Saham GPRA Bergerak di Bidang Apa? / by Merissa Chaca

Saham GPRA adalah saham dari PT Perdana Gapuraprima Tbk, sebuah perusahaan yang bergerak dalam pengembangan proyek properti baik dari rumah sederhana, real estate, komersial, hotel dan proyek campuran di Indonesia.

Bagi kamu yang tertarik berinvestasi di saham ini, sebaiknya kenali dulu profil emiten GPRA dan bagaimana kinerjanya secara lengkap di artikel berikut. 

Profil PT Perdana Gapuraprima Tbk 

Didirikan pada tahun 1987, PT Perdana Gapuraprima Tbk adalah perusahaan induk yang bergerak di bidang pengembangan properti untuk segmen pasar menengah ke atas. Pada 2007, perseroan resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham GPRA.

Grup Gapuraprima merupakan salah satu pengembang properti utama nasional. Perusahaan telah mengalami transformasi menjadi sebuah perusahaan dengan proyek properti yang lebih beragam. Tidak hanya hunian landed house, namun juga mengembangkan proyek-proyek mixed use dan gedung-gedung bertingkat di dalam dan luar Jakarta. 

Grup telah menyelesaikan lebih dari 30 proyek properti dalam tiga dekade terakhir. Portofolio properti meliputi perumahan, apartemen, perkantoran, mal, rekreasi dan perhotelan (serviced apartment). 

Perusahaan telah berhasil melalui dua kali krisis, yaitu pada tahun 1998 dan 2009. Pada awal tahun 2000-an, ketika pengembang properti lainnya masih terpuruk akibat krisis ekonomi 1998, Gapuraprima terus mengembangkan berbagai produk properti untuk kalangan kelas menengah atas dengan membangun apartemen, perkantoran dan mal di Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

Per September 2023, komposisi pemegang saham GPRA terdiri dari PT. Abadimukti Gunalestari (pengendali) sebesar 74,7%, PT Citraabadi Kotapersada (pengendali) < 0,0001%, PT Kharisma Andalas Putra sebesar 0,1%, PT Bina Cipta Nusantara sebesar 0,1%, sejumlah direksi < 0,0002%, dan publik sebesar 25,1%.

Kinerja Saham dan Keuangan GPRA

Kinerja Keuangan GPRA - Graphic

Kinerja saham GPRA terpantau fluktuatif dalam lima tahun terakhir. Sebagaimana terlihat pada grafik di atas, saham GPRA sudah mulai menunjukkan tren menurun sejak 2019. Hal ini dipicu oleh berbagai faktor seperti sentimen perang dagang antara Amerika dan China, kondisi industri properti dalam negeri yang cenderung melambat, serta faktor pemilihan umum tahun 2019 yang membuat aksi ‘wait and see’ dari investor. 

Penurunan harga saham GPRA semakin parah pada awal 2020 ketika pandemi Covid-19 melanda Indonesia dan menyebabkan saham-saham di IHSG berguguran, tidak terkecuali GPRA yang selama periode Maret 2020 - November 2020 seringkali ditransaksikan di level terendahnya Rp50 per lembar. Sebelum akhirnya harga GPRA berbalik arah dan terus naik hingga mencapai titik tertinggi di Rp133 per lembar pada intraday 5 Desember 2022.

Terkini, saham emiten PT Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA) ditutup di level Rp92 per lembar pada penutupan perdagangan 29 Januari 2024. Harga tersebut turun -11% secara tahunan (year-on-year) dan -15% jika dibandingkan dengan harga GPRA lima tahun lalu.

Kinerja Keuangan GPRA - Table

Meski harga sahamnya naik turun, kinerja keuangan perseroan dalam tiga tahun terakhir (2019-2022) terbilang cukup stabil. Selama periode tersebut, perseroan hanya sekali saja mengalami penurunan laba bersih, yaitu pada tahun 2020. 

Saat itu, perseroan hanya mampu membukukan laba bersih Rp30 miliar alias turun -39% dari capaian laba tahun 2019 yang sebesar Rp49 miliar. Penurunan laba ini disebabkan oleh turunnya penjualan bersih perseroan secara umum, terutama dari segmen Residensial maupun Properti Komersial. 

Walau sempat mengalami penurunan, kinerja laba perseroan pada dua tahun berikutnya berhasil naik kembali menjadi Rp52 miliar pada 2021 (naik +74% YoY) dan Rp75 miliar pada 2022 (naik +46% YoY. 

Kinerja positif Perseroan terus berlanjut di tahun 2023. Berdasar laporan keuangan GPRA per 9M23, emiten tercatat membukukan penjualan sebesar Rp319 miliar dengan laba bersih Rp76 miliar. Angka tersebut mencerminkan kenaikan masing-masing sebesar +14,7% dan +15% jika dibandingkan dengan capaian pendapatan dan laba GPRA pada periode sama tahun sebelumnya.

Aksi Korporasi GPRA

Sejak IPO di BEI pada 10 Oktober 2007, PT Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA) tercatat sudah beberapa kali melakukan aksi korporasi seperti pembagian dividen tunai dan saham bonus kepada pemegang saham.

Paling baru, aksi korporasi GPRA adalah menebar dividen final untuk tahun buku 2022 sebesar Rp4,27 miliar atau Rp1 per lembar. Dividen tersebut telah dibagikan perseroan kepada pemegang saham pada 26 Juli 2023.

Jika mengacu pada harga penutupan GPRA saat cum date dividen (5 Juli 2023) di Rp114 per lembar, maka indikasi yield dividen finalnya adalah 0,87%.

Beli Saham GPRA bisa di Stockbit

Demikian ulasan mengenai profil dan kinerja saham GPRA. Apabila kamu tertarik berinvestasi di saham GPRA, kamu dapat membelinya dengan mudah lewat aplikasi investasi saham Stockbit.

Apabila kamu sudah terdaftar di Stockbit, berikut tutorial cara membeli saham GPRA di aplikasi Stockbit:

Cara beli Saham GPRA
  • Buka aplikasi Stockbit

  • Top up RDN, pastikan nominalnya ada dan cukup untuk melakukan pembelian saham GPRA (minimal pembelian saham 1 lot = 100 lembar). Jika tidak, silahkan isi saldo RDN terlebih dulu.

  • Klik menu Search, cari saham GPRA atau PT Perdana Gapuraprima Tbk

  • Klik tombol Buy

  • Masukan harga pembelian dan jumlah lot saham yang ingin kamu beli

  • Klik Buy, lalu Confirm.

Selain bisa jual beli saham online, di Stockbit juga tersedia berbagai fitur yang dapat memudahkan kamu dalam investasi saham. Salah satunya adalah fitur Comparison. Lewat fitur ini, kamu bisa bandingkan kinerja keuangan emiten incaran kamu dengan emiten sejenis lainnya secara praktis sehingga dapat mempersingkat waktu kamu untuk analisa saham.

Fitur Comparison Aplikasi Bibit

Ayo daftar Stockbit dan cobain semua fiturnya gratis!

Disclaimer:

Semua konten dalam website ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu.