30 Istilah dalam investasi saham yang wajib diketahui oleh investor pemula / by Dedi Utomo

pemula.jpg

Ada banyak sekali istilah dalam investasi saham. Sebagai investor pemula, tentu membutuhkan panduan untuk mengenali istilah-istilah ini.

Stockbit telah merangkum 30 istilah dalam investasi saham yang paling penting, populer, dan wajib diketahui oleh setiap investor saham Indonesia.

Stockbit sekaligus mencantumkan screenshot halaman di aplikasi Stockbit, sehingga lebih mudah dipahami oleh investor pemula.

30 Istilah dalam investasi saham

BEI.jpg

1. IDX/Bursa Efek Indonesia

BEI adalah lembaga yang berperan dalam menyelenggarakan dan menyediakan fasilitas sistem perdagangan efek di pasar modal Indonesia.

Secara sederhana Bursa Efek Indonesia adalah pasar di mana efek/ surat berharga jangka panjang seperti saham diperdagangkan.

broker.jpg

2. Broker atau Perusahaan Sekuritas

Broker/Perusahaan Sekuritas adalah jembatan antara investor dengan pasar modal, perusahaan ini memiliki lisensi dari OJK.

Untuk membeli saham, kamu harus membuka rekening saham di perusahaan sekuritas/broker ini.

Contoh perusahaan sekuritas adalah Sinarmas Sekuritas yang saat ini bekerja sama dengan Stockbit.

Baca Selengkapnya : Buka Rekening Saham di Stockbit

rdn.jpg

3. Rekening Dana Nasabah (RDN)

RDN atau RDI merupakan sebuah rekening dana yang dibuka di Bank yang menjadi partner dari broker / perusahaan sekuritas.

RDN adalah rekening untuk menyimpan dana/kekayaan investasi investor.

RDN harus dibuka atas nama investor yang bersangkutan sesuai dengan data dirinya di KTP.

IPO.jpg

4. IPO (Pasar Perdana)

IPO adalah pasar di mana saham suatu perusahaan pertama kali dilepas untuk ditawarkan atau dijual kepada masyarakat/publik.

Karena itu, perusahaan yang melakukan IPO sering disebut sedang "GO PUBLIC". Artinya membiarkan masyarakat umum untuk memiliki saham di perusahaan tersebut.

indeks.jpg

5. Indeks

Indeks adalah angka indikator yang menggambarkan harga rata-rata dari beberapa saham yang terdaftar atau menjadi anggota dari indeks tersebut.

Contoh indeks yang ada di BEI adalah:

LQ45 - Indeks yang mengukur performa harga dari 45 saham-saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik.

Baca Selengkapnya: Indeks Di Bursa Efek Indonesia

kode saham.jpg

6. Kode Saham

Setiap perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia akan memiliki kode saham yang terdiri dari 4 huruf. Kode saham ini sangatlah mudah untuk dihafal ketika kamu sudah terjun ke dunia investasi saham.

Sebagai contoh, $BBCA adalah kode untuk Bank BCA, $ASII adalah kode saham Astra Internasional, $BBRI adalah kode saham Bank BRI.

Sektor.jpg

7. Sektor

Di Bursa Efek Indonesia, saham-saham yang ada dikelompokkan berdasarkan sektor usahanya.

Ada 9 Sektor di Bursa Efek Indonesia yaitu:

1. Sektor Pertanian ($AGRI)
2. Sektor Pertambangan ($MINING)
3. Sektor Perdagangan ($TRADE)
4. Sektor Properti ($PROPERTY)
5. Sektor Infrastruktur, utilitas dan transportasi ($INFRASTRUC)
6. Sektor Industri Dasar dan Kimia ($BASIC-IND)
7. Sektor Aneka Industri ($MISC-IND)
8. Sektor Barang Konsumsi ($CONSUMER)
9. Sektor Keuangan ($FINANCE)

IHSG.jpg

8. $IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan ($IHSG) adalah indeks utama yang menjadi indikator pergerakan semua saham yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia.

Bluechip.jpg

9. Saham Bluechip

Tidak ada definisi resmi untuk saham blue chip, tetapi pada umumnya saham bluechip adalah perusahaan besar, stabil, dan secara finansial sehat serta merupakan pemimpin dalam industri mereka masing-masing.

Baca Selengkapnya: saham Blue Chip

saham beredar.jpg

10. Saham Beredar

Saham beredar (Current Share Outstanding) adalah bagian saham perusahaan yang sudah diterbitkan oleh perusahaan dan sudah memiliki status dimiliki oleh orang-perorangan ataupun perusahaan ataupun lembaga.

Sebagai contoh Bank Rakyat Indonesia Tbk. ($BBRI) telah menerbitkan 123,35 miliar lembar saham.

market cap.jpg

11. Market Cap (Kapitalisasi Pasar)

Kapitalisasi pasar adalah istilah yang menunjukkan harga keseluruhan dari sebuah perusahaan yaitu harga yang harus dibayar seseorang bila ingin membeli 100% kepemilikan perusahaan tersebut melalui pasar sekunder.

Kapitalisasi pasar dihitung dengan mengalikan jumlah lembar saham beredar perusahaan tersebut dengan harga per lembar saham perusahaan saat ini.

watchlist.jpg

12. Watchlist

Watchlist adalah list saham yang menjadi fokus kamu.

Dari kurang lebih 625 saham yang telah tercatat di Bursa Efek Indonesia, kamu tidak mungkin memantau semuanya. Kamu hanya perlu memantau beberapa saham yang sesuai dengan kriteria investasi kamu, misal kinerja keuangan bagus, bluechip, market cap terbesar, atau kriteria lainnya.

Watchlist membantu kamu lebih fokus pada saham-saham yang menjadi incaran kamu, sehingga ketika datang kesempatan untuk membeli saham, kamu sudah tahu harus membeli saham apa.

fraksi harga.png

13. Fraksi Harga

Saham memiliki aturan dalam satu kali kenaikan dan penurunan harganya.

Sebagai contoh, untuk saham yang memiliki harga per lembar antara Rp200 - Rp500, setiap satu kali kenaikan harga saham adalah kelipatan 2. Jadi misal kamu ingin beli saham di harga 201, ini tidak bisa. Order kamu akan ditolak oleh sistem bursa, karena tidak sesuai aturan fraksi harga.

Kamu hanya bisa memasukkan order di harga 202,204,206…..498 untuk saham-saham yang memiliki harga antara 200-500. Begitu juga di kelompok harga lainnya menyesuaikan aturan perubahan harga masing-masing.

order book.jpg

14. Orderbook

Penawaran beli/jual terhadap suatu saham disertai informasi harga terakhir (Last price), harga pembukaan (Open), harga tertinggi (High), harga terendah (Low).

Total transaksi dalam lot (Lot), nilai transaksi (Val), nilai rata-rata transaksi (Avg). Antrian beli/jual dalam lot di tiap harga.

Bid ask.jpg

15. Bid/Ask

Antrian beli dan jual dalam satuan lot di tiap harga.

Kolom Bid menunjukkan antrian pembelian, semakin ke bawah harganya akan semakin kecil/murah, antrian Bid di harga paling atas (3.870) dinamakan Best Bid (antrian pembelian pada harga terbaik).

Kolom Ask semakin ke bawah akan semakin tinggi/mahal. Antrian Ask di paling atas (3.880) dinamakan Best Offer (penawaran jual di harga termurah).

Sebuah order tidak akan match sebelum ada yang mau mengalah.

Bagi pihak pembeli supaya dapat saham harus membeli di harga best offer (3.880).

Bagi pihak yang menjual saham, supaya sahamnya laku terjual, maka harus jual di harga best Bid (3.870).

Buy.jpg

16. Buy

Tombol yang bisa kamu gunakan untuk melakukan pembelian saham.

Untuk melakukan pembelian saham di aplikasi Stockbit, kamu tinggal swipe ke kanan saham pilihan kamu, lalu klik tombol Buy.

Sell.jpg

17. Sell

Tombol yang kamu gunakan untuk menjual saham yang telah kamu beli.

Kamu bisa menjual saham dengan cara swipe ke kanan saham yang ingin dijual melalui halaman portofolio.

order list.jpg

18. Order List dan Order Status

Menunjukkan list dari saham yang kamu order hari ini, di order list akan tertera jumlah nominal order dan pada harga berapa kamu melakukan pembelian atau penjualan saham.

Kolom Status menunjukkan status order saham kamu.

Status order meliputi:

Match: Sudah dapat saham yang dibeli/ saham yang dijual sudah laku terjual.

Open: order beli/jual masih mengantri atau belum match.

Rejected: Order ditolak oleh sistem, karena tidak sesuai aturan, misal beli di luar jam bursa, beli di harga yang tidak sesuai aturan fraksi harga.

Withdrawn: Status order ketika kamu membatalkan order beli/jual (Cancel Order).

Slide 1 (14).jpg

19. Jam Perdagangan Bursa

Beli dan jual saham tidak bisa dilakukan setiap waktu, ada aturan mengenai jam perdagangan bursa.

Baca selengkapnya : Jam Perdagangan Saham

Take Profit.jpg

20. Take Profit (TP)

Take Profit artinya menjual saham yang sebelumnya kamu beli karena sudah mencapai target keuntungan dan harga saham menunjukkan indikasi untuk turun.

Misalnya kamu menetapkan level Take Profit (TP) bila keuntungan telah mencapai 10%-15%, maka ketika keuntungan telah mencapai kisaran angka 10%-15%, kamu dapat langsung menjual saham untuk merealisasikan keuntungan yang telah diperoleh.

cut loss.jpg

21. Cut Loss (CL)

Cut Loss artinya menjual saham yang sebelumnya kamu beli untuk mencegah kerugian yang lebih lanjut ketika saham yang kamu pegang tersebut terus saja turun.

Misalnya kamu menetapkan batas cut loss bila kerugian telah sebesar 5%-10%, maka ketika kerugian telah mencapai kisaran angka tersebut, kamu dapat langsung menjualnya, sehingga kamu telah membatasi kerugian lebih jauh, dan kamu tidak menderita kerugian yang lebih besar.

portofolio.jpg

22. Portofolio

Portofolio menunjukkan detail dari investasi yang kamu lakukan.

Meliputi saham apa yang sedang kamu pegang, berapa keuntungan yang kamu peroleh di masing-masing saham (Potential P&L), berapa persen keuntungan dari modal yang kamu tanamkan (Capital Gain).

Serta Equity yang menunjukkan berapa nilai investasi kamu saat ini, nilai equity adalah hasil penjumlahan antara total modal yang diinvestasikan ditambah total keuntungan yang diperoleh.

dividen.jpg

23. Dividen

Dividen adalah laba atau keuntungan yang diterima oleh pemegang saham yang berasal dari keuntungan perusahaan dalam menjalankan usaha selama satu periode.

Contoh ketika kamu berinvestasi di saham Indo Tambangraya Megah Tbk. ($ITMG), kamu akan memperoleh dividen sebesar Rp3.260 per lembar saham pada bulan Oktober lalu, jadi ketika kamu membeli saham $ITMG 1 lot, kamu akan memperoleh dividen Rp326.000.

Catatan: 1 lot = 100 lembar saham.

Corporate Action.jpg

24. Corporate Action

Aksi korporasi (corporate action) adalah langkah atau tindakan yang diambil oleh perusahaan yang berdampak langsung terhadap kepemilikan saham para pemegang saham (investor).

Contoh Corporate Action.

Pembagian dividen, penerbitan saham baru (Right Issue), pembelian kembali saham oleh perusahaan (Buyback), perusahaan mengambil alih perusahaan lain (Akuisisi), perusahaan menggabungkan diri dengan perusahaan lain (Merger), pemecahan nominal harga saham (Stocksplit), dll.

Baca selengkapnya: Aksi Korporasi Emiten

Teknikal.jpg

25. Analisa Teknikal

Analisa teknikal adalah suatu pendekatan analisa saham dengan cara mempelajari aktivitas pasar menggunakan data-data historis harga, berupa grafik harga saham yang telah terjadi di masa lalu untuk memprediksi arah pergerakan harga saham.

Data-data historis yang digunakan dalam analisa teknikal antara lain seperti informasi harga pembukaan, penutupan, tertinggi, terendah, volume perdagangan, serta indikator-indikator lainnya.

chart.jpg

26. Chart

Chart adalah senjata kamu untuk melakukan analisa teknikal.

Di dalam chart, terdapat indikator-indikator seperti indikator Volume, Stochastic Oscillator, MACD, Moving Average, dll.

Indikator-indikator ini akan membantu memudahkan prediksi kamu dalam melakukan analisa teknikal.

fundamental.png

27. Analisa Fundamental

Analisa fundamental adalah sebuah pendekatan untuk mengetahui kondisi perusahaan, di mana analisis tersebut mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan kondisi laporan keuangan perusahaan melalui rasio-rasio keuangan maupun kondisi non-keuangan seperti kekuatan brand, tata kelola perusahaan, dll.

Baca Selengkapnya: 10 Rasio Keuangan Inti

nilai intrinsik.jpg

28. Nilai Intrinsik (Valuasi Saham)

Nilai intrinsik menunjukkan harga wajar dari suatu saham berdasarkan analisa fundamental dan valuasi yang telah dilakukan.

Ketika harga wajar lebih tinggi dari harga saham saat ini, maka investasi di saham tersebut layak untuk dilakukan.

bullish.jpg

29. Bullish

Menunjukkan kondisi pergerakan harga saham yang cenderung naik dalam jangka waktu tertentu.

30. Bearish

Menunjukkan kondisi pergerakan harga saham yang cenderung turun dalam jangka waktu tertentu.