ini merupakan indikator bahwa perusahaan memiliki keunggulan kompetitif yang tahan lama.

Return on Capital Employee (RoCE) setidaknya di atas 12%

Karena beberapa perusahaan bisa saja dibiayai dengan utang yang berkali-kali ekuitasnya, membuat seolah-olah ROE perusahaan terlihat tinggi. Untuk menyaring ini, untuk perusahaan non-keuangan, Buffett juga mensyaratkan bahwa Return on Capital Employee (RoCE) setidaknya 12% dan konsisten.

Capital Expenditure

Buffett menyukai perusahaan yang tidak memiliki CAPEX yang besar. Artinya, ia mencari perusahaan yang tidak perlu menghabiskan banyak uang untuk upgrade pabrik dan peralatan atau untuk penelitian dan pengembangan demi tetap kompetitif.

Penggunaan Retain Earnings (Laba Ditahan)

Buffett suka melihat apakah manajemen telah menghabiskan laba ditahan dengan cara yang menguntungkan pemegang saham.

Kira-kira dengan menggunakan kriteria saham Buffett di atas saham apa saja yang akan terpilih?

Buffettology-esque sustainable growth screen

Screener Stockbit yang menggunakan pendekatan dari investor sukses Warren Buffett. Screener ini memfokuskan pada value stocks dan kualitas bisnis. Sebuah bisnis yang bagus akan memiliki EPS yang terus bertumbuh (EPS Growth Streak) selama minimal 4 tahun berturut-turut.

Screener ini juga mencari perusahaan dengan utang yang rendah dibandingkan net income, serta pertumbuhan earnings yields, Return on Equity (RoE), Return on Capital Employee (RoCE) yang stabil terjaga, serta free cashflow yang positif.

Apakah Berinvestasi di Saham "Cash Rich Company" adalah Ide Bagus? by Dedi Utomo

 sitel.com.mk

sitel.com.mk

Mengelola kas (uang tunai) dan mengidentifikasi saldo kas yang optimal adalah pekerjaan penting bagi sebagian besar manajer. Manajemen kas yang buruk dapat berdampak negatif terhadap kinerja perusahaan. Di sisi lain, memiliki terlalu banyak uang tunai juga dapat memengaruhi bisnis.

Tapi, persepsi umum di benak para investor adalah berinvestasi di perusahaan-perusahaan cash rich company adalah hal yang bagus. Benarkah?

Mari kita pahami apa itu “Cash Rich Company” dan apakah ide yang bagus untuk berinvestasi di perusahaan tersebut?

Apa itu Cash Rich Company

Cash Rich Company adalah perusahaan yang memiliki cadangan kas dalam jumlah besar. Secara umum, kas dan setara kas adalah indikator penting dari kesehatan keuangan dan kesejahteraan perusahaan. Cadangan kas yang tinggi menandakan bahwa perusahaan memiliki kas dan setara kas melebihi modal kerja (working capital). Perusahaan biasanya menyimpan beberapa kelebihan uang tunai untuk kebutuhan di masa depan atau untuk menghadapi risiko yang merugikan. Uang tunai memberikan keleluasaan bagi perusahaan jika dihadapkan kepada tantangan dan peluang yang dihadapi bisnisnya.

Secara umum perusahaan yang terlibat dalam kegiatan berikut adalah Cash Rich Company:

  1. Distribusi Dividen secara reguler.

  2. Penerbitan saham bonus.

  3. Buyback saham.

  4. Berpartisipasi dalam mengakuisisi bisnis lain.

Keempat kegiatan di atas ini membutuhkan jumlah uang tunai yang sangat besar, sehingga secara teknis perusahaan yang berpartisipasi dalam kegiatan di atas adalah perusahaan yang memiliki cadangan kas yang tinggi.

Oleh karena itu, banyak investor lebih suka berinvestasi di perusahaan dengan tumpukan uang tunai yang besar dan tumbuh di laporan neraca perusahaan. Filosofi investasi ini secara teoritis luar biasa, tetapi tidak selalu merupakan gagasan terbaik. mengapa? karena kamu harus mengetahui juga bagaimana perusahaan mendapatkan kas tersebut.

Sumber Kas Perusahaan

Sebagai investor, kamu harus tahu alasan mengapa perusahaan memiliki uang kas yang tinggi. Ada berbagai cara di mana perusahaan dapat meningkatkan nilai kas. Salah satu cara sederhana adalah dengan berhutang. Meningkatkan saldo kas dengan mengambil utang menciptakan kewajiban bunga utang. Cara lain untuk meningkatkan uang tunai adalah melalui penjualan aset. Kegiatan ini akan meningkatkan saldo kas di neraca perusahaan.

Untuk mengetahui sumber uang tunai, investor harus melihat laporan arus kas dan bukan di neraca. Dalam laporan arus kas, jika kas dari operasi (Operating Cash Flow) positif secara konsisten selama periode waktu tertentu, itu adalah sinyal yang baik.

Manfaat Cadangan Kas yang Tinggi Bagi Perusahaan

Umumnya, perusahaan dengan cadangan kas yang besar memiliki peluang untuk tumbuh di masa depan. Perusahaan dapat menggunakan uang tersebut untuk ekspansi bisnis yang menguntungkan, alih-alih berhutang atau menerbitkan saham baru yang meningkatkan biaya bunga atau dilusi kepemilikan.

Pertumbuhan itu bisa terdiri dari 2 jenis:

  1. Organik

  2. Anorganik

Pertumbuhan organik berarti menumbuhkan perusahaan yang ada dengan menambahkan lebih banyak pabrik, tenaga kerja, bahan baku dll, yang akhirnya meningkatkan penjualan dan laba.

Pertumbuhan anorganik berarti menumbuhkan perusahaan dengan mengakuisisi perusahaan lain. Seringkali, kelebihan uang tunai dapat diinvestasikan dalam bisnis di mana perusahaan tidak memiliki kompetensi inti, ini dinamakan ekspansi anorganik.

Jelas bagi para investor berasumsi bahwa Cash Rich Company adalah investasi yang bagus, terutama ketika kebangkitan ekonomi sedang berlangsung, karena perusahaan dengan cadangan kas tinggi cenderung menjadi perusahaan yang berinvestasi dan tumbuh agresif. Itulah sebabnya mengapa Cash Rich Company memiliki peluang besar untuk tumbuh di masa-masa tertentu dan Warren Buffett, investor yang paling sukses selalu mencari perusahaan dengan cadangan kas yang tinggi. Namun, sangat penting juga untuk mengetahui keterampilan alokasi modal dari manajemen perusahaan sebelum kamu memutuskan untuk berinvestasi, karena kita tahu bahwa manajemen adalah orang yang menentukan kebijakan penggunaan kas perusahaan.

Baca juga: 7 Karakteristik CEO Perusahaan yang Investor Friendly

Kesimpulan dari artikel ini adalah perusahaan yang memiliki cadangan kas yang tinggi (Cash Rich Company) adalah hasil dari kesuksesan masa lalu, bukan kemampuan masa depan. Jadi, pertimbangkan juga faktor-faktor seperti kemampuan manajemen dalam mengalokasikan dananya.

Untuk mengetahui kondisi kas perusahaan, kamu perlu untuk melihat data laporan keuangan. Data laporan keuangan lengkap perusahaan-perusahaan yang telah listing di Bursa Efek Indonesia bisa kamu akses melalui Stockbit web ya Stockbitor, kamu bisa melihatnya di fitur Financial.

Cash flow.png
Cash Rich Company.png

Baca juga: Financials - Data Keuangan dari Laporan Keuangan Saham Indonesia Terlengkap

Fitur ini akan memudahkan pencarian investasi yang potensial buat kamu dan kamu juga bisa menemukan saham Cash Rich Company.

Magic Formula: Resep Ajaib Joel Greenblatt dalam Berinvestasi Saham by Dedi Utomo

Magic Formula.jpg

Joel Greenblatt adalah manajer sebuah perusahaan hedge fund sukses bernama “Gotham Capital” dan profesor di Columbia University Graduate School. Pada tahun 2006 ia menerbitkan buku terlaris berjudul “The little book that beats the market” , sebuah buku yang ditulis untuk mengajari anak-anaknya cara menghasilkan uang.

Dalam buku tersebut, dia mengajak orang untuk mengelola uang mereka sendiri dan menginvestasikannya sendiri. Kebanyakan orang mempercayakan uang mereka kepada para profesional, tetapi Greenblatt mengamati bahwa kebanyakan dari mereka tidak bisa mengalahkan pasar (underperform).

Mereka membuat investasi terdengar cukup rumit, tetapi seperti Greenblatt jelaskan, investasi saham sebenarnya cukup sederhana. Dia merancang model yang dikenal dengan Greenblatt Magic Formula. Model ini sangat sederhana dan dapat diimplementasikan dengan mudah oleh semua orang dan telah terbukti mengalahkan pasar secara signifikan di masa lalu.

Menurut Greenblatt, kamu harus tertarik pada 2 hal ketika menginvestasikan uang ke dalam saham.

Membayar dengan harga yang murah saat kamu membeli saham perusahaan

Salah satu cara untuk melakukan ini adalah dengan membeli bisnis yang menghasilkan lebih banyak dibandingkan dengan harga yang kamu bayar. Dengan kata lain, kamu harus membeli perusahaan dengan hasil pendapatan yang relatif tinggi.

Membeli bisnis yang bagus dari pada yang buruk

Salah satu cara untuk melakukan ini adalah dengan membeli bisnis yang dapat menginvestasikan uangnya sendiri dengan tingkat pengembalian yang lebih tinggi. Kamu harus membeli perusahaan dengan Return on Capital yang relatif lebih tinggi.

Menggabungkan 2 poin ini adalah rahasia untuk menghasilkan banyak uang.

Dengan menghilangkan perusahaan yang mendapatkan ROC kecil, rumus ajaib dimulai dengan sekelompok perusahaan yang memiliki ROC yang tinggi. Kemudian mencoba untuk membeli perusahaan-perusahaan di atas rata-rata dengan harga di bawah rata-rata.

-Joel Greenblatt-

Untuk mengidentifikasi perusahaan pilihan Greenblatt, peringkat saham berdasarkan 2 faktor:

  1. Earnings Yield

    Berapa banyak penghasilan bisnis dibandingkan dengan harga pembeliannya.

  2. Return on Capital (ROC)

    Berapa banyak penghasilan bisnis dibandingkan dengan modal yang diperlukan untuk menjalankan bisnis.

Magic Formula2.jpg.png

Peringkat perusahaan-perusahaan ini berdasarkan masing-masing rasio ini secara individual. Kemudian jumlahkan masing-masing skor dan beri peringkat pada skor gabungan.

Magic Formula=Rank(Rank(Earnings Yield)+(Rank(ROIC))

Hasil perhitungan ini adalah skor Magic Formula. Jadi jika suatu saham berada pada peringkat 20 untuk ROC dan berada pada peringkat 6 untuk Earnings Yield, maka saham tersebut memiliki skor 26. Jika Earnings Yield atau ROC tidak dapat dihitung karena data yang tidak tersedia, perusahaan mendapat skor 99999. Perusahaan dengan skor MF terendah adalah yang harus kamu investasikan sesuai dengan teori Greenblatt. Investasikan pada 20-30 perusahaan teratas, akumulasi dalam 2-3 posisi per bulan, selama periode 12 bulan. Sesuaikan (rebalancing) kembali portofolio kamu setahun sekali. Formulanya tidak akan mengalahkan pasar setiap tahun, tetapi bisa kamu terapkan jika terbukti benar selama 3 hingga 5 tahun.

Sebagai tambahan, metode ini tidak cocok untuk diterapkan pada perusahaan perbankan, karena bisnis perbankan secara alamiah menyebabkan debt/utang yang tinggi sehingga terjadi bias ketika menerapkan metode ini.

Screener saham dengan metode Greenblatt Magic Formula sudah tersedia di Stockbit lho, kamu tinggal memilih saham-saham yang masuk kriteria Greenblatt di Stockbit. Dapatkan akses gratis terhadap fitur ini dengan buka rekening saham di Stockbit.

Baca juga: Screener - Cari Saham Terbaik Untuk Investasi Kamu

Referensi : www.valuesignals.com