investasi saham

Apakah Saham Blue Chip adalah Pilihan Bagus untuk Investasi Jangka Panjang? by Dedi Utomo

Pict by : Anjar Photography

Pict by : Anjar Photography

Belakangan ini, saham tengah menjadi instrumen investasi yang sedang digandrungi oleh masyarakat Indonesia. Kamu kah salah satunya?

Investasi di saham menjanjikan keuntungan yang  relatif lebih tinggi dibanding instrumen investasi lainnya dalam jangka panjang. Kemajuan teknologi membuat Investasi saham saat ini terbilang cukup mudah. Kamu bisa bertransaksi saham melalui gadget kamu dan melihat pergerakan harga saham favorit kamu di manapun dan kapanpun.  Namun bagi kamu yang baru mulai untuk berinvestasi saham, kenali terlebih dahulu karakteristik saham yang ingin kamu beli. Salah satu istilah yang sering kita dengar dalam dunia saham adalah Saham Blue Chip.

Tidak ada definisi resmi untuk saham blue chip, tetapi pada umumnya mereka adalah perusahaan besar, stabil, dan secara finansial sehat yang merupakan pemimpin dalam industri mereka masing-masing.

Beberapa karakteristik saham blue chip yang perlu kamu tau

Saham Blue Chip Memiliki Kapitalisasi Pasar yang Besar

Karakteristik dari saham blue chip yang Pertama adalah dilihat dari kapitalisasi pasarnya, nilai kapitalisasi pasar dari saham ini mencapai trilyunan rupiah, sehingga membuat harga saham blue chip ini sulit untuk dimanipulasi.

Punya Likuiditas Bagus

Selain kapitalisasi pasar yang besar, karakteristik yang ke dua yaitu mempunyai likuiditas yang bagus, dalam arti saham ini aktif diperdagangkan setiap harinya, sehingga mudah untuk ditransaksikan .Kapanpun kita ingin membeli/menjual sahamnya tersedia di pasar.

Makin Lama Tercatat di Bursa, Makin Mungkin untuk Masuk Blue Chip

Semakin lama saham tersebut tercatat di bursa memungkinkan saham tersebut untuk bisa masuk dalam kategori saham blue chip. Patokan yang dipakai biasanya minimal saham tersebut telah tercatat di bursa selama 5 tahun.

Kinerja Perusahaan adalah Tolok Ukur

Kinerja keuangan menjadi faktor penting untuk menentukan saham tersebut masuk dalam kategori saham blue chip atau tidak. Kinerja keuangan ini dilihat dari kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba yang cukup besar yang bertumbuh atau relatif stabil dari tahun ke tahun, sehingga menjamin perusahaan mampu untuk memberikan dividen setiap tahunnya kepada pemegang saham.

Kamu bisa menyaring sekaligus berinvestasi saham blue chip melalui Stockbit. Gunakan Preset Screener Bluechip Stocks untuk menemukan saham yang masuk dalam kriteria blue chip. Ini Caranya:

Saham Bluechip.gif

Mengapa investasi di peruahaan Blue Chip cukup menarik?

Sebagai hasil dari kekuatan fundamental mereka, saham blue chip juga merupakan saham yang populer untuk dibeli. Inilah alasannya.

Saham blue chip biasanya adalah perusahaan yang stabil. Stabilitas dan daya tahan mereka adalah daya tarik yang tersendiri bagi para investor.

Perusahaan-perusahaan ini adalah pemimpin di industri mereka selama beberapa dekade, bahkan lebih lama. Mereka telah berkembang pesat di masa boom dan tetap kuat dari masa-masa sulit. Produk mereka diakui dan dihargai oleh pelanggan yang mereka layani.

Keuntungan menjadi saham blue chip juga tercermin dalam laporan keuangan mereka. Blue chips sering memiliki margin keuntungan yang lebih baik dari pada pesaing mereka, kekuatan brand yang kuat, kekuatan harga, dan skala bisnis yang besar. Neraca mereka biasanya sangat besar dan dikelola dengan baik, memberi mereka akses terhadap sumber dana murah dari pasar obligasi atau sumber-sumber lain.

Investasi Saham Syariah-The Halal Way to Invest by Dedi Utomo

Halal investing.jpg

Bagi kamu yang ingin berinvestasi dengan prinsip syariah di Pasar Modal Indonesia ternyata bisa lho, asalkan kamu paham dulu ilmu dan fatwa tentang investasi saham syariah ini. Berikut ini, Stockbit akan membagikan informasi yang kamu butuhkan untuk berinvestasi saham syariah di Bursa Efek Indonesia.

Fatwa tentang investasi syariah di pasar modal

Menurut Fatwa No. 80/DSN-MUI/III/2011, investasi saham di Bursa Efek Indonesia dianggap sesuai syariah apabila hanya melakukan jual-beli saham syariah dan tidak melakukan transaksi yang dilarang secara syariah – yaitu transaksi spekulatif , transaksi yang dilakukan tanpa menggunakan analisis, riset atau pengetahuan.

Baca selengkapnya : Fatwa MUI tentang Penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas Di Pasar Reguler Bursa Efek

Di Bursa Efek Indonesia sendiri, daftar saham yang masuk dalam kategori syariah masuk ke dalam Daftar Efek Syariah (DES/ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII).

ISSI dan JII

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)

ISSI merupakan indeks saham yang mencerminkan keseluruhan saham syariah yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Konstituen ISSI adalah keseluruhan saham syariah tercatat di BEI dan terdaftar dalam Daftar Efek Syariah (DES). 

Semua saham syariah yang terdapat di pasar modal syariah Indonesia, baik yang tercatat di BEI maupun tidak, dimasukkan ke dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan oleh OJK secara berkala, setiap bulan Mei dan November. Saat ini, kriteria seleksi saham syariah oleh OJK adalah sebagai berikut:

Emiten tidak melakukan kegiatan usaha sebagai berikut:

  1. Perjudian dan permainan yang tergolong judi.

  2. Perdagangan yang dilarang menurut syariah, antara lain:
    -perdagangan yang tidak disertai dengan penyerahan barang/jasa.
    -perdagangan dengan penawaran/permintaan palsu.

  3. Jasa keuangan ribawi, antara lain:
    -bank berbasis bunga.
    -perusahaan pembiayaan berbasis bunga.

  4. Jual beli risiko yang mengandung unsur ketidakpastian (gharar) dan/atau judi (maisir), antara lain asuransi konvensional.

  5. Memproduksi, mendistribusikan, memperdagangkan, dan/atau menyediakan antara lain:
    -barang atau jasa haram zatnya (haram li-dzatihi).
    -barang atau jasa haram bukan karena zatnya (haram lighairihi) yang
    ditetapkan oleh DSN MUI.
    -barang atau jasa yang merusak moral dan/atau bersifat mudarat.

  6. Melakukan transaksi yang mengandung unsur suap (risywah).

Emiten memenuhi rasio-rasio keuangan sebagai berikut:

  1. Total utang yang berbasis bunga dibandingkan dengan total aset tidak lebih dari 45% (empat puluh lima per seratus). atau

  2. Total pendapatan bunga dan pendapatan tidak halal lainnya dibandingkan dengan total pendapatan usaha (revenue) dan pendapatan lain-lain tidak lebih dari 
    10% (sepuluh per seratus).

Konstituen ISSI mengalami review tiap 6 bulan sekali (Mei dan November) dan dipublikasikan pada awal bulan berikutnya. Konstituen ISSI juga dilakukan penyesuaian apabila ada saham syariah yang baru tercatat atau dihapuskan dari DES. 

Daftar saham yang masuk di indeks ISSI bisa kamu lihat di : Indeks ISSI

Jakarta Islamic Index (JII)

JII adalah indeks saham syariah yang pertama kali diluncurkan di pasar modal Indonesia pada tanggal 3 Juli 2000. Saham yang masuk dalam JII hanya terdiri dari 30 saham syariah paling likuid yang tercatat di BEI. Sama seperti ISSI, review saham syariah yang menjadi konstituen JII dilakukan sebanyak dua kali dalam setahun, Mei dan November, mengikuti jadwal review DES oleh OJK.

BEI menentukan dan melakukan seleksi saham syariah yang menjadi konstituen JII. Adapun kriteria likuditas yang digunakan dalam menyeleksi 30 saham syariah yang menjadi konstituen JII adalah sebagai berikut:

  • Saham syariah yang masuk dalam konstituen Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) telah tercatat selama 6 bulan terakhir

  • Dipilih 60 saham berdasarkan urutan rata-rata kapitalisasi pasar tertinggi selama 1 tahun terakhir

  • Dari 60 saham tersebut, kemudian dipilih 30 saham berdasarkan rata-rata nilai transaksi harian di pasar regular tertinggi

  • 30 saham yang tersisa merupakan saham terpilih.

Daftar saham yang masuk di Indeks JII bisa kamu lihat di : Indeks JII

Jakarta Islamic Index 70 (JII70)

JII70 Index adalah indeks saham syariah yang diluncurkan BEI pada tanggal 17 Mei 2018. Saham yang termasuk dalam JII70 hanya terdiri dari 70 saham syariah paling likuid yang tercatat di BEI. Sama seperti ISSI, review saham syariah yang menjadi konstituen JII dilakukan sebanyak dua kali dalam setahun, Mei dan November, mengikuti jadwal review DES oleh OJK.

BEI menentukan dan melakukan seleksi saham syariah yang menjadi konstituen JII70. Adapun kriteria likuditas yang digunakan dalam menyeleksi 70 saham syariah yang menjadi konstituen JII70 adalah sebagai berikut:

  • Saham syariah yang masuk dalam konstituen Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) telah tercatat selama 6 bulan terakhir

  • Dipilih 150 saham berdasarkan urutan rata-rata kapitalisasi pasar tertinggi selama 1 tahun terakhir

  • Dari 150 saham tersebut, kemudian dipilih 70 saham berdasarkan rata-rata nilai transaksi harian di pasar regular tertinggi.

  • 70 saham yang tersisa merupakan saham terpilih.

Daftar saham yang masuk di Indeks JII70 bisa kamu lihat di : Indeks JII70

Tertarik untuk berinvestasi saham? Investasi saham lebih mudah melalui aplikasi Stockbit, karena kamu bisa berdiskusi dengan sesama investor saham, analisa dengan fitur-fitur canggih Stockbit Pro, dan Bertransaksi saham sekaligus dalam satu aplikasi.

Sumber:

OJK.go.id

IDX.co.id

Ini Keuntungan Kamu Menjadi Investor Ritel/Individual by Dedi Utomo

retail.jpg

Halo Stockbitor, kamu tidak perlu takut atau minder buat jadi investor ritel/perorangan yang bermodal kecil, karena sebenarnya kamu memiliki cukup banyak keunggulan dibanding investor institusi, yuk simak keunggulan apa aja yang kamu miliki sebagai investor ritel.

Sebuah wawancara singkat antara Charles Ellis dan benjamin Graham pada tahun 1976.

Charles Ellis: “Apakah Anda berpikir bahwa investor perorangan dirugikan dibandingkan dengan linvestor institusi, karena dana yang besar, fasilitas unggul untuk memperoleh informasi, dll.?

Benjamin Graham: “Sebaliknya, investor ritel memiliki keuntungan besar atas institusi besar. "

1976 Wawancara dengan Benjamin Graham

Sebagai seorang investor kamu akan membuat beberapa kesalahan di sepanjang jalan, tetapi kuncinya adalah membuat kesalahan sambil memanfaatkan keuntungan kamu sebagai investor ritel/perorangan. Sebagaimana dicatat oleh Charles Ellis dalam pertanyaannya kepada Ben Graham, para institusi memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan individu, jadi tidak ada gunanya pergi bersama-sama dengan mereka di wilayah mereka. Sebaliknya, fokuslah pada area di mana kamu, investor individu, memiliki keuntungan alami. Berikut ini keuntungan yang kamu miliki sebagai investor individu dibanding investor institusi.

Kesabaran dan kemandirian

Keuntungan pertama adalah kemampuan investor individu untuk bersabar dan berpikir mandiri untuk berinvestasi jangka panjang.

IT DOES NOT DO TO DWELL ON DREAMS,.jpg

Investor institusi sangat banyak ditanya-tanya seperti "Apa yang telah Anda lakukan untuk saya?" Para fund manager sering dibandingkan dengan kinerja rekan-rekan mereka dan patokan (benchmark) mereka. Selain itu kinerja mereka secara rutin selalu di evaluasi, entah itu per kuartal atau per 6 bulan, beda halnya dengan investor ritel yang memiliki kebebasan dari tekanan ini. Sehingga investasi kamu lebih santai tanpa ada tekanan pelaporan kinerja.

Investor individu tidak perlu khawatir berkinerja buruk pada tahun-tahun tertentu dan dengan demikian dapat lebih fokus pada kesabaran dan jangka panjang. Kamu dapat memegang posisi kas besar atau menggunakan seluruh dana untuk membeli saham.

Membuat investasi yang berarti di perusahaan-perusahaan kecil

IT DOES NOT DO TO DWELL ON DREAMS,.png

Dalam surat Berkshire Hathaway 1995, Buffett menulis:

"Kerugian besar yang kami hadapi adalah ukuran: Pada tahun-tahun awal, kami hanya membutuhkan ide-ide bagus, tetapi sekarang kami membutuhkan ide-ide besar yang bagus."

Agar memperoleh return sesuai ekspektasi, investor institusi dengan AUM milyaran perlu melakukan investasi besar. Namun di sisi lain mereka memiliki batasan-batasan dalam melakukan investasi pada perusahaan, seperti batasan kapitalisasi pasar, batasan alokasi dana maupun batasan maksimum persentase kepemilikan pada suatu saham.

Ketika dana kelolaan meningkat, fund manager sulit untuk melakukan investasi besar di perusahaan kecil karena para big fund dituntut untuk melakukan diversifikasi portofolio, walaupun sebenarnya mereka bisa membeli 100% saham perusahaan, tetapi mereka memiliki batasan-batasan untuk membeli saham suatu perusahaan.

Akibatnya, investor institusi terpaksa hanya fokus pada perusahaan besar. Sehingga kesempatan mereka untuk secara konsisten menghasilkan tingkat compound return yang tinggi lebih terbatas daripada investor individu yang dapat mengambil posisi terbaik di perusahaan kecil.

Kemampuan berpikir seperti pemilik bisnis

Tekanan kinerja jangka pendek pada investor institusi juga membatasi minat mereka dalam mengambil perspektif pemilik bisnis dalam saham yang mereka beli.


Tips to be Impeccably Groomed.jpg

Individu dapat berinvestasi dalam perusahaan di mana mereka ingin mengambil posisi jangka panjang, fokus pada bisnis. Ini membutuhkan proses penelitian yang berbeda, berfokus pada hal-hal seperti keunggulan kompetitif perusahaan yang tahan lama, keterampilan alokasi modal manajemen, dan kebijakan dividen.

Jadi meskipun tidak selalu terlihat, investor ritel/individu memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan investor institusi. Kesalahan dalam memprediksi prospek bisnis perusahaan adalah bagian dari investasi, tetapi jika kamu berbuat salah atau keliru saat mengejar keuntungan, kamu memiliki kemampuan untuk bersabar dan mandiri, berinvestasi dengan pilihan saham yang lebih luas, dan mengambil perspektif pemilik bisnis.