Profile

Kebiasaan Sehari-hari Orang Kaya, Nomor 7 Jarang Dilakukan Orang Indonesia by Dedi Utomo

Pict by: The Business Journals

Pict by: The Business Journals

1 .Mereka Mempertahankan Ketenangan Diri

Jika kamu ingin tahu cara menjadi kaya, mulailah dengan belajar mengendalikan emosi.

Certified financial planner dan CPA Tom Corley, yang mewawancarai 233 orang kaya dan 128 orang miskin dari Maret 2004 hingga Maret 2007 dalam bukunya yang berjudul “Rich Habits, mempertahankan ketenangan seseorang adalah apa yang dilakukan orang kaya.


cool.jpg

“When you allow your emotions to run high, you are literally turning off half of your brain, The prefrontal cortex shuts down when your emotions, good or bad, are allowed to run wild.”

-Corley di blog Rich Habits pada November 2016-


Menurut Stuff and Benson. 1987, Prefrontal Cortex pada manusia mengelola, mengintergrasikan, memformulasikan, memilih, memonitor, memodifikasi, dan menilai semua kegiatan sistem saraf yang ada.

Prefrontal cortex berfungsi memberi informasi dari semua indera, dan menggabungkan informasi tersebut sehingga berguna untuk membentuk penilaian.

Ini akan jadi buruk ketika kamu memperoleh pengalaman kalah atau kemunduran dan kamu terlalu emosi karena hal itu, Mengapa? karena saat itulah otak kamu bekerja keras untuk membantu kamu mengatasi dan mencegah kekalahan tersebut terulang.

2 .Mereka Merancang Goal Mereka dengan Baik

goal.jpeg

“Focusing on goals makes the difference between survival and success.“

-Idan Shpizear-

Mencari tahu bagaimana menjadi kaya tidak terlepas dari merancang goal hidup kamu dan berpegang teguh pada itu.

“All successful people have a goal. No one can get anywhere unless he knows where he wants to go and what he wants to be or do.”

-Norman Vincent Peale-

3 .Mereka Mengatur Jadwal Harian dengan Baik

to do list.jpg

Dalam bukunya "Rich Habits" Corley juga menemukan temuan lain, membuat daftar pekerjaan harian adalah salah satu kebiasaan utama orang kaya. Fakta penelitiannya menunjukkan bahwa 81 persen orang kaya memiliki daftar hal yang harus dilakukan versus 19 persen orang miskin.

"Orang-orang sukses berorientasi pada tujuan. Mereka menciptakan tujuan sepanjang waktu. Sasaran harian diwakili dalam daftar tugas harian mereka."

-Corley-

Jika kamu ingin mulai melakukan hal-hal yang dilakukan orang kaya, “susun daftar tujuan. Tuliskan daftar target harian hanya hal-hal yang realistis, setidaknya berpeluang 80 persen untuk diselesaikan hari itu" lanjut Corley.

“Prioritaskan daftar ini dan tentukan waktu tertentu untuk mengatasinya. Ketika hari berlalu, evaluasi daftar tugas. Ini akan memaksa kamu untuk lebih akuntabel." tulis Corley.

4 .Mereka Jarang Menonton TV

dont Watch TV.jpg

Kebanyakan orang kaya tidak banyak menonton TV, menurut temuan Corley, yang ia ungkapkan di situs website Rich Habits miliknya.

Menurutnya, 67 persen orang kaya menonton kurang dari satu jam televisi per hari, dibandingkan 77 persen orang miskin yang menghabiskan lebih dari satu jam di depan TV setiap hari. Temuannya juga mengungkapkan bahwa hanya 9 persen dari orang kaya yang menonton reality shows, dibandingkan dengan orang miskin yang mencapai 78 persen.

Jelas, jika kamu ingin dapat menjawab pertanyaan "Bagaimana rasanya menjadi kaya?" Kamu perlu membatasi waktu televisi harian kamu dan mengevaluasi daftar tontonan yang kamu lihat.

5 .Mereka Memperluas Relasi/Network

networking.jpg

Network adalah salah satu rahasia jutawan teratas untuk sukses. Corley mengungkapkan 79 persen orang kaya memiliki waktu untuk memperkuat relasi (networking) setidaknya lima jam per bulan, dibandingkan dengan hanya 16 persen orang miskin.

Untuk memperluas jaringan profesional, kamu bisa mulai dengan menghubungi teman kuliah atau profesor lama kamu di perguruan tinggi, terhubung dengan rekan kerja di pekerjaan saat ini, dan bahkan tanyakan kepada teman dan anggota keluarga kamu apakah mereka dapat memperkenalkan kamu kepada orang-orang yang mungkin menjadi kontak yang berharga.

Karena kebanyakan orang kaya berjejaring secara teratur, langkah ini sangat penting. Jika kamu terhubung dengan orang yang tepat, kamu akan dapat mempelajari cara orang kaya berpikir.

6 .Mereka Mendidik Diri Sendiri

teach.jpg

Mengetahui bagaimana menjadi seorang jutawan bukanlah hal bawaan, bahkan bagi kebanyakan orang kaya. Para jutawan belajar secara mandiri bagaimana menjadi kaya dari nol dan terus merangsang pikiran mereka.

Baik mereka mendengarkan podcast, membaca buku bisnis, mengikuti pelatihan. Orang kaya memiliki pengetahuan yang tinggi, menurut Corley. Jika kamu siap bergabung dengan jajaran orang kaya, jadikan pembelajaran sebagai prioritas di waktu luang.

7 .Mereka Berinvestasi

invest.jpg

Berinvestasi masih terdengar asing bagi telinga kebanyakan orang Indonesia. Apalagi “Investasi Saham” lebih asing lagi. Data terbaru yang berhasil Stockbit himpun menunjukkan hanya ada 1,6 Juta masyarakat Indonesia yang sudah memiliki SID (Single Investor Identification) per Desember 2018. Dari total tersebut investor saham baru mencapai 851.662 SID atau baru 0,33 persen dari 260 juta penduduk Indonesia.

Padahal saham adalah instrumen investasi yang kebanyakan orang kaya beli, karena mereka memahami pentingnya mendapatkan pengembalian investasi mereka.

Portofolio kamu mungkin tidak bisa meniru orang terkaya di dunia, tetapi membuat ruang ekstra dalam anggaran untuk berinvestasi hari ini, dapat membuat perbedaan besar dalam kekayaan bersih kamu suatu hari nanti.

8 .Tahu Kapan Harus Berhenti Bekerja

santai.jpg

Dalam sebuah artikel di Inc.com, pengusaha dan penulis Murray Newlands, menulis bahwa salah satu kebiasaan kaya adalah mengetahui kapan harus berhenti bekerja.

“Seringkali, sebagai pemilik bisnis, saya akan jatuh ke dalam perangkap kebiasaan bekerja lama sampai malam, berpikir bahwa akan lebih banyak pekerjaan yang terselesaikan. Dan ironi dari hal itu adalah saya jarang melakukannya, ”tulisnya.

"Berhentilah bekerja pada jam 5:00 atau 6:00 malam, dan jangan melakukan sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan yang meliputi memeriksa telepon atau email kamu sampai hari berikutnya." lanjut Murray Newlands.

Recharging pikiran dan tubuh adalah salah satu kebiasaan orang kaya, tetapi itu tidak perlu mengeluarkan biaya yang terlalu mahal, cukup dengan istirahat yang cukup.

9 .Mereka Menerapkan Pola Makan Sehat

healthy.jpg

Ketika bertanya-tanya "Apa yang dimakan orang kaya?" Kamu mungkin berasumsi bahwa mereka kebanyakan mengkonsumsi steak dan anggur merah yang mahal, tetapi itu belum tentu demikian.

Makan sehat adalah kebiasaan banyak jutawan, termasuk Tony Robbins. Pengusaha, penulis terlaris, dermawan dan ahli strategi bisnis, Dia menerapkan pola hidup tanpa kafein, alkohol, nikotin dan obat-obatan, menurut Business Insider.

Mengutip dari Business Insider pada Oktober 2017, berbicara dengan pelatih pribadi Robbins, Billy Beck III tentang diet yang dibuat Beck untuk kliennya. Beck mengungkapkan Robbins makan telur dan roti kelapa untuk sarapan, salad hijau besar dengan alpukat untuk makan siang dan protein organik bersih dengan kentang dan sayuran untuk makan malam.

Kisah Sukses Warren Buffett-The Most Inspiring People among Investors in The Stocks Market by Dedi Utomo

warren buffet.jpg

Kisah Sukses dari investor sekaligus milliader terkenal Bernama Warren Buffett.

  • WarBuf, CEO Berkshire Hathaway, memiliki kekayaan bersih $ 84,7 miliar.

  • Buffett adalah salah satu dermawan yang telah memberikan lebih dari $ 27 miliar dalam 1 dekade terakhir.

  • Miliarder terkenal karena kebiasaannya yang hemat, seperti sarapan harian di McDonald-nya dan menggunakan telepon lipat hingga saat ini.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Dengan kekayaan bersih $ 84,7 miliar, "The Oracle of Omaha" saat ini adalah orang terkaya ketiga di dunia. Namun begitu, dia lebih memilih untuk hidup sederhana.

Rumahnya yang sederhana di Nebraska hanya bernilai 0,001% dari total kekayaannya dan ia tidak pernah menghabiskan lebih dari $ 3,17 untuk sarapan McDonald setiap hari.

Bagi mereka yang mengenalnya sejak awal, kesuksesan Buffett tidak mengherankan: Dia mulai investasi saham sejak usia 11 tahun dan telah mengumpulkan setara $ 53.000 (dalam dolar hari ini) pada saat dia berusia 16 tahun.

Warren Buffett bukan hanya ahli dalam menghasilkan uang, namun dia juga ahli dalam memberikannya untuk kegiatan sosial. Buffet sekarang dianggap sebagai salah satu filantropis paling dermawan di dunia, yang mana telah mendonasikan uangnya lebih dari $ 27 miliar  dalam 1 dekade terakhir.

Berikut ini adalah hal-hal menarik yang telah Stockbit kumpulkan dari kehidupan miliarder terkenal yang berusia 88 tahun.

The "Oracle of Omaha" lahir pada tahun 1930 di Omaha, Nebraska, anak dari Howard dan Leila Buffett. Ayahnya adalah anggota Kongres Nebraska AS selama empat-bulan dan seorang pialang saham.

Sumber : entertainmentwise.com

Sumber : entertainmentwise.com

Buffett menangkap peluang investasi lebih awal. Ketika dia berumur 11 tahun, dia membeli saham pertamanya.

Dia membeli tiga lembar saham Cities Services Preferred dengan harga $ 38 per lembar. Buffett muda bertahan pada saham tersebut meskipun harga turun dengan cepat, menjadi $ 27 per saham, tetapi menjualnya segera setelah saham tersebut kembali naik ke $ 40.

Laba kecil Buffett bisa jadi luar biasa jika dia menunggu sedikit lebih lama, karena harga saham Other Services Preferred akhirnya melonjak hingga hampir $ 200 per saham.

Pengalaman tersebut memberikan pelajaran keuangan yang penting, yang telah mengubah gaya Warren Buffett dalam mengambil keputusan investasi sampai hari ini yaitu Beli dan tahan.

Ketika dia masih seorang siswa sekolah menengah, dia dan seorang temannya yang bernama Don Danley menjalankan bisnis pinball yang semula mesin tersebut mereka beli dengan harga $25.

Setelah membeli sebuah mesin pinball bekas seharga 25 dolar, mereka membentuk sebuah kemitraan dengan pemiilik barbershop yang bernama Frank Erico dengan kesepakatan Erico harus  memperbaiki mesin tersebut.

Jiwa pebisnisnya mulai terlihat,Warren Buffet mengatakan  kepada Erico "Kami mewakili perusahaan mesin pengoperasian koin milik Wilson, dan kami membawa proposal dari Mr. Wilson. tidak ada risiko bagi Anda. Mari letakkan mesin nikel ini di belakang, Pak Erico, dan pelanggan Anda dapat bermain sambil menunggu. Dan kami akan membagi uangnya.” Begitulah Warren Buffet bernegosiasi.

Duo muda itu membuat kesepakatan dengan Erico dan mesin itu langsung menjadi hits dan berhasil meraup $ 4 dolar pada malam pertama.

Daripada membelanjakan hasil keuntungan, mitra muda ini menginvestasikannya kembali ke lebih banyak mesin. Sehingga dalam beberapa bulan, Buffett menjadi gembong pinball dengan beberapa mesin yang beroperasi di barbershop di kotanya. Buffett menjual bisnis itu seharga lebih dari $ 1.000 setelah setahun.

Selain bisnis pinball, Buffett melakukan sejumlah usaha bisnis aneh selama masa kecilnya seperti mengirim koran, menjual permen karet dan soda, dan mencuci mobil.

Melalui berbagai usaha bisnisnya, Buffett telah berhasil mengumpulkan kekayaan kecil $ 53.000 (dalam uang hari ini) pada saat dia berusia 16 tahun.

Baca  juga : Lo Kheng Hong, Warren Buffett-nya Indonesia

Warren Buffet telah berhasil mengumpulkan banyak uang di usianya yang masih remaja dan dia pun sempat mendapat tawaran untuk kuliah di Wharton School of Business yang bergengsi di University of Pennsylvania namun dia tidak menerima tawaran tersebut.

Sampai pada akhirnya dia memutuskan untuk kuliah di Universitas Nebraska karena desakan ayahnya.

Setelah menyelesaikan studi sarjananya, Buffett pindah ke New York untuk menempuh jenjang kuliah selanjutnya di Columbia School of Business.

Motivasi Warren Buffet untuk mendaftar kuliah di Columbia School of Business adalah lantaran karena dia membaca sebuah buku tentang value investing yang sangat terkenal di Wall Street berjudul "The Inteligent Investor" karangan Benjamin Graham (Ben Graham). Buku ini telah sukses mengubah hidup Warren Buffet dan dia mengetahui bahwa penulis buku itu adalah seorang profesor di sana.

I can’t remember what I paid for that first copy of The Intelligent Investor. Whatever the cost, it would underscore the truth of Ben’s adage: Price is what you pay; value is what you get. Of all the investments I ever made, buying Ben’s book was the best (except for my purchase of two marriage licenses).
— Warren Buffett

Terlepas dari kenyataan bahwa Buffett adalah satu-satunya siswa yang mendapatkan nilai A+ di salah satu kelas Graham, Graham menolak untuk mempekerjakan Buffett di perusahaannya. Dia bahkan menyarankan Buffett untuk sepenuhnya menghindari karir di Wall Street.

Dengan demikian, setelah ia memperoleh gelar masternya pada tahun 1951, Buffett pindah dan menjalankan bisnis jual-beli sekuritas (surat berharga) untuk Buffett-Falk & Co., perusahaan pialang ayahnya di Omaha, selama tiga tahun.

Buffett menikah pada tahun 1952

Pada tahun 1952, ketika dia bekerja untuk perusahaan ayahnya, Buffett menikahi Susan "Susie" Thompson. Pasangan itu memiliki tiga anak: Susan, Howard, dan Peter.

Hal-hal yang tidak mudah bagi pasangan muda terjadi tepat setelah pernikahan mereka. Mereka tinggal sangat sederhana di sebuah apartemen tiga kamar berukuran kecil, yang mereka sewa seharga $ 65 sebulan.

Pada 1957, Buffett membeli rumah dengan lima kamar tidur di Omaha seharga $ 31.500. Dia masih tinggal di sana sampai saat ini.

Warren dan Susie memiliki hubungan yang rumit, setidaknya. Meskipun mereka tetap berstatus suami istri sampai kematian Susan pada 2004, mereka tidak hidup bersama selama lebih dari separuh pernikahan mereka.

Bu Buffett meninggalkan suaminya ketika dia berusia 45 tahun. Dia tetap menjadi istri Warren, tetapi tinggal di San Francisco. Keduanya tetap dekat dan sering berbicara di telepon dan bahkan pergi berlibur bersama. Pada akhirnya Susie memperkenalkan Warren dengan Astrid Menks, seorang pelayan yang kemudian menikah dengannya setelah Susie meninggal.

Buffett pindah kembali ke Big Apple.

Pada akhirnya, Graham berubah pikiran dan pada 1954 dia menawarkan Buffett pekerjaan di New York. Jadi keluarga itu mengemasi barang mereka dan pindah ke Big Apple.

Buffett bekerja untuk mentornya (Ben Graham) selama dua tahun sebagai analis di Graham-Newman Corp.

Ketika Benjamin Graham menutup kemitraannya pada tahun 1956, Buffet mulai membangun kembali perusahaannya di Omaha: Buffett Partnership Ltd sampai dia menjadi seorang jutawan pada usia 32 tahun.

Pada akhir 1950-an, Warren telah membuka tujuh kemitraan. Ia menjadi seorang miliuner pada tahun 1962 sebagai hasil dari penghasilannya dari kemitraan tersebut.

Pada tahun 1962, Buffett memutuskan untuk menggabungkan semua kemitraannya menjadi satu dan berinvestasi di sebuah perusahaan manufaktur tekstil bernama Berkshire Hathaway. Dia mulai membeli saham Berkshire Hathaway pada awal 1960-an dan akhirnya mengambil kendali penuh dari perusahaan itu.

Pada akhir 1960-an, Buffett mengganti ruang lingkup bisnis Berkshire Hathaway dari tekstil ke asuransi.

Saat ini, perusahaan ini memiliki harga saham tertinggi yang mana pada April 2018, perusahaan tersebut dihargai $ 303,100 per saham.

Buffett memiliki sekitar 7% saham dari Coca-Cola Co. pada tahun 1988 dan akhirnya menjadi salah satu investasi terbaiknya.

sumber : Business Insider

sumber : Business Insider

Buffett berinvestasi $ 1 miliar di Coca-Cola dan tumbuh hampir 16 kali lipat selama 27 tahun berikutnya ketika menghitung dividen yang diterima. Keuntungan yang diperoleh Buffett kurang lebih sebesar 11%/tahunnya dari saham Coca-Cola Co ini.

Pada tahun 2008, Buffett menjadi orang terkaya di dunia.

Ia menjadi orang terkaya di dunia pada tahun 2008 dengan total kekayaan bersih yang diperkirakan sebesar $ 62 miliar mengutip dari Forbes, mengalahkan Bill Gates yang telah menjadi No.1 dalam daftar Forbes selama 13 tahun terakhir. Pada tahun berikutnya, Gates mendapatkan kembali posisi pertama dan Buffett pindah ke posisi kedua. Meskipun Buffett menjadi investor ternama di dunia, Pria berusia 88 tahun ini tidak memiliki ponsel dan lebih suka bepergian menggunakan transportasi umum. Ini tidak berarti Buffett adalah orang yang pelit, memang ini sudah menjadi gaya hidupnya selama ini.

Pada tahun 2010, Buffett dan Bill Gates mendirikan Giving Pledge.

giving Pledge.jpg

Pada 2016, ia mengalahkan rekor filantropis pribadinya sendiri dengan menyumbangkan saham Berkshire Hathaway senilai $ 2,86 miliar ke sejumlah badan amal, termasuk The Bill and Melinda Gates Foundation. Artinya Buffett telah memberikan total sumbangan lebih dari $ 28,5 miliar sampai tahun 2016.

Selain itu, Buffett dan miliarder Bill Gates setuju untuk menyumbangkan setidaknya setengah dari kekayaan mereka untuk amal ketika mereka membuat dan menandatangani Giving Pledge.

Sejak 2010, lebih dari 150 orang telah membuat pledge, termasuk Facebook Mark Zuckerberg.

Buffett telah membeli $ 12 miliar saham sejak kemenangan Trump pada bulan November 2016.

Terlepas dari kecenderungan dan keraguannya tentang Presiden Trump yang liberal, Buffett tampaknya bersikap optimis tentang pemerintahan baru Donald Trump.

Dalam wawancara dengan Charlie Rose, Buffett mengatakan bahwa Berkshire Hathaway membeli sekitar $ 12 miliar saham biasa sejak kemenangan mengejutkan Trump pada bulan November 2016.

Ini telah menjadi bulan yang menarik bagi Buffett, yang telah menjual investasinya di General Electric (GE) dan menjadi pemegang saham terbesar Bank of America.

Buffett menjual saham GE senilai $ 315.000.000 pada kuartal kedua, menandakan akhir dari sebuah era untuk konglomerat $ 220.000.000.000 itu.

Someone’s Sitting in the shade today because
someone planted a tree a long time ago
— Warren Buffett

Mungkin ini sedikit cerita dari berbagai sumber yang dapat Stockbit rangkum, kisah Warren Buffett memang sangat menginspirasi investor-investor di seluruh dunia tak terkecuali penulis artikel ini sendiri. Semoga menginspirasi para Stockbitor untuk lebih dini dalam mulai investasi.

investasi saham online

Promo #Merdeka Finansial

Di bulan Agustus, Stockbit memberikan promo #MerdekaFinansial untukpembukaan rekening saham Sinarmas Sekuritas. Dengan minimal deposit Rp 1.7 Juta kamu bisa dapat Stockbit PRO GRATIS Seumur Hidup!!!

Cara Buka Rekening Saham dan Klaim Stockbit PRO:

1. Klik Tombol Buka Rekening Saham

2. Isi Form Registrasi dan Ikuti Petunjuk Pengiriman Dokumen

3. Kirim ke Sinarmas Sekuritas

(Kantor Pusat Sinarmas
Sinarmas Land Plaza Menara 3, Lantai. 5, Jl. M.H. Thamrin No. 51 Jakarta 10350)

4. Deposit ke RDN kamu minimal 1,7 Juta

 

Artikel ini Stockbit kutip dari beberapa sumber yaitu :
-biography.com
-Business Insider
-Forbes
-Investopedia
-Thefamouspeople.com
-valuewalk.com

 

Investasi Saham Ala Lo Kheng Hong- Bebas secara Finansial melalui Pasar Saham by Dedi Utomo

Screenshot_138.png

Para Stockbitor pasti sudah mengenal siapa itu Lo Kheng Hong. "LKH" begitulah kebanyakan investor saham memanggilnya. Kiprahnya di dunia saham memang patut kita contoh sebagai investor yang telah mencapai kebebasan finansial melalui investasi di pasar saham. Tidak main-main, Lo Kheng Hong mendapat julukan sebagai Warren Buffett-nya Indonesia. Penasaran dengan kisah sukses Lo Kheng Hong dan gaya investasi sahamnya? Simak kisahnya.

Bagaimana Lo Kheng Hong mulai investasi saham?

LKH memulai investasi di bursa saham pada usia 30 tahun, kala itu LKH bekerja sebagai pegawai tata usaha pada sebuah bank dengan gaji yang terbilang apa adanya. Namun satu hal yang patut kita teladani dari sosok Lo Kheng Hong adalah kemampuannya untuk berhemat demi investasi saham. Dia tidak tergiur untuk hidup bermewah-mewah seperti kebanyakan orang dan rutin dalam menyisihkan sisa gaji bulanannya untuk membeli saham. 

Pernah rugi di pasar saham

Apakah LKH pernah rugi di pasar saham? Yups dia pernah mengalaminya. Ketika itu, dia tergiur untuk membeli saham IPO karena memang berpotensi memberikan capital gain yang besar. Namun sayangnya investasi di saham ketika IPO tidak selalu menguntungkan dan akhirnya dia berani menjual sahamnya dalam keadaan rugi. Kerugian ini tidak membuatnya kapok dan keluar dari pasar saham, justru dia semakin giat untuk mempelajari cara investasi saham yang benar dengan membaca buku-buku tentang investasi. Buku yang menjadi favorit LKH adalah karangan investor saham sukses sekaligus salah satu orang terkaya di dunia asal Amerika Serikat yaitu Warren Buffett. Dia bahkan memiliki koleksi buku Warren Buffett sebanyak 40 buku lebih dan telah dia baca  secara berulang-ulang.

Karir membaik, namun tetap hidup hemat

Semenjak LKH berpindah tempat kerja sebagai staff pemasaran di Bank Ekonomi, dia mendapatkan kenaikan gaji yang cukup signifikan, di mana sebelumnya gajinya berkisar Rp350.000 per bulan menjadi Rp1.050.000 per bulan. Kenaikan gaji ini tidak lantas membuatnya menaikan gaya hidupnya, dia tetap hidup hemat dan rutin menyisihkan uang untuk membeli saham. Setelah 17 tahun dia bekerja, akhirnya dia memutuskan untuk berhenti dan fokus menjadi investor saham. Keputusan ini diambil karena dia telah berhasil mendapatkan keuntungan yang lumayan banyak dari hasil investasi saham. Dia berani menginvestasikan 85 persen kekayaannya untuk diinvestasikan di saham dan menyisakan 15 persen untuk keperluan mendadak.

Mencapai kebebasan finansial

Menjadi orang yang bebas finansial, begitulah Lo Kheng Hong menggambarkan kondisi kehidupannya saat ini. Sebagai orang yang bebas secara finansial, ada 5 hal yang tidak dimiliki Lo Kheng Hong namun dia juga tidak mempermasalahkan hal tersebut:

  1. Kantor, dia sudah tidak perlu datang ke kantor untuk bekerja dan mendapatkan uang.

  2. Pelanggan, dia sudah tidak perlu mencari pelanggan untuk mendapat komisi atas apapun.

  3. Karyawan, dia tidak perlu mencari karyawan karena bahkan tidak punya kantor. Lo Kheng Hong mengatakan bahwa dia hanya mempunyai seorang supir dan dua pembantu rumah tangga.

  4. Bos (Atasan). Karena tidak bekerja, dia juga tidak punya Bos.

  5. Utang. Seluruh aset yang dia masukkan pada portofolionya sama sekali bebas dari utang.

Bagaimana cara Lo Kheng Hong memilih saham untuk investasi?

Sebagai seorang investor, kesabaran dalam memegang saham adalah sebuah keharusan menurut LKH. Dia bahkan bisa menahan sebuah saham sampai bertahun-tahun, dan karenanya dia menyarankan untuk tidak menggunakan uang hasil pinjaman atau uang untuk keperluan sehari-hari untuk membeli saham. Membeli saham yang "salah harga" adalah gaya investasi LKH, apa maksudnya? Berikut kriteria saham yang salah harga menurut LKH.

*1 Perusahaan dikelola manajemen yang baik

Kriteria pertama adalah dari segi manajemen perusahaan, perusahaan haruslah dikelola oleh orang yang jujur, profesional, dan dikagumi. Memilih manajemen sama halnya memilih orang pemerintahan, harus bersih dari korupsi dan tindak pidana hukum lainnya. Hal ini sangatlah penting menurut Lo Kheng Hong karena berhubungan dengan kelangsungan bisnis perusahaan. Baik tidaknya tata kelola perusahaan bisa dilihat dari analisa GCG (Good Corporate Governance).

*2 Prospek perusahaan cerah

Investor harus memperhatikan bisnis perusahaannya, apakah perusahaan tersebut prospeknya bagus dalam arti mampu mempertahankan kinerjanya di masa depan. Hal ini bisa dilihat secara historis dalam 5-10 tahun ke belakang.

*3 Perusahaan labanya besar dan memiliki NPM dan ROE yang tinggi

NPM (Net Profit margin) adalah rasio untuk mengukur tingkat margin perusahaan. semakin tinggi tingkat margin maka semakin bagus perusahaan tersebut. Sedangkan ROE (Return on Equity) mengukur tingkat pengembalian yang dihasilkan dari penggunaan ekuitas perusahaan, semakin tinggi ROE maka perusahaan tersebut semakin bagus karena memiliki tingkat profitabilitas yang tinggi. Untuk memilih saham yang terbagus, kamu bisa membandingkannya dengan perusahaan lain dalam industri bisnis yang sama.

Kamu bisa membandingkan rasio-rasio perusahaan menggunakan fitur Comparison dari Stockbit Pro secara mudah.

Baca : Mengenal Fitur Comparison dari Stockbit Pro 

*4 Laba terus bertumbuh

Selain labanya tinggi, kriteria saham yang LKH pilih adalah laba yang terus bertumbuh dari tahun ke tahun. Pertumbuhan laba yang konsisten menandakan bahwa saham tersebut memiliki prospek dan daya saing di masa depan.

"Kalau kita membeli saham perusahaan yang untung besar dan labanya bertumbuh, kita seperti memiliki mesin pencetak uang" Ungkap LKH.

*5 Valuasi PER dan PBV rendah

Tidak perlu terlalu ribet, LKH dalam menilai valuasi suatu saham menggunakan pendekatan PER dan PBV. Cari perusahaan yang memiliki PER di bawah 5X, PER 10X sebenarnya sudah cukup murah menurut LKH. Sementara dari sisi PBV LKH mencari saham dengan PBV di bawah 1X, karena saham yang diperdagangkan pada PBV di atas 1X berarti sahamnya dihargai di atas nilai kekayaan perusahaan.

Selain itu, LKH juga membandingkan PER dan PBV dengan Industri, tujuannya adalah mencari saham dengan PER dan PBV di bawah Industri.

Kamu bisa menilai saham berdasarkan PER dan PBV dengan mudah melalui fitur Fundachart Stockbit.

Baca juga: Mengenal Fitur Fundachart dari Stockbit

Satu lagi kebiasaan yang selalu LKH lakukan setiap hari adalah selalu up to date dengan berita-berita ekonomi maupun emiten dengan cara membaca koran, surat kabar, ataupun majalah. Hal ini dilakukan tidak lain adalah untuk memperkaya diri dengan informasi sehingga dapat berguna untuk keputusan investasinya.

Tertarik untuk mulai investasi saham agar bisa seperti Lo Kheng Hong? Sekarang kamu bisa berdiskusi, melakukan analisa dan berinvestasi saham dalam satu aplikasi, sehingga proses investasi saham kamu menjadi lebih praktis dan mudah.