Kebiasaan Sehari-hari Orang Kaya, Nomor 7 Jarang Dilakukan Orang Indonesia by Dedi Utomo

Pict by: The Business Journals

Pict by: The Business Journals

1 .Mereka Mempertahankan Ketenangan Diri

Jika kamu ingin tahu cara menjadi kaya, mulailah dengan belajar mengendalikan emosi.

Certified financial planner dan CPA Tom Corley, yang mewawancarai 233 orang kaya dan 128 orang miskin dari Maret 2004 hingga Maret 2007 dalam bukunya yang berjudul “Rich Habits, mempertahankan ketenangan seseorang adalah apa yang dilakukan orang kaya.


cool.jpg

“When you allow your emotions to run high, you are literally turning off half of your brain, The prefrontal cortex shuts down when your emotions, good or bad, are allowed to run wild.”

-Corley di blog Rich Habits pada November 2016-


Menurut Stuff and Benson. 1987, Prefrontal Cortex pada manusia mengelola, mengintergrasikan, memformulasikan, memilih, memonitor, memodifikasi, dan menilai semua kegiatan sistem saraf yang ada.

Prefrontal cortex berfungsi memberi informasi dari semua indera, dan menggabungkan informasi tersebut sehingga berguna untuk membentuk penilaian.

Ini akan jadi buruk ketika kamu memperoleh pengalaman kalah atau kemunduran dan kamu terlalu emosi karena hal itu, Mengapa? karena saat itulah otak kamu bekerja keras untuk membantu kamu mengatasi dan mencegah kekalahan tersebut terulang.

2 .Mereka Merancang Goal Mereka dengan Baik

goal.jpeg

“Focusing on goals makes the difference between survival and success.“

-Idan Shpizear-

Mencari tahu bagaimana menjadi kaya tidak terlepas dari merancang goal hidup kamu dan berpegang teguh pada itu.

“All successful people have a goal. No one can get anywhere unless he knows where he wants to go and what he wants to be or do.”

-Norman Vincent Peale-

3 .Mereka Mengatur Jadwal Harian dengan Baik

to do list.jpg

Dalam bukunya "Rich Habits" Corley juga menemukan temuan lain, membuat daftar pekerjaan harian adalah salah satu kebiasaan utama orang kaya. Fakta penelitiannya menunjukkan bahwa 81 persen orang kaya memiliki daftar hal yang harus dilakukan versus 19 persen orang miskin.

"Orang-orang sukses berorientasi pada tujuan. Mereka menciptakan tujuan sepanjang waktu. Sasaran harian diwakili dalam daftar tugas harian mereka."

-Corley-

Jika kamu ingin mulai melakukan hal-hal yang dilakukan orang kaya, “susun daftar tujuan. Tuliskan daftar target harian hanya hal-hal yang realistis, setidaknya berpeluang 80 persen untuk diselesaikan hari itu" lanjut Corley.

“Prioritaskan daftar ini dan tentukan waktu tertentu untuk mengatasinya. Ketika hari berlalu, evaluasi daftar tugas. Ini akan memaksa kamu untuk lebih akuntabel." tulis Corley.

4 .Mereka Jarang Menonton TV

dont Watch TV.jpg

Kebanyakan orang kaya tidak banyak menonton TV, menurut temuan Corley, yang ia ungkapkan di situs website Rich Habits miliknya.

Menurutnya, 67 persen orang kaya menonton kurang dari satu jam televisi per hari, dibandingkan 77 persen orang miskin yang menghabiskan lebih dari satu jam di depan TV setiap hari. Temuannya juga mengungkapkan bahwa hanya 9 persen dari orang kaya yang menonton reality shows, dibandingkan dengan orang miskin yang mencapai 78 persen.

Jelas, jika kamu ingin dapat menjawab pertanyaan "Bagaimana rasanya menjadi kaya?" Kamu perlu membatasi waktu televisi harian kamu dan mengevaluasi daftar tontonan yang kamu lihat.

5 .Mereka Memperluas Relasi/Network

networking.jpg

Network adalah salah satu rahasia jutawan teratas untuk sukses. Corley mengungkapkan 79 persen orang kaya memiliki waktu untuk memperkuat relasi (networking) setidaknya lima jam per bulan, dibandingkan dengan hanya 16 persen orang miskin.

Untuk memperluas jaringan profesional, kamu bisa mulai dengan menghubungi teman kuliah atau profesor lama kamu di perguruan tinggi, terhubung dengan rekan kerja di pekerjaan saat ini, dan bahkan tanyakan kepada teman dan anggota keluarga kamu apakah mereka dapat memperkenalkan kamu kepada orang-orang yang mungkin menjadi kontak yang berharga.

Karena kebanyakan orang kaya berjejaring secara teratur, langkah ini sangat penting. Jika kamu terhubung dengan orang yang tepat, kamu akan dapat mempelajari cara orang kaya berpikir.

6 .Mereka Mendidik Diri Sendiri

teach.jpg

Mengetahui bagaimana menjadi seorang jutawan bukanlah hal bawaan, bahkan bagi kebanyakan orang kaya. Para jutawan belajar secara mandiri bagaimana menjadi kaya dari nol dan terus merangsang pikiran mereka.

Baik mereka mendengarkan podcast, membaca buku bisnis, mengikuti pelatihan. Orang kaya memiliki pengetahuan yang tinggi, menurut Corley. Jika kamu siap bergabung dengan jajaran orang kaya, jadikan pembelajaran sebagai prioritas di waktu luang.

7 .Mereka Berinvestasi

invest.jpg

Berinvestasi masih terdengar asing bagi telinga kebanyakan orang Indonesia. Apalagi “Investasi Saham” lebih asing lagi. Data terbaru yang berhasil Stockbit himpun menunjukkan hanya ada 1,6 Juta masyarakat Indonesia yang sudah memiliki SID (Single Investor Identification) per Desember 2018. Dari total tersebut investor saham baru mencapai 851.662 SID atau baru 0,33 persen dari 260 juta penduduk Indonesia.

Padahal saham adalah instrumen investasi yang kebanyakan orang kaya beli, karena mereka memahami pentingnya mendapatkan pengembalian investasi mereka.

Portofolio kamu mungkin tidak bisa meniru orang terkaya di dunia, tetapi membuat ruang ekstra dalam anggaran untuk berinvestasi hari ini, dapat membuat perbedaan besar dalam kekayaan bersih kamu suatu hari nanti.

8 .Tahu Kapan Harus Berhenti Bekerja

santai.jpg

Dalam sebuah artikel di Inc.com, pengusaha dan penulis Murray Newlands, menulis bahwa salah satu kebiasaan kaya adalah mengetahui kapan harus berhenti bekerja.

“Seringkali, sebagai pemilik bisnis, saya akan jatuh ke dalam perangkap kebiasaan bekerja lama sampai malam, berpikir bahwa akan lebih banyak pekerjaan yang terselesaikan. Dan ironi dari hal itu adalah saya jarang melakukannya, ”tulisnya.

"Berhentilah bekerja pada jam 5:00 atau 6:00 malam, dan jangan melakukan sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan yang meliputi memeriksa telepon atau email kamu sampai hari berikutnya." lanjut Murray Newlands.

Recharging pikiran dan tubuh adalah salah satu kebiasaan orang kaya, tetapi itu tidak perlu mengeluarkan biaya yang terlalu mahal, cukup dengan istirahat yang cukup.

9 .Mereka Menerapkan Pola Makan Sehat

healthy.jpg

Ketika bertanya-tanya "Apa yang dimakan orang kaya?" Kamu mungkin berasumsi bahwa mereka kebanyakan mengkonsumsi steak dan anggur merah yang mahal, tetapi itu belum tentu demikian.

Makan sehat adalah kebiasaan banyak jutawan, termasuk Tony Robbins. Pengusaha, penulis terlaris, dermawan dan ahli strategi bisnis, Dia menerapkan pola hidup tanpa kafein, alkohol, nikotin dan obat-obatan, menurut Business Insider.

Mengutip dari Business Insider pada Oktober 2017, berbicara dengan pelatih pribadi Robbins, Billy Beck III tentang diet yang dibuat Beck untuk kliennya. Beck mengungkapkan Robbins makan telur dan roti kelapa untuk sarapan, salad hijau besar dengan alpukat untuk makan siang dan protein organik bersih dengan kentang dan sayuran untuk makan malam.

Ini Alasan kenapa Investasi Saham tidak Cocok untuk Kamu by Dedi Utomo

main-qimg-003d297e54cd8b2747277eee0dfbfb3f-c.jpg

Kamu menolak Risiko

Berinvestasi di pasar saham itu berisiko. Sebagian besar dari kamu sudah tahu itu, kan? Risiko berarti ketidakpastian tentang hasil yang akan kamu dapatkan. Singkatnya, tidak ada pengembalian investasi saham yang dijamin.

Setiap pasar saham di dunia bergerak fluktuatif. Harga dari setiap saham memiliki kecenderungan untuk naik dan turun. Volatilitas ini yang membuat investasi di pasar saham lebih berisiko dari pada instrumen investasi lainnya.

Kamu tidak tahu tentang saham

Jika kamu tidak tahu cara berenang, jangan melompat ke air. Tidak, kamu tidak bisa belajar berenang saat kamu sudah berada di dalam air. Pastikan kamu memahami cara kerja pasar saham sepenuhnya sebelum membeli saham pertama kamu. Jika kamu tidak memiliki niat melakukan itu, kamu lebih baik tidak berinvestasi di saham.

Kamu bukan seorang pembelajar

Saham mewakili bagian kepemilikan dalam suatu perusahaan. Investor yang baik akan terus belajar tentang berbagai jenis bisnis. Kamu pada dasarnya tidak membutuhkan gelar MBA untuk mulai investasi saham, tetapi kamu harus mau belajar cukup banyak tentang bisnis untuk menyaingi pemahaman bisnis para penyandang gelar MBA. Jika kamu tidak melakukannya, kamu mungkin tidak dapat menilai kapan kondisi bisnis saham yang kamu pegang berubah menjadi buruk.

Kamu adalah orang yang tidak sabar

Saham naik dan turun seiring waktu, banyak investor yang berusaha untuk menari-nari selama kenaikan dan penurunan ini, namun justru berakhir dengan membeli di harga tinggi dan menjual dengan kerugian. Satu hal yang perlu diingat adalah, jika kamu berinvestasi di perusahaan yang stabil dan saham turun tetapi perusahaan itu masih sehat, penurunan harga adalah kesempatan membeli bukan waktu untuk menjual.

Ya, jika perusahaan atau pasar telah berubah dan kinerja perusahaan menurun, mungkin ada baiknya untuk keluar dari saham tersebut.

Kamu memiliki wawasan jangka pendek.

Jika kamu ingin menjadi kaya dalam 2-3 tahun, kamu harus mempertimbangkan menjadi juara dunia di Poker atau merampok bank.

Saham membutuhkan waktu untuk berkembang dan sering kali tumbuh bersama seiring dengan perkembangan bisnis perusahaan, ini bisa memakan waktu yang lama, bahkan bertahun-tahun. Sering kali, perusahaan melalui fase pertumbuhan stagnan atau bahkan negatif. Jika kamu sudah cukup tua dan tidak memiliki cukup waktu untuk menunggu, pasar saham mungkin tidak cocok untuk kamu.

Kamu Terlalu Emosional dalam Mengambil Keputusan Investasi

Sering kali seorang investor mengambil keputusan investasi yang tidak objektif manakala terlalu emosional. Terutama ketika pasar sedang jatuh, mudah untuk takut dan menjual semua saham. Akibat berbagai emosi ini, investor berpotensi mengambil keputusan yang justru merugikan. Beberapa orang tidak boleh memiliki saham sama sekali karena terlalu emosional dengan fluktuasi pergerakan harga saham.

Baca juga : Bagaimana Biar Tidak Mudah Panik Dan Emosional Ketika Investasi Saham? 

The Piotroski F-Score- Cara untuk menemukan saham berkualitas baik by Dedi Utomo

Pict by: yourcolumnist

Pict by: yourcolumnist

Apa itu Piotroski F-Score?

Piotroski F-Score bertujuan untuk mengidentifikasi perusahaan tersehat di antara sekian banyak saham dengan menerapkan sembilan kriteria pemilihan saham berbasis akuntansi.

Joseph Piotroski sekarang adalah profesor akuntansi di Stanford University Graduate School of Business. Piotroski melakukan banyak penelitian tentang Value Investing. Dia memeriksa apakah analisis fundamental saham sederhana berbasis akuntansi dapat menghasilkan keuntungan bagi investor. Pendekatan Piotroski pada dasarnya mencari perusahaan yang menghasilkan laba, memiliki margin yang baik, tidak menggunakan trik/kecurangan dalam pembukuan/akuntansi dan memiliki Balance Sheet yang kuat.

Dari sana, ia mengembangkan Piotroski F-Score yang didasarkan pada 9 kriteria. Kriteria ini dikelompokkan menjadi tiga kategori saham berkualitas baik.

Setiap saham akan mendapat skor 1 jika memenuhi setiap kriteria. Saham yang memperoleh total skor 8 atau 9 dianggap sebagai investasi yang potensial.

Sedangkan skor Piotroski 0 hingga 2 memberikan gambaran tentang posisi keuangan perusahaan yang buruk, dan menunjukkan bahwa investasi pada perusahaan semacam ini dapat menyebabkan kerugian.

Kriteria Piotroski F-Score

A. Profitabilitas

  1. ROA (Return on Aset) - jika positif di tahun berjalan berikan skor 1 poin.

  2. Arus Kas Operasi (Operating Cash Flow ) - jika positif pada tahun berjalan berikan skor 1 poin.

  3. ROA (Return on Aset) - tahun berjalan lebih tinggi dari pengembalian aset tahun sebelumnya berikan skor 1 poin.

  4. Arus Kas Operasi - jika melebihi laba bersih berikan skor 1 poin.

B. Leverage, Likuiditas, dan Pendanaan

  1. Long term Debt to Asset Ratio ( rasio utang jangka panjang terhadap total aset)- jika rasio utang jangka panjang terhadap aset mengalami penurunan dari tahun sebelumnya berikan skor 1 poin.

  2. Current Ratio (rasio lancar) - jika meningkat dari tahun sebelumnya berikan skor 1 poin.

  3. Saham Baru - jika tidak menerbitkan saham baru pada tahun berjalan berikan skor 1 poin.

C. Efisiensi Operasional Perusahaan

  1. Gross Profit Margin (margin laba kotor) - jika melebihi margin kotor tahun sebelumnya berikan skor 1 poin.

  2. Asset Turnover Ratio (Rasio Perputaran Aset) - jika melebihi rasio tahun sebelumnya (mis. Kenaikan penjualan lebih tinggi dari persen peningkatan aset berikan skor 1 poin.

Piotroski menguji teorinya dari tahun 1976 hingga 1996, dia memperoleh kesimpulan bahwa saham murah yang mendapatkan skor-F lebih dari delapan, menghasilkan keuntungan sekitar 7,5% di atas indeks setiap tahunnya.

Screener saham Piotroski High F-Score

Screener saham Piotroski High F-Score

Screener saham dengan pendekatan Piotroski F-Score sudah tersedia di Stockbit. Melalui Screener ini kamu bisa menyaring saham yang memiliki F-Score lebih dari sama dengan 8, yang merupakan saham yang berkualitas baik berdasarkan metode Piotroski.