Apakah Strategi "Buy and Hold" Bagus untuk Investasi Jangka Panjang Kamu? by Dedi Utomo

beli dan tahan.jpg

Buy and Hold terdengar mudah dijalankan ya stockbitor. Ini adalah bentuk investasi pasif di mana setelah membeli saham, kamu menutup mata dan menunggu investasi kamu tumbuh dalam jangka panjang.

Dalam hal ini, pasti ada yang pro dan ada juga yang kontra dengan strategi ini, kenapa? setiap investor pasti mempunyai cara tersendiri atau gaya investasi masing-masing, seharusnya memang begitu, karena keputusan beli dan jual saham memang seharusnya berasal dari diri sendiri setelah mempelajari dan melihat prospek bisnis dari saham yang dibeli.

Di zaman sekarang yang begitu dinamis, di mana segala sesuatu bisa berubah setiap saat, apakah strategi investasi saham “Buy and Hold” merupakan strategi yang bagus?

Ada beberapa skenario yang bisa membuat strategi beli dan tahan akan menjadi strategi yang tidak bagus buat investasi kamu, dan hal ini sangat mungkin terjadi dalam dunia investasi yang begitu dinamis.

Bisa jadi kamu telah memegang suatu saham dalam waktu yang cukup lama, lalu kondisi pasar yang sebelumnya dalam tren kenaikan tiba-tiba mengalami goncangan dan pasar berubah haluan, terjadilah trend bearish (turun) yang dipicu oleh krisis keuangan global dan hal ini terjadi ketika dekat dengan masa pensiun kamu, maka dengan adanya peristiwa tersebut, keuntungan yang selama ini telah kamu kumpulkan bertahun-tahun akan berkurang atau bahkan terhapus.

Atau dalam kasus lain, kamu membeli suatu saham yang dalam beberapa tahun terakhir mencatatkan kinerja yang memuaskan, lalu sesuatu yang buruk terjadi pada perusahaan yang kamu beli sahamnya dan membuat perusahaan tersebut berada pada fase yang buruk dan tampil mengecewakan, dan lebih parahnya tidak harapan untuk bangkit kembali. Jika terjadi hal yang demikian maka tentu investasi yang selama ini kamu harapkan akan kamu nikmati hasilnya ketika pensiun pada akhirnya justru tidak sesuai yang kamu harapkan.

Ketahuilah bahwa menutup mata terhadap pasar dan perusahaan yang kamu beli sahamnya ketika berinvestasi bisa berbahaya. Kamu harus memperhatikan skenario pasar dan kinerja perusahaan, sehingga kamu dapat mempertimbangkan untuk menjual sahamnya ketika kualitas bisnis atau manajemennya dalam masalah.

Strategi investasi jangka panjang

Buy & Hold bukanlah strategi yang bijaksana untuk diikuti sepanjang waktu. Terutama di lingkungan yang dinamis seperti saat ini, di mana arus informasi super cepat, dunia lebih terintegrasi dan dinamis. Strategi buy and hold harus berubah menjadi ‘Buy, Hold, & Watch

Strategi buy and hold akan lebih cocok untuk diterapkan sesuai pedoman investasi di bawah ini, namun kembali lagi, situasi bisnis sangatlah dinamis dan dapat berubah setiap saat, tetap pantau perkembangan kinerja bisnis perusahaan, tata kelola perusahaan, dan prospek ke depannya.

  1. Investasikan secara teratur, bulan ke bulan di saham dan deposito.

  2. Formula untuk berinvestasi ke saham = 100-umur kamu. Jadi misal sekarang kamu berumur 20 tahun, 100-20 = 80% dana sebaiknya dialokasikan ke ekuitas dan 20% ke deposito.

  3. Diversifikasi portofolio kamu di seluruh sektor dengan 20% investasi masing-masing ke Perbankan, IT, barang-barang konsumsi, Energi, Logam dan pertambangan.

  4. Investasikan porsi saham dalam rasio 45:45:10 atau 40:40:20 menjadi mid cap (kapitalisasi pasar menengah), big cap (Kapitalisasi pasar besar) & small cap (kapitalisasi pasar kecil).

  5. Perusahaan-perusahaan yang terpilih untuk investasi haruslah mendapatkan penghasilan dan bertumbuh secara konsisten dalam hal top line dan bottom line. (Pendapatan/penjualan dan laba)

  6. Perusahaan harus memiliki manajemen yang baik dan investor friendly.

  7. Memiliki catatan pembayaran dividen yang konsisten.

Dengan kriteria di atas, akan memastikan bahwa kamu memiliki pendapatan dividen secara reguler yang dapat dikonsolidasi dan diinvestasikan ke deposito sambil menumbuhkan kekayaan kamu serta menunggu datangnya kesempatan untuk membeli saham lain yang memiliki prospek cerah di harga yang tepat.

Jam Pelayanan Customer Support Stockbit Diperpanjang!!! by Dedi Utomo

Customer-Service-Image.jpg

Kami menyadari bahwa tidak semua hal dalam kehidupan terjadi selama jam kerja. Ada kalanya Anda memiliki pertanyaan atau membutuhkan bantuan di luar jam operasi normal kami. Untuk memenuhi kebutuhan ini, kami dengan senang hati mengumumkan bahwa jam pelayanan customer support kami telah diperpanjang.

Mulai hari ini dan seterusnya, kami memperpanjang jam pelayanan customer support hingga 7 hari seminggu, customer support Stockbit akan selalu ada dan siap membantu Anda pada jam berikut:

Senin-Jum'at  : 8,30 - 22,00
Sabtu-Minggu : 9.00 - 18.00

Anda penting bagi kami, kami percaya bahwa akses Anda untuk berkomunikasi dengan kami sangatlah penting dan kami ingin lebih dekat dengan Anda. Kami sangat menghargai masukan Anda baik itu positif atau negatif, karena setiap kesalahan adalah jendela untuk perbaikan. Kami ingin terus meningkatkan pelayanan untuk Anda lebih baik lagi.

Jika Anda memiliki pertanyaan atau butuh bantuan, kami akan mengirim pesan dengan dukungan live chat kami. Berikut beberapa cara agar Anda dapat menghubungi customer support kami yang  ditampilkan dalam format gif.

Melalui Stockbit Web

live support.gif

Melalui Stockbit Mobile App (Android & IOS)

animation.gif

Melalui Email

support@stockbit.com

Melalui Whatsapp

Feel free untuk menghubungi costumer support kami ketika Anda mengalami kendala atau membutuhkan bantuan dalam penggunaan aplikasi Stockbit.

Nabung Saham untuk Investasi : From "Why?" to "Why Not" by Dedi Utomo

adult-attractive-beauty-255268.jpg

(Nabung saham) Hari ini, Stockbit akan memberi tahu kamu tentang betapa  bernilainya langkah pertamamu untuk investasi.

Tembok besar china dimulai dengan 1 bata.
Piramida besar dimulai dengan 1 batu.

Michael Jordan memulai dengan melempar satu bola basket melalui lingkaran. Dia mungkin melewatkan beberapa tembakan sebelum dia membuat tembakan berikutnya.

Tiger Woods memulai dengan menonton orang lain bermain golf sebelum dia mengambil ayunan pertamanya.

Bahkan Warren Buffett harus belajar cara menghasilkan $ 1 sebelum ia menghasilkan $ 1000, $ 10.000 sebelum ia menghasilkan $ 100.000, $ 1.000.000 sebelum $ 10.000.000, dan $ 100.000.000 sebelum $ 1.000.000.000.

Beberapa ilustrasi di atas menunjukkan betapa bernilainya langkah pertama kamu dalam melukis kesuksesan. Pada artikel ini, Stockbit akan memberikan pencerahan yang akan merubah mindset kamu yang masih ragu untuk memulai investasi saham dan selalu mengatakan "Why?" ketika hendak mulai berinvestasi. Stockbit akan memberikan solusi untuk rasa ragu kamu dan membantumu dalam mengambil langkah pertama berinvestasi saham.

Bagi sebagian orang, berinvestasi saham mungkin masih sangat asing dan tidak tahu bagaimana harus memulai. Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel Kenapa harus berinvestasi? dalam koleksi belajar saham Stockbit.

Dalam artikel tersebut, Stockbit menjelaskan betapa pentingnya investasi untuk bertahan dari Inflasi dan meningkatkan nilai kekayaan. Ketika seseorang memutuskan untuk mengambil langkah pertama berinvestasi, maka dia dapat mencapai tujuannya dengan lebih baik pada akhir periode yang ditentukan.

Beberapa permasalahan yang membuat kamu ragu untuk memulai investasi saham.

  • Investasi butuh modal besar!

  • Investasi hanya untuk orang yang pinter!

  • Susah cari data untuk analisa!

  • Prosedurnya ribet dan banyak syaratnya!

  • Sudah pernah bikin akun saham tapi rugi terus, jadi kapok investasi saham!

Oke, jika lima poin di atas adalah kekhawatiran kamu, maka sebenarnya permasalahan tersebut sudah teratasi di zaman now.

Investasi butuh modal besar?

Persepsi ini salah besar ya, karena sekarang cukup dengan uang Rp 500.000 kamu sudah bisa mulai berinvestasi saham melalui Stockbit. Kamu bisa memulainya dengan cara menabung saham. Beli saham yang kamu kenali saja secara rutin dari uang yang kamu sisihkan, itu sudah menjadi awal langkah kamu untuk menuju masa tua yang sejahtera dan mencapai tujuan-tujuan jangka panjang kamu secara lebih baik.

Investasi Saham hanya untuk orang yang pinter?

Investasi saham memang memerlukan skill dan pengetahuan yang cukup. Jika tidak cukup ilmu, maka kamu hanya akan mengikuti arahan orang lain atau saham yang rame saja, dari pada mengambil keputusan investasimu sendiri. Namun sekarang kamu bisa berdiskusi dan melakukan analisa saham melalui satu aplikasi di Stockbit. Dengan aplikasi stockbit, kamu bisa berkenalan dengan banyak investor ternama di Indonesia dengan follow akun Stockbit mereka.

Susah cari data untuk analisa?

Permasalahan ini sudah teratasi, karena melalui Stockbit, kamu bisa memperoleh data yang kamu butuhkan untuk analisa secara mudah, baik data keuangan perusahaan, data grafik, berita, dan laporan keterbukaan informasi perusahaan. Komitmen Stockbit adalah untuk menjembatani kesenjangan informasi yang diperoleh oleh investor institusi dan investor ritel. Sehingga melalui Stockbit iklim berinvestasi saham di Indonesia menjadi fair karena data dan informasi tersedia secara lengkap.

Prosedurnya ribet dan banyak syaratnya?

Prosedurnya ga ribet ko, bahkan sekarang kamu bisa buka akun saham online melalui aplikasi Stockbit kamu. Langkah-langkah serta dokumen yang kamu butuhkan untuk opening account saham bisa kamu lihat di infografis : 4 langkah mudah mulai investasi saham.

Kapok investasi saham karena sering rugi?

Hmm kalau masalah untung atau rugi itu adalah proses ya, sebagai pemula, alangkah baiknya kamu memulai dengan membeli saham yang kamu kenal dulu, atau saham-saham yang masuk dalam kategori blue chips. Sebisa mungkin hindari saham gorengan yang memiliki volatilitas pergerakan harga yang tinggi, karena risikonya adalah nyangkut di harga atas. Selain itu saham-saham seperti ini juga sulit untuk diprediksi pergerakan harganya. Buat kamu yang masih pemula, saham seperti ini terlalu berisiko.

Kamu juga bisa berlatih transaksi saham menggunakan fitur virtual trading Stockbit. Melalui fitur ini, kamu bisa melakukan transaksi saham menggunakan uang virtual yang disediakan sistem Stockbit sebesar Rp 100.000.000. Asah kemampuanmu dalam memilih saham dan ketika sudah cukup terbiasa, kamu bisa mencoba untuk buka rekening saham di Stockbit.

Masih ragu untuk mulai investasi saham? Segera ambil langkah pertamamu dalam berinvestasi saham melalui Stockbit, karena semakin awal kamu memulai, semakin besar potensi keuntungan yang akan kamu peroleh di masa depan.