Investing Corner

Ini Alasan kenapa Investasi Saham tidak Cocok untuk Kamu by Dedi Utomo

main-qimg-003d297e54cd8b2747277eee0dfbfb3f-c.jpg

Kamu menolak Risiko

Berinvestasi di pasar saham itu berisiko. Sebagian besar dari kamu sudah tahu itu, kan? Risiko berarti ketidakpastian tentang hasil yang akan kamu dapatkan. Singkatnya, tidak ada pengembalian investasi saham yang dijamin.

Setiap pasar saham di dunia bergerak fluktuatif. Harga dari setiap saham memiliki kecenderungan untuk naik dan turun. Volatilitas ini yang membuat investasi di pasar saham lebih berisiko dari pada instrumen investasi lainnya.

Kamu tidak tahu tentang saham

Jika kamu tidak tahu cara berenang, jangan melompat ke air. Tidak, kamu tidak bisa belajar berenang saat kamu sudah berada di dalam air. Pastikan kamu memahami cara kerja pasar saham sepenuhnya sebelum membeli saham pertama kamu. Jika kamu tidak memiliki niat melakukan itu, kamu lebih baik tidak berinvestasi di saham.

Kamu bukan seorang pembelajar

Saham mewakili bagian kepemilikan dalam suatu perusahaan. Investor yang baik akan terus belajar tentang berbagai jenis bisnis. Kamu pada dasarnya tidak membutuhkan gelar MBA untuk mulai investasi saham, tetapi kamu harus mau belajar cukup banyak tentang bisnis untuk menyaingi pemahaman bisnis para penyandang gelar MBA. Jika kamu tidak melakukannya, kamu mungkin tidak dapat menilai kapan kondisi bisnis saham yang kamu pegang berubah menjadi buruk.

Kamu adalah orang yang tidak sabar

Saham naik dan turun seiring waktu, banyak investor yang berusaha untuk menari-nari selama kenaikan dan penurunan ini, namun justru berakhir dengan membeli di harga tinggi dan menjual dengan kerugian. Satu hal yang perlu diingat adalah, jika kamu berinvestasi di perusahaan yang stabil dan saham turun tetapi perusahaan itu masih sehat, penurunan harga adalah kesempatan membeli bukan waktu untuk menjual.

Ya, jika perusahaan atau pasar telah berubah dan kinerja perusahaan menurun, mungkin ada baiknya untuk keluar dari saham tersebut.

Kamu memiliki wawasan jangka pendek.

Jika kamu ingin menjadi kaya dalam 2-3 tahun, kamu harus mempertimbangkan menjadi juara dunia di Poker atau merampok bank.

Saham membutuhkan waktu untuk berkembang dan sering kali tumbuh bersama seiring dengan perkembangan bisnis perusahaan, ini bisa memakan waktu yang lama, bahkan bertahun-tahun. Sering kali, perusahaan melalui fase pertumbuhan stagnan atau bahkan negatif. Jika kamu sudah cukup tua dan tidak memiliki cukup waktu untuk menunggu, pasar saham mungkin tidak cocok untuk kamu.

Kamu Terlalu Emosional dalam Mengambil Keputusan Investasi

Sering kali seorang investor mengambil keputusan investasi yang tidak objektif manakala terlalu emosional. Terutama ketika pasar sedang jatuh, mudah untuk takut dan menjual semua saham. Akibat berbagai emosi ini, investor berpotensi mengambil keputusan yang justru merugikan. Beberapa orang tidak boleh memiliki saham sama sekali karena terlalu emosional dengan fluktuasi pergerakan harga saham.

Baca juga : Bagaimana Biar Tidak Mudah Panik Dan Emosional Ketika Investasi Saham? 

Warren Buffett Memberi Saya 6 Pelajaran Penting Investasi Saham untuk tahun 2019 by Dedi Utomo

Warren Buffett memberikan banyak sekali pelajaran penting dalam berinvestasi, berikut ini adalah beberapa diantaranya

photo_2019-01-02_16-06-06.jpg

Mendengarkan Warren Buffett dalam sebuah wawancara khusus bersama CNBC membuat saya terpancing untuk meninjau ulang metode investasi Buffett yang telah terbukti berhasil dan mengantarkannya menjadi seorang milliarder terkenal. Kemudian saya menghubungkannya dengan apa yang dulu dan sekarang saya terapkan. Strategi investasi Buffett adalah berbasis analisa fundamental. Kejeniusannya adalah dalam menganalisis nilai intrinsik sebuah perusahaan dan menemukan saham dengan prospek bisnis yang menjanjikan untuk investasi jangka panjang.

Baca Juga: Investasi Saham Ala Warren Buffett

Berikut ini adalah enam aturan utama dalam berinvestasi saham yang saya pelajari dari the Oracle of Omaha.

Buffett Says to Start at Young Age

Ini sangat masuk akal: banyak yang harus dipelajari dan usia muda menawarkan energi dan dorongan untuk melakukan pembelajaran itu.

Investing is a Long Game

Jangan berpikir kamu bisa menari-nari dengan masuk dan keluar pasar dengan melakukan daily trading, karena kebanyakan orang akan gagal jika melakukan hal tersebut. Tetapi yang dapat kamu lakukan adalah menentukan bahwa ada sejumlah bisnis yang solid di pasar saham, jika kamu berinvestasi di perusahaan tersebut dan kamu membelinya dari waktu ke waktu, pada dasarnya kamu tidak akan rugi.

“Investasi adalah permainan yang panjang, saya katakan bahwa dalam 10 atau 20 atau 30 tahun, saya pikir saham akan jauh lebih tinggi dari pada sekarang.” kata Warren Buffett.

Buffett Implores to "Not Lose Money”

Yups! yang dia maksud adalah: Terkadang kita kehilangan uang di pasar karena berbagai faktor. Todak apa-apa, semua investor pasti pernah mengalaminya, ini tak terhindarkan dan bagian dari investasi. Kuncinya di sini adalah tidak kehilangan terlalu banyak. Jangan biarkan satu granat (pasar yang buruk) menghilangkan seluruh uang kamu.

Buffett Teaches Us to Diversify Our Portfolio

Untuk menjaga tingkat risiko kamu, beli saham di berbagai jenis sektor bisnis, cari yang terbaik diantaranya dan lakukan pembelian secara konsisten sepanjang waktu (Dollar Cost Averaging).

"Sebenarnya, hal terbaik dari saham adalah membelinya secara konsisten dari waktu ke waktu," kata Buffett pada "Squawk Box" pada Februari 2017.

Baca Juga: Diversifikasi Saham - Cara Efektif Mengurangi Risiko

Buffett Teaches Us Not to Try to Time The Markets

In the stock market, timing is nothing, but time is everything.

Dari pada mengkhawatirkan kapan waktu yang tepat buat beli saham, lebih baik berpikir tentang berapa lama kamu berencana untuk menyimpan uang kamu di pasar saham. Investasi yang berbeda menawarkan tingkat risiko dan pengembalian yang berbeda.

Buffett Says “There’s No Room to be Emotional”

Beberapa orang tidak boleh memiliki saham sama sekali karena terlalu emosional dengan fluktuasi pergerakan harga saham. Jika kamu akan melakukan hal-hal yang ceroboh karena saham kamu turun, kamu tidak boleh memiliki saham sama sekali.

Baca Juga: Bagaimana Biar Tidak Mudah Panik dan Emosional Ketika Investasi Saham?

Apakah Strategi "Buy and Hold" Bagus untuk Investasi Jangka Panjang Kamu? by Dedi Utomo

profitable trader.jpeg

Buy and Hold terdengar mudah dijalankan ya stockbitor. Ini adalah bentuk investasi pasif di mana setelah membeli saham, kamu menutup mata dan menunggu investasi kamu tumbuh dalam jangka panjang.

Dalam hal ini, pasti ada yang pro dan ada juga yang kontra dengan strategi ini, kenapa? setiap investor pasti mempunyai cara tersendiri atau gaya investasi masing-masing, seharusnya memang begitu, karena keputusan beli dan jual saham memang seharusnya berasal dari diri sendiri setelah mempelajari dan melihat prospek bisnis dari saham yang dibeli.

Dunia begitu dinamis, segala sesuatu bisa berubah setiap saat, apakah strategi investasi saham “Buy and Hold” adalah strategi yang bagus?

Ada beberapa skenario yang bisa membuat strategi beli dan tahan akan menjadi strategi yang tidak bagus buat investasi kamu, dan hal ini sangat mungkin terjadi dalam dunia investasi yang begitu dinamis.

Bisa jadi kamu telah memegang suatu saham dalam waktu yang cukup lama, lalu kondisi pasar yang sebelumnya dalam tren kenaikan tiba-tiba mengalami goncangan dan pasar berubah haluan, terjadilah trend bearish (turun) yang dipicu oleh krisis keuangan global dan hal ini terjadi ketika dekat dengan masa pensiun kamu, maka dengan adanya peristiwa tersebut, keuntungan yang selama ini telah kamu kumpulkan bertahun-tahun akan berkurang atau bahkan terhapus.

Atau dalam kasus lain, kamu membeli suatu saham yang dalam beberapa tahun terakhir mencatatkan kinerja yang memuaskan, lalu sesuatu yang buruk terjadi pada perusahaan yang kamu beli sahamnya dan membuat perusahaan tersebut berada pada fase yang buruk dan tampil mengecewakan, dan lebih parahnya tidak harapan untuk bangkit kembali. Jika terjadi hal yang demikian maka tentu investasi yang selama ini kamu harapkan akan kamu nikmati hasilnya ketika pensiun pada akhirnya justru tidak sesuai yang kamu harapkan.

Ketahuilah bahwa menutup mata terhadap pasar dan perusahaan yang kamu beli sahamnya ketika berinvestasi bisa berbahaya. Kamu harus memperhatikan skenario pasar dan kinerja perusahaan, sehingga kamu dapat mempertimbangkan untuk menjual sahamnya ketika kualitas bisnis atau manajemennya dalam masalah.

Strategi investasi jangka panjang

Buy & Hold bukanlah strategi yang bijaksana untuk diikuti sepanjang waktu. Terutama di lingkungan yang dinamis seperti saat ini, di mana arus informasi super cepat, dunia lebih terintegrasi dan dinamis. Strategi buy and hold harus berubah menjadi ‘Buy, Hold, & Watch

Strategi buy and hold akan lebih cocok untuk diterapkan sesuai pedoman investasi di bawah ini, namun kembali lagi, situasi bisnis sangatlah dinamis dan dapat berubah setiap saat, tetap pantau perkembangan kinerja bisnis perusahaan, tata kelola perusahaan, dan prospek ke depannya.

  1. Investasikan secara teratur, bulan ke bulan di saham dan deposito.

  2. Formula untuk berinvestasi ke saham = 100-umur kamu. Jadi misal sekarang kamu berumur 20 tahun, 100-20 = 80% dana sebaiknya dialokasikan ke ekuitas dan 20% ke deposito.

  3. Diversifikasi portofolio kamu di seluruh sektor dengan 20% investasi masing-masing ke Perbankan, IT, barang-barang konsumsi, Energi, Logam dan pertambangan.

  4. Investasikan porsi saham dalam rasio 45:45:10 atau 40:40:20 menjadi mid cap (kapitalisasi pasar menengah), big cap (Kapitalisasi pasar besar) & small cap (kapitalisasi pasar kecil).

  5. Perusahaan-perusahaan yang terpilih untuk investasi haruslah mendapatkan penghasilan dan bertumbuh secara konsisten dalam hal top line dan bottom line. (Pendapatan/penjualan dan laba)

  6. Perusahaan harus memiliki manajemen yang baik dan investor friendly.

  7. Memiliki catatan pembayaran dividen yang konsisten.

Dengan kriteria di atas, akan memastikan bahwa kamu memiliki pendapatan dividen secara reguler yang dapat dikonsolidasi dan diinvestasikan ke deposito sambil menumbuhkan kekayaan kamu serta menunggu datangnya kesempatan untuk membeli saham lain yang memiliki prospek cerah di harga yang tepat.