Newbie Corner

Investasi Saham - Sedikit demi Sedikit atau Langsung Beli Banyak? by Dedi Utomo

invest rutin.jpg

Ada dua cara berbeda untuk berinvestasi. Cara pertama adalah berinvestasi sedikit demi sedikit setiap minggu. Yang lain adalah menabung selama beberapa minggu atau bulan, kemudian menginvestasikan pada waktu yang bersamaan.

Dua pendekatan ini mungkin terlihat sama, tetapi sebenarnya sedikit berbeda. Dan kami rasa cara pertama adalah cara yang bagus. Inilah alasannya:

Waktu, waktu dan waktu

Salah satu aturan emas dalam berinvestasi, “waktu adalah teman terbaik kamu”. Semakin lama kamu berinvestasi, semakin baik hasilnya. Kamu bisa mendapatkan pertumbuhan yang baik setelah 1 tahun, apalagi dalam waktu lebih dari 10, 20, atau 30 tahun, kamu akan melihat pertumbuhan nilai investasi yang sangat menakjubkan.

Kita juga tahu bahwa keputusan kecil bisa memiliki dampak besar ketika dilakukan dari waktu ke waktu, seperti contoh favorit kami, Compound Interest.

Prinsip yang sama berlaku untuk waktu. Jika kamu menginvestasikan Rp100.000 per minggu, Rp100.000 pertama kamu, akan diinvestasikan selama 10 minggu pada minggu ke 10. Rp100.000 kamu yang kedua akan diinvestasikan selama 9 minggu, dan seterusnya. Jika kamu menabung dan menginvestasikan Rp1.000.000 sekaligus setelah 10 minggu, tidak ada Rp100.000 pertama. Kamu tidak memiliki investasi sama sekali sampai terkumpul Rp1.000.000 di minggu ke 10.

Ini mungkin terlihat kecil, tetapi akan bertambah seiring berjalannya waktu.

Semakin cepat uang diinvestasikan, semakin banyak waktu di pasar dan tentu semakin banyak waktu bagi uang kamu untuk bekerja.

Dollar Cost Averaging

Berinvestasi secara teratur membantu melindungi kamu dari pasang surut pasar saham sehingga diperoleh harga rata-rata saham terbaik. Ini adalah gagasan bahwa harga rata-rata lebih penting dari pada harga berapa pun yang kamu bayar.

Jika kamu berinvestasi Rp1.000.000 pada akhir tahun, maka harga pembelian rata-rata kamu untuk tahun itu adalah berapa pun harga yang terjadi pada hari itu. Tetapi jika jika berinvestasi Rp100.000 seminggu, harga rata-rata kamu mungkin lebih rendah, karena kamu akan mengambil beberapa saham ketika harganya lebih murah. Harga yang lebih rendah berarti pengembalian yang lebih baik yang pada akhirnya berarti lebih banyak uang di saku kamu.

Membentuk Habit

Investasi secara rutin akan membantu kamu membentuk habit yang baik. Semakin sering kamu melakukan sesuatu, semakin mudah untuk terus melakukannya. Sebagai contoh mudah, pikirkan menyikat gigi. Kamu menyikat gigi setiap hari, karena itu bagian dari rutinitas kamu.

Tetapi kamu mungkin perlu mengatur pengingat untuk melakukan meeting dengan rekan kerja, atau memeriksa daftar agenda untuk melihat kapan waktunya.

Keuntungan lain dari berinvestasi dalam jumlah kecil dan rutin adalah membangun kebiasaan yang lebih teratur, yang berarti lebih mudah untuk diingat dan diintegrasikan ke dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih Ringan

Rp100.000 setiap minggu dan Rp1.000.000 setiap 10 minggu adalah jumlah uang yang sama. Itu hanya matematika. Tetapi, jauh lebih mudah untuk berpisah dengan Rp100.000 dari pada berpisah dengan Rp1.000.000. Menyisihkan Rp100.000 untuk tabungan kamu tidaklah terlalu berat. Dalam skema banyak hal, Rp100.000 cukup mudah untuk dikorbankan.

Dengan berinvestasi dalam jumlah kecil, lebih sering, rasanya seperti tidak terasa bahwa kamu telah berinvestasi dan akan terus terakumulasi sepanjang waktu. Kami tahu bahwa investasi terkadang didorong oleh emosi, sehingga sangat penting untuk menyesuaikan kebiasaan kamu sehingga memastikan kamu memiliki good feeling ketika mengambil keputusan investasi.

Kesimpulan

Berinvestasi dalam jumlah kecil, berinvestasi secara rutin. Pertimbangkan berapa banyak yang mampu kamu investasikan, kemudian pikirkan bagaimana frekuensi terbaik untuk berinvestasi, apakah mingguan atau bulanan dan berapa banyak yang akan disisihkan.

Sudah siap untuk investasi hari ini? Mulai investasi dari Stockbit, aplikasi investasi saham paling cocok untuk generasi milenial kaya kamu

30 Istilah dalam investasi saham yang wajib diketahui oleh investor pemula by Dedi Utomo

pemula.jpg

Ada banyak sekali istilah dalam investasi saham. Sebagai investor pemula, tentu membutuhkan panduan untuk mengenali istilah-istilah ini.

Stockbit telah merangkum 30 istilah dalam investasi saham yang paling penting, populer, dan wajib diketahui oleh setiap investor saham Indonesia.

Stockbit sekaligus mencantumkan screenshot halaman di aplikasi Stockbit, sehingga lebih mudah dipahami oleh investor pemula.

30 Istilah dalam investasi saham

BEI.jpg

1. IDX/Bursa Efek Indonesia

BEI adalah lembaga yang berperan dalam menyelenggarakan dan menyediakan fasilitas sistem perdagangan efek di pasar modal Indonesia.

Secara sederhana Bursa Efek Indonesia adalah pasar di mana efek/ surat berharga jangka panjang seperti saham diperdagangkan.

broker.jpg

2. Broker atau Perusahaan Sekuritas

Broker/Perusahaan Sekuritas adalah jembatan antara investor dengan pasar modal, perusahaan ini memiliki lisensi dari OJK.

Untuk membeli saham, kamu harus membuka rekening saham di perusahaan sekuritas/broker ini.

Contoh perusahaan sekuritas adalah Sinarmas Sekuritas yang saat ini bekerja sama dengan Stockbit.

Baca Selengkapnya : Buka Rekening Saham di Stockbit

rdn.jpg

3. Rekening Dana Nasabah (RDN)

RDN atau RDI merupakan sebuah rekening dana yang dibuka di Bank yang menjadi partner dari broker / perusahaan sekuritas.

RDN adalah rekening untuk menyimpan dana/kekayaan investasi investor.

RDN harus dibuka atas nama investor yang bersangkutan sesuai dengan data dirinya di KTP.

IPO.jpg

4. IPO (Pasar Perdana)

IPO adalah pasar di mana saham suatu perusahaan pertama kali dilepas untuk ditawarkan atau dijual kepada masyarakat/publik.

Karena itu, perusahaan yang melakukan IPO sering disebut sedang "GO PUBLIC". Artinya membiarkan masyarakat umum untuk memiliki saham di perusahaan tersebut.

indeks.jpg

5. Indeks

Indeks adalah angka indikator yang menggambarkan harga rata-rata dari beberapa saham yang terdaftar atau menjadi anggota dari indeks tersebut.

Contoh indeks yang ada di BEI adalah:

LQ45 - Indeks yang mengukur performa harga dari 45 saham-saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik.

Baca Selengkapnya: Indeks Di Bursa Efek Indonesia

kode saham.jpg

6. Kode Saham

Setiap perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia akan memiliki kode saham yang terdiri dari 4 huruf. Kode saham ini sangatlah mudah untuk dihafal ketika kamu sudah terjun ke dunia investasi saham.

Sebagai contoh, $BBCA adalah kode untuk Bank BCA, $ASII adalah kode saham Astra Internasional, $BBRI adalah kode saham Bank BRI.

Sektor.jpg

7. Sektor

Di Bursa Efek Indonesia, saham-saham yang ada dikelompokkan berdasarkan sektor usahanya.

Ada 9 Sektor di Bursa Efek Indonesia yaitu:

1. Sektor Pertanian ($AGRI)
2. Sektor Pertambangan ($MINING)
3. Sektor Perdagangan ($TRADE)
4. Sektor Properti ($PROPERTY)
5. Sektor Infrastruktur, utilitas dan transportasi ($INFRASTRUC)
6. Sektor Industri Dasar dan Kimia ($BASIC-IND)
7. Sektor Aneka Industri ($MISC-IND)
8. Sektor Barang Konsumsi ($CONSUMER)
9. Sektor Keuangan ($FINANCE)

IHSG.jpg

8. $IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan ($IHSG) adalah indeks utama yang menjadi indikator pergerakan semua saham yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia.

Bluechip.jpg

9. Saham Bluechip

Tidak ada definisi resmi untuk saham blue chip, tetapi pada umumnya saham bluechip adalah perusahaan besar, stabil, dan secara finansial sehat serta merupakan pemimpin dalam industri mereka masing-masing.

Baca Selengkapnya: saham Blue Chip

saham beredar.jpg

10. Saham Beredar

Saham beredar (Current Share Outstanding) adalah bagian saham perusahaan yang sudah diterbitkan oleh perusahaan dan sudah memiliki status dimiliki oleh orang-perorangan ataupun perusahaan ataupun lembaga.

Sebagai contoh Bank Rakyat Indonesia Tbk. ($BBRI) telah menerbitkan 123,35 miliar lembar saham.

market cap.jpg

11. Market Cap (Kapitalisasi Pasar)

Kapitalisasi pasar adalah istilah yang menunjukkan harga keseluruhan dari sebuah perusahaan yaitu harga yang harus dibayar seseorang bila ingin membeli 100% kepemilikan perusahaan tersebut melalui pasar sekunder.

Kapitalisasi pasar dihitung dengan mengalikan jumlah lembar saham beredar perusahaan tersebut dengan harga per lembar saham perusahaan saat ini.

watchlist.jpg

12. Watchlist

Watchlist adalah list saham yang menjadi fokus kamu.

Dari kurang lebih 625 saham yang telah tercatat di Bursa Efek Indonesia, kamu tidak mungkin memantau semuanya. Kamu hanya perlu memantau beberapa saham yang sesuai dengan kriteria investasi kamu, misal kinerja keuangan bagus, bluechip, market cap terbesar, atau kriteria lainnya.

Watchlist membantu kamu lebih fokus pada saham-saham yang menjadi incaran kamu, sehingga ketika datang kesempatan untuk membeli saham, kamu sudah tahu harus membeli saham apa.

fraksi harga.png

13. Fraksi Harga

Saham memiliki aturan dalam satu kali kenaikan dan penurunan harganya.

Sebagai contoh, untuk saham yang memiliki harga per lembar antara Rp200 - Rp500, setiap satu kali kenaikan harga saham adalah kelipatan 2. Jadi misal kamu ingin beli saham di harga 201, ini tidak bisa. Order kamu akan ditolak oleh sistem bursa, karena tidak sesuai aturan fraksi harga.

Kamu hanya bisa memasukkan order di harga 202,204,206…..498 untuk saham-saham yang memiliki harga antara 200-500. Begitu juga di kelompok harga lainnya menyesuaikan aturan perubahan harga masing-masing.

order book.jpg

14. Orderbook

Penawaran beli/jual terhadap suatu saham disertai informasi harga terakhir (Last price), harga pembukaan (Open), harga tertinggi (High), harga terendah (Low).

Total transaksi dalam lot (Lot), nilai transaksi (Val), nilai rata-rata transaksi (Avg). Antrian beli/jual dalam lot di tiap harga.

Bid ask.jpg

15. Bid/Ask

Antrian beli dan jual dalam satuan lot di tiap harga.

Kolom Bid menunjukkan antrian pembelian, semakin ke bawah harganya akan semakin kecil/murah, antrian Bid di harga paling atas (3.870) dinamakan Best Bid (antrian pembelian pada harga terbaik).

Kolom Ask semakin ke bawah akan semakin tinggi/mahal. Antrian Ask di paling atas (3.880) dinamakan Best Offer (penawaran jual di harga termurah).

Sebuah order tidak akan match sebelum ada yang mau mengalah.

Bagi pihak pembeli supaya dapat saham harus membeli di harga best offer (3.880).

Bagi pihak yang menjual saham, supaya sahamnya laku terjual, maka harus jual di harga best Bid (3.870).

Buy.jpg

16. Buy

Tombol yang bisa kamu gunakan untuk melakukan pembelian saham.

Untuk melakukan pembelian saham di aplikasi Stockbit, kamu tinggal swipe ke kanan saham pilihan kamu, lalu klik tombol Buy.

Sell.jpg

17. Sell

Tombol yang kamu gunakan untuk menjual saham yang telah kamu beli.

Kamu bisa menjual saham dengan cara swipe ke kanan saham yang ingin dijual melalui halaman portofolio.

order list.jpg

18. Order List dan Order Status

Menunjukkan list dari saham yang kamu order hari ini, di order list akan tertera jumlah nominal order dan pada harga berapa kamu melakukan pembelian atau penjualan saham.

Kolom Status menunjukkan status order saham kamu.

Status order meliputi:

Match: Sudah dapat saham yang dibeli/ saham yang dijual sudah laku terjual.

Open: order beli/jual masih mengantri atau belum match.

Rejected: Order ditolak oleh sistem, karena tidak sesuai aturan, misal beli di luar jam bursa, beli di harga yang tidak sesuai aturan fraksi harga.

Withdrawn: Status order ketika kamu membatalkan order beli/jual (Cancel Order).

Slide 1 (14).jpg

19. Jam Perdagangan Bursa

Beli dan jual saham tidak bisa dilakukan setiap waktu, ada aturan mengenai jam perdagangan bursa.

Baca selengkapnya : Jam Perdagangan Saham

Take Profit.jpg

20. Take Profit (TP)

Take Profit artinya menjual saham yang sebelumnya kamu beli karena sudah mencapai target keuntungan dan harga saham menunjukkan indikasi untuk turun.

Misalnya kamu menetapkan level Take Profit (TP) bila keuntungan telah mencapai 10%-15%, maka ketika keuntungan telah mencapai kisaran angka 10%-15%, kamu dapat langsung menjual saham untuk merealisasikan keuntungan yang telah diperoleh.

cut loss.jpg

21. Cut Loss (CL)

Cut Loss artinya menjual saham yang sebelumnya kamu beli untuk mencegah kerugian yang lebih lanjut ketika saham yang kamu pegang tersebut terus saja turun.

Misalnya kamu menetapkan batas cut loss bila kerugian telah sebesar 5%-10%, maka ketika kerugian telah mencapai kisaran angka tersebut, kamu dapat langsung menjualnya, sehingga kamu telah membatasi kerugian lebih jauh, dan kamu tidak menderita kerugian yang lebih besar.

portofolio.jpg

22. Portofolio

Portofolio menunjukkan detail dari investasi yang kamu lakukan.

Meliputi saham apa yang sedang kamu pegang, berapa keuntungan yang kamu peroleh di masing-masing saham (Potential P&L), berapa persen keuntungan dari modal yang kamu tanamkan (Capital Gain).

Serta Equity yang menunjukkan berapa nilai investasi kamu saat ini, nilai equity adalah hasil penjumlahan antara total modal yang diinvestasikan ditambah total keuntungan yang diperoleh.

dividen.jpg

23. Dividen

Dividen adalah laba atau keuntungan yang diterima oleh pemegang saham yang berasal dari keuntungan perusahaan dalam menjalankan usaha selama satu periode.

Contoh ketika kamu berinvestasi di saham Indo Tambangraya Megah Tbk. ($ITMG), kamu akan memperoleh dividen sebesar Rp3.260 per lembar saham pada bulan Oktober lalu, jadi ketika kamu membeli saham $ITMG 1 lot, kamu akan memperoleh dividen Rp326.000.

Catatan: 1 lot = 100 lembar saham.

Corporate Action.jpg

24. Corporate Action

Aksi korporasi (corporate action) adalah langkah atau tindakan yang diambil oleh perusahaan yang berdampak langsung terhadap kepemilikan saham para pemegang saham (investor).

Contoh Corporate Action.

Pembagian dividen, penerbitan saham baru (Right Issue), pembelian kembali saham oleh perusahaan (Buyback), perusahaan mengambil alih perusahaan lain (Akuisisi), perusahaan menggabungkan diri dengan perusahaan lain (Merger), pemecahan nominal harga saham (Stocksplit), dll.

Baca selengkapnya: Aksi Korporasi Emiten

Teknikal.jpg

25. Analisa Teknikal

Analisa teknikal adalah suatu pendekatan analisa saham dengan cara mempelajari aktivitas pasar menggunakan data-data historis harga, berupa grafik harga saham yang telah terjadi di masa lalu untuk memprediksi arah pergerakan harga saham.

Data-data historis yang digunakan dalam analisa teknikal antara lain seperti informasi harga pembukaan, penutupan, tertinggi, terendah, volume perdagangan, serta indikator-indikator lainnya.

chart.jpg

26. Chart

Chart adalah senjata kamu untuk melakukan analisa teknikal.

Di dalam chart, terdapat indikator-indikator seperti indikator Volume, Stochastic Oscillator, MACD, Moving Average, dll.

Indikator-indikator ini akan membantu memudahkan prediksi kamu dalam melakukan analisa teknikal.

fundamental.png

27. Analisa Fundamental

Analisa fundamental adalah sebuah pendekatan untuk mengetahui kondisi perusahaan, di mana analisis tersebut mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan kondisi laporan keuangan perusahaan melalui rasio-rasio keuangan maupun kondisi non-keuangan seperti kekuatan brand, tata kelola perusahaan, dll.

Baca Selengkapnya: 10 Rasio Keuangan Inti

nilai intrinsik.jpg

28. Nilai Intrinsik (Valuasi Saham)

Nilai intrinsik menunjukkan harga wajar dari suatu saham berdasarkan analisa fundamental dan valuasi yang telah dilakukan.

Ketika harga wajar lebih tinggi dari harga saham saat ini, maka investasi di saham tersebut layak untuk dilakukan.

bullish.jpg

29. Bullish

Menunjukkan kondisi pergerakan harga saham yang cenderung naik dalam jangka waktu tertentu.

30. Bearish

Menunjukkan kondisi pergerakan harga saham yang cenderung turun dalam jangka waktu tertentu.

Cara Investasi Saham Online untuk Pemula Bersama Stockbit by Dedi Utomo

educate.jpg

Banyak yang bertanya ke Stockbit tentang “Cara Investasi Saham untuk Pemula”, kurang lebih seperti ini:

photo_2019-01-21_13-26-44.jpg

Stockbit mengerti permasalahan kamu, kali ini Stockbit akan membagikan sebuah tulisan yang mudah-mudahan akan membantu kamu dalam membekali diri sebelum memulai berinvestasi saham. Tulisan artikel ini adalah kompilasi dari berbagai artikel yang ada di Stockbit dimulai dari pemahaman mengenai apa yang terjadi ketika memilih untuk tidak berinvestasi, apa itu pasar modal, sampai bagaimana harus memulai investasi saham.


Pahami Alasan kenapa Harus Investasi?

  • Kenapa Harus Investasi?

    Beberapa hal yang membuat investasi menjadi begitu penting untuk dilakukan.

    Selengkapnya baca di sini


Pahami Apa itu Pasar Modal dan Saham

Setelah mengetahui pentingnya investasi, cara investasi selanjutnya yaitu berkenalan dengan instrumen investasi di pasar modal khususnya saham.


Pahami Cara Buka Rekening Saham

  • Cara memilih sekuritas

    Transaksi saham di Bursa Efek Indonesia dilakukan secara online, untuk bisa melakukan transaksi saham, kamu harus memiliki akun saham terlebih dahulu di perusahaan sekuritas/ Broker. Bagaimana cara memilih broker saham yang baik? kamu bisa membacanya di artikel berikut ini.

    Baca : Cara memilih sekuritas terbaik

  • Cara buka rekening saham di Stockbit

    Sejak bulan April 2018, Stockbit telah merilis fitur transaksi saham melalui kerja sama dengan Sinarmas Sekuritas. Sekarang kamu sudah bisa membuka rekening dan bertransaksi saham langsung dari aplikasi Stockbit kamu.

    Baca: Panduan cara membuka rekening saham di Stockbit


Pahami Cara Transaksi Investasi Saham di Stockbit

  • Jam Perdagangan Saham

    Bertransaksi saham di Bursa Efek Indonesia tidak bisa setiap waktu, transaksi saham hanya bisa dilakukan pada hari bursa dan ada peraturan mengenai jam perdagangan.

    Selengkapnya: Jam perdagangan Stockbit Real Trading

  • Bertransaksi saham di Stockbit

    Transaksi saham meliputi transaksi pembelian, penjualan, amend (merubah/merevisi jumlah lot dan harga ketika order belum match), Withdraw (melakukan cancel order terhadap order yang belum match). Panduannya bisa kamu baca di bawah ini:

* Cara Beli Saham melalui Aplikasi Stockbit

* Cara Jual Saham melalui Aplikasi Stockbit

* Cara Amend Order melalui Aplikasi Stockbit

* Cara Withdraw Order melalui Aplikasi Stockbit


Belajar Investasi Saham Menggunakan Virtual Trading

Jika kamu masih ragu buat investasi saham menggunakan uang sungguhan karena masih pemula, kamu bisa berlatih dulu menggunakan fitur Virtual Trading Stockbit. Dengan fitur ini, kamu akan diberikan modal uang virtual sebesar 100 juta yang bisa kamu gunakan untuk belajar bertransaksi saham.

Fitur Virtual Trading ini menggunakan mekanisme perdagangan layaknya bertransaksi saham sungguhan, jadi kamu bisa merasakan transaksi saham sungguhan melalui fitur ini.

Baca: Cara Mengakses Virtual Trading Stockbit


Belajar Dasar-Dasar Menganalisa dan Berinvestasi Saham

  • Memilih perusahaan untuk investasi

    Kamu bisa memulai investasi berdasarkan gaya investasi investor-investor yang sudah berpengalaman dan sukses seperti Warren Buffett, Joel Greenblatt, Joseph Piotroski atau Lo Kheng Hong.

* 15 Cara Mengenali Karakteristik Perusahaan yang Bagus

* Investasi Saham Ala Warren Buffett-Buffettology Esque Sustainable Growth

* Magic Formula: Resep Ajaib Joel Greenblatt dalam Berinvestasi Saham

* The Piotroski F-Score- Cara Untuk Menemukan Saham Berkualitas Baik
* Investasi Saham Ala Lo Kheng Hong- Bebas secara Finansial melalui Pasar Saham

  • Analisa Saham dan Manajemen Portofolio

    Dua skill penting dalam berinvestasi saham adalah menemukan nilai intrinsik perusahaan untuk memprediksi prospek saham dan melakukan management risiko terhadap investasi yang dilakukan.

Analisa Saham perusahaan

* (Analisa Fundamental Saham) 3 Rasio Untuk Memilih Saham Yang Sedang Murah

* Perhatikan 10 Rasio Keuangan Inti Sebelum Membuat Keputusan Investasi

Manajemen Risiko

* Manajemen Risiko-An Essential Tool for Making Profits in The Stock Market

Begitulah cara investasi saham, kesuksesan investasi kamu bergantung kapan kamu memulai, jangan takut untuk berinvestasi karena masih pemula dan membuang waktu kamu, karena semakin awal mulai artinya kamu memberikan kesempatan lebih pada waktu untuk menumbuhkan nilai investasi kamu.