milenial

Bagaimana Cara Bertahan di Tengah Pasar Saham yang Seperti Roller Coaster by Dedi Utomo

roller coaster.jpg

Sejarah membuktikan bahwa saham, meskipun bergejolak dalam jangka pendek, tapi bisa menciptakan kekayaan dalam jangka panjang. Stockbit mencoba menyoroti beberapa cara yang dapat membantu investor bertahan dari pergerakan pasar saham yang seperti roller coaster dalam jangka pendek ini.

Beberapa Cara untuk mengatasi volatilitas pergerakan saham

Fokus pada Jangka Panjang

Sebelum mengencangkan sabuk pengaman, cantumkan tujuan dan sasaran keuangan kamu terlebih dahulu.
    
Setiap investor berbeda dalam menyusun portofolio. Sesuaikan selera dan toleransi risiko kamu. Portofolio yang terdiversifikasi dan dibuat khusus akan membuat pasar yang seperti roller coaster tidak membuat kamu panik.

Jangan Mengikuti Mental Kerumunan

Ketika kamu memulai perjalanan penciptaan kekayaan kamu, mungkin kamu dengan mudah kewalahan oleh kebisingan dan mendengar rumor di sekitar kamu. Di sini, kita mungkin ingin menangkap setiap peluang pasar.

Tidak setiap reaksi menuntut tindakan. Terkadang sangat berharga untuk tidak melakukan apa pun untuk menikmati perjalanan investasi kamu.

Baca Juga: Bagaimana Biar Tidak Mudah Panik dan Emosional Ketika Investasi Saham?

Beli Lebih Banyak Ketika Pasar Jatuh

Dari pada menjadi panik dan menjual investasi dengan kerugian ketika pasar jatuh, dan kerugian kamu terealisasi. Kondisi pasar yang bearish akan memberikan kamu kesempatan untuk membeli lebih banyak saham. Kadang-kadang kamu dapat membeli saham bagus dengan harga lebih murah. Ingat, tren pasar selalu berubah dan dengan perubahan haluan di pasar secara keseluruhan, kinerja saham-saham ini juga akan meningkat.

Ambil Keputusan yang Rasional

Ketika pasar sedang bullish, sebagian besar investor terpengaruh oleh euforia pasar tanpa mempertimbangkan risiko dan analisis fundamental dari saham. Hanya karena pasar sedang naik, jangan berinvestasi dalam saham yang pada dasarnya tidak memiliki fundamental yang kuat ya Stockbitor.

Jangan Biarkan Gejolak Mengalihkan Perhatian Kamu

Di sinilah kesabaran, kekuatan, dan ketekunan investor diuji. Sangat mudah untuk panik dan menjual saham pada titik waktu ini. Namun, sejarah telah menunjukkan bahwa pasar memberi imbalan kepada investor yang mengikuti strategi yang telah teruji waktu dengan mempertimbangkan nilai perusahaan untuk investasi jangka panjang mereka.

Rebalancing Portofolio

Lakukan pemantauan berkala terhadap portofolio saham kamu untuk memastikan bahwa prospek pertumbuhan dan fundamental perusahaan tidak berubah dan kamu sedang berada di track yang tepat menuju tujuan akhir.

Bagaimana Biar Tidak Mudah Panik dan Emosional Ketika Investasi Saham? by Dedi Utomo

emosional.jpg

Panik dan Emosional ketika investasi saham- Saat mengamati siklus emosi pasar, kamu akan menemukan bahwa investor sering didorong oleh sentimen optimis, euforia, kecemasan, penolakan, takut, putus asa, panik, patah semangat, harapan, dll.

Sering kali kita mengambil keputusan investasi yang tidak objektif mana kala kita terlalu emosional. Terutama ketika pasar sedang jatuh, mudah untuk takut dan menjual semua saham.

Akibat berbagai emosi ini, investor berpotensi mengambil keputusan yang justru merugikan. Kali ini Stockbit akan membantumu mengenali seperti apa itu investasi saham yang emosional serta tips dan cara menghindarinya.

Sumber : cuffelinks.com.au

Sumber : cuffelinks.com.au

Investasi yang Emosional

Apa saja yang membuat keputusan investasi jadi tidak rasional (emosional)?

Euforia (Euphoria). Kegembiraan melihat saham kamu naik hari demi hari membuat keuntungan akan tampak terus bertambah. Padahal euforia yang terlalu berlebihan menandakan bahwa pasar akan segera mengalami jenuh beli, jika sudah demikian maka yang akan terjadi adalah Bubble.

Takut (Fear). Ketika terjadi hari-hari buruk yang membawa harga saham-saham di pasar jatuh, seorang investor akan tergoda untuk menjual semua sahamnya dan “menyimpan kas”, padahal disaat saham-saham dipasar cenderung turun sebenarnya ada kesempatan untuk mencari dan membeli saham-saham yang bagus secara fundamental namun pada saat itu dalam kondisi turun. Jika kamu malah justru takut dan keluar dari pasar mungkin kamu akan kehilangan kesempatan ketika pasar melambung.

Terlalu percaya diri (Over-confidence). ketika pasar saham sedang dalam tren naik, investor mungkin percaya bahwa kemampuannya sendiri dalam menganalisa telah berhasil menghasilkan keuntungan. Sangat mudah untuk mengabaikan tanda-tanda peringatan dari indikator ekonomi/fundamental yang telah muncul di pasar. Solusi untuk kondisi ini adalah bersikaplah rendah hati atas semua analisa yang kamu lakukan, jangan sampai over-convidence karena akan sangat berbahaya.

Hiperaktif (Hyperactivity). Dibombardir terus-menerus dengan informasi real-time, investor dapat bereaksi terhadap setiap informasi yang masuk ke pasar dan hal ini bisa mengalihkan perhatian dari rencana jangka panjang kamu.

Penyangkalan (Denial). Seorang investor yang mengamati penurunan harga saham mungkin enggan untuk menjual dan mengakui kerugian. Menjual saham yang terdepresiasi berlawanan dengan kecenderungan emosional untuk tidak mengakui kegagalan.

Keserakahan (Greed). Di pasar manapun, daya tarik "lebih banyak" dapat menarik investor untuk mencari hasil lebih banyak pada obligasi, pertumbuhan lebih dalam saham. Namun berhati-hatilah - Semakin tinggi Yield/Return maka berarti lebih banyak risiko yang harus ditanggung.

8 Cara Menghindari keputusan investasi yang emosional

1. Bangun rencana keuangan jangka panjang

Penting bagi kamu untuk memiliki rencana keuangan jangka panjang yang berfungsi sebagai motor penggerak sekaligus rambu saat mengambil keputusan investasi. Rencana ini harus mencakup tujuan keuangan dan cara untuk mencapainya. Rencana keuangan ini perlu kamu buat secara tertulis agar kamu tidak lupa, sesekali mungkin kamu harus baca lagi untuk memastikan bahwa kamu masih berada di jalur yang sesuai dengan rencana awal, jika ternyata ada yang tidak sesuai maka kamu bisa melakukan evaluasi terhadap pengelolaan keuangan kamu. Menyelaraskan investasi dengan rencana keuangan juga perlu dilakukan sehingga sangat disarankan kamu meninjau rencana dan memperbarui strategi setiap tahun.

2. Pilih saham berkualitas tinggi

Satu hal yang pasti bahwa hanya investasi berkualitas tinggi yang akan menguntungkan dalam jangka panjang. Hindari membeli saham atau investasi lainnya yang tidak layak.

Kamu harus melakukan penelitian menyeluruh pada suatu saham sebelum memutuskan untuk membeli saham tersebut.

Baca juga : Analisa Fundamental- 3 Rasio untuk Memilih saham yang Sedang Murah

3. Memahami risiko

Risiko adalah bagian yang tak terpisahkan dari investasi. Kamu harus memahami setiap aspek risiko yang terlibat dalam investasi yang kamu lakukan. Kelola risiko investasimu untuk mengurangi kemungkinan membuat kerugian. Karena di dalam dunia investasi ini hubungan antara risiko dan tingkat keuntungan adalah berbanding lurus, semakin tinggi ekspektasi keuntungan maka tingkat risiko yang harus ditanggung juga semakin tinggi.

4. Diversifikasi portofolio investasi

Jangan meletakkan semua telur dalam satu keranjang. kamu harus melakukan diversifikasi portofolio investasi. Portofolio investasi harus didistribusikan berdasarkan intensitas risiko, industri, jenis dll.

Diversifikasi akan memastikan jika salah satu investasi tidak bekerja dengan baik, akan ada investasi lain yang mungkin memiliki kinerja baik.

Baca Juga : Diversifikasi Saham-Cara Efektif untuk Mengurangi Risiko

5. Dollar cost averaging (Investasi secara teratur)

Dollar cost averaging merupakan strategi investasi yang dilakukan dengan menginvestasikan sejumlah uang yang sama secara teratur (bisa mingguan atau bulanan) tanpa terpengaruh oleh kondisi pasar.

Dollar cost averaging merupakan cara efektif menghindari investasi emosional.

Strategi ini membantu untuk mempertahankan konsistensi investasi di semua kondisi pasar. Misalnya, alih-alih berinvestasi saham 100 juta sekaligus, kamu bisa berinvestasi sebesar 10 juta tiap bulan secara teratur.

Dollar cost averaging akan menghasilkan harga rata-rata investasi selama periode satu tahun sehingga sangat membantu untuk mengelola risiko.

6. Berinvestasi di waktu yang tepat

Karena emosi, ketakutan dan kecemasan, banyak orang keluar dari pasar ketika kondisi pasar sedang jatuh atau dalam kondisi turun. Mereka keluar dari pasar ketika mendengar berita buruk.

Pelajaran berharga yang beberapa investor sukses peroleh adalah mencari saham yang secara fundamental masih bagus namun sedang dalam kondisi turun karena pengaruh kondisi makro/global yang kurang kondusif, kamu mungkin akan menuai manfaat besar pada investasi jangka panjang jika mampu menemukan saham yang seperti itu.

Contoh, pada tahun 2008, banyak orang keluar dari pasar karena takut. Namun, pasar segera kembali ke kondisi semula setelah beberapa waktu, dan orang-orang yang memutuskan keluar justru harus menanggung kerugian.

7. Teliti semua berita & informasi

Mungkin kamu berpikir suatu saham berkinerja bagus karena diliput di TV, atau media cetak lainnya.

Jangan hanya mendasarkan keputusan untuk membeli atau menjual suatu investasi berdasarkan laporan ini. Sangat penting melakukan penelitian sendiri sebelum memutuskan untuk membeli atau menjualnya.

Carilah data saham tersebut benar-benar mengalami peningkatan. Jangan membuat rencana jangka pendek yang terburu-buru, yang justru akan mempengaruhi tujuan keuangan jangka panjang kamu.

8. Hindari mengikuti kerumunan

Investor sering menjadi mangsa apa yang dikenal sebagai ‘mentalitas kerumunan (kawanan)’. Ketika tersebar rumor harga saham tertentu sedang naik, banyak orang yang berbondong-bondong ikut membeli. Mereka bahkan siap membeli dengan harga lebih tinggi karena berpikir harga akan meningkat lebih lanjut. Hindari mengambil keputusan investasi karena mengikuti rumor atau ikut-ikutan. Semua keputusan investasi seharusnya dilakukan berdasarkan pertimbangan rasional melalui analisa dan pengamatan.

Sudah Kerja Keras Bagai Kuda tapi Gaji Bulanan Cuma Sebatas Lewat, Kenapa? by Dedi Utomo

gaji.jpg

(Gaji Sebatas Lewat) Sebagian dari kita mungkin juga mengalami permasalahan yang sama,  kenapa ya uang tetap saja habis walau ada kenaikan gaji dari tempat kerja? Permasalahan ini dampaknya akan serius loh kalau tidak diatasi dengan segera.

Baik, coba kita ulas, sebenarnya kenapa uangmu bisa cepat habis walau gaji sudah bertambah.

Hutang yang tidak dilunasi

Buat kamu yang punya hutang dan harus membayar angsuran bulanan. Hati- hati, jika kamu membiarkan utang tersebut menumpuk maka kamu akan terjerat hutang dan susah untuk melunasinya. Ada baiknya kamu segera melunasi hutang kamu ketika memperoleh kenaikan gaji atau promosi jabatan.

Tingkat inflasi yang tidak diperhitungkan

Tahun kemarin kayaknya harga nasi ayam bakar masih 15rb, eh sekarang udah 20rb. Uang kosan juga naik. Kecenderungan kenaikan harga kebutuhan pokok seperti makan dan tempat tinggal ini dinamakan inflasi. Jika kenaikan harga barang-barang ini lebih besar dari kenaikan gaji kamu, maka kamu akan kehilangan daya beli kamu terhadap barang tersebut. Harusnya seneng karena naik gaji, tapi ternyata harga barang-barang juga naik. Ujung-ujungnya kamu tidak bertambah makmur dengan kenaikan gaji kamu.

Kebiasaan hidup boros

Benar tidak? ketika kamu baru saja menerima gaji dari kantor tempat kamu bekerja rasanya pengen cepet-cepet ke mal buat belanja barang-barang, entah itu baju, makan di restoran terkenal, atau bahkan belanja sesuatu yang sebenarnya tidak kamu butuhkan namun kamu tetap membelinya. Kok gaji cepet amat ya habisnya? perasaan baru tengah bulan tapi dompet udah tipis aja. Dan akhirnya sesuatu yang sebenarnya kamu butuhkan malah tidak terpenuhi, ujung-ujungnya berhutang ke keluarga, bank, atau pinjaman online. Sebulan dua bulan mungkin tidak terasa dampaknya, namun untuk jangka panjang hal ini konsekuensinya bisa sangat serius. Segera hilangkan kebiasaan hidup yang seperti ini supaya kondisi keuangan kamu lebih baik di masa depan.

Meningkatnya gaya hidup

Seiring berjalannya waktu, akan tumbuh keinginan dalam diri kamu untuk meningkatkan gaya hidup. Misalnya, kamu tadinya pergi ke kantor naik bus tapi sekarang ingin naik motor atau mobil.

Kamu juga jadi cenderung memilih makan siang di restoran setiap hari daripada makan di kantin yang harganya jauh lebih murah.

Sah-sah saja kalau kamu menginginkan peningkatan gaya hidup, akan tetapi jangan sampai nantinya justru memberatkan kamu karena kenaikan pengeluaran lebih besar dari kenaikan gaji kamu di kantor.

Buat komitmen untuk membuat alokasi pengeluaran bulanan berdasarkan prioritas yang paling kamu butuhkan, agar keuangan kamu lebih teratur dan gaji kamu tidak sebatas lewat. Sisihkan sebagian uang gaji kamu dan mulailah berinvestasi.