3 Tantangan Berinvestasi yang Dihadapi Generasi Millenials / by Hilmawan Kusumajaya

Post ini adalah guest post dari tim @AjaibRobo

Sudah siapkah generasi millennials dalam menjawab tantangan berinvestasi? Terkadang investasi memang masih asing bagi generasi millennials, mengingat banyaknya tantangan berinvestasi yang harus mereka hadapi. Apa sajakah tantangan tersebut?

Picture1ajaib.png

Quick Bites:

  • Profil generasi millennials

  • Tantangan berinvestasi yang dihadapi generasi millennials


Generasi Millennials

Generasi millennials atau generasi Y adalah generasi yang lahir pada tahun 1981-2000, dan pada tahun 2018 umumnya sudah berusia 37 hingga 18 tahun. Pada usia tersebut, diestimasikan generasi ini sudah mulai memasuki usia produktif yang mulai bekerja dan merencanakan masa depannya.

Generasi ini lekat dengan kecanggihan teknologi, dimana mereka sudah terbiasa dengan adanya internet serta beberapa platform dan aplikasi yang melengkapinya.  Namun entah mengapa generasi ini masih menganggap investasi sebagai hal yang asing. Padahal generasi millennials tentunya harus bekerja lebih keras dibandingkan generasi-generasi sebelumnya, mengingat harga-harga yang jauh lebih tinggi, misalnya harga tanah atau properti yang tinggi. Hal ini tentu menuntut kerja keras, untuk memenuhi kebutuhan mulai dari rumah, dana pensiun, tabungan, investasi atau kebutuhan dasar lainnya.

Lalu sebenarnya apa saja tantangan berinvestasi yang akan dihadapi generasi millennials ini?

 

Tantangan Berinvestasi yang Dihadapi Generasi Millennials

Meski sebagian generasi milenial sudah terjun ke dunia investasi, namun bukan berarti ini tidak menjadi tantangan tersendiri bagi mereka. Justru dengan adanya peluang yang terbuka lebar bagi mereka, maka semakin besar juga tantangan yang harus dihadapi mereka untuk bisa meraih sukses pada kesempatan besar ini.

Tak jarang banyak dari mereka yang masih keliru dan melakukan kesalahan-kesalahan dalam berinvestasi. Oleh karena ini, Ajaib Robo akan memberikan tips untuk menghadapi tantangan dalam berinvestasi tersebut.

#1 Belum Menentukan Tujuan Investasi

Berinvestasi tanpa tujuan layaknya berjalan tanpa arah. Anda akan terus berjalan tanpa tahu kapan dan dimana harus berhenti. Inilah tantangan pertama investasi yang dihadapi mayoritas generasi millennials, dimana mereka belum menentukan tujuan dari investasi yang dilakukannya.

Douglas Boneparth, penulis buku “Millennial Money Fix” mengungkapkan bahwa umumnya generasi millennials tidak memiliki tujuan finansial yang jelas, padahal umumnya berpenghasilan besar, sehingga hasilnya banyak yang gagal dalam mengelola keuangan. Salah satu contohnya yang paling jelas adalah kesulitan generasi millennials untuk membeli hunian atau tempat tinggal. Selain dikarenakan ketidakseimbangan kenaikan upah dan harga properti, juga disebabkan kurang jelasnya tujuan investasi yang generasi millennials buat.

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk mengikuti konsep George T. Doran  dalam membuat tujuan, yaitu S.M.A.R.T (Specific, Measurable, Achievable, Realistic and Timely).  Tujuan yang jelas akan membantu Anda lebih mudah menentukan tindakan untuk mencapainya.

#2 Gaya Hidup Hedonisme

Jujur saja, semua orang pada dasarnya senang berbelanja (terutama jika ada uangnya). Namun gaya hidup hedonisme ini sering dikaitkan dengan generasi millennials, dengan anggapan mereka kerap melakukan aktivitas fisik berupa mengejar modernitas dan menghabiskan banyak uang dan waktu yang dimilikinya untuk memenuhi keinginan.

Belum lagi di jaman ini promo dan diskon semakin mudah didapatkan, mulai dari kupon voucher dan cashback hingga informasi promo yang tersebar di seluruh situs dan media sosial. Contoh lainnya adalah gaya hidup traveler yang juga identik dengan generasi millennials. Mereka rela merogoh tabungan yang ada demi berlibur keliling dunia dan mendapatkan momen yang instagrammable.

Inilah yang menjadi tantangan kedua generasi milenial dalam berinvestasi, dimana banyak dari mereka yang kemudian menghabiskan uang lebih dari alokasinya, bahkan sampai berutang. Ujung-ujungnya, mereka menggunakan uang investasinya untuk hal-hal konsumtif.

Atasi hal ini dengan membuat anggaran yang jelas dan tentukan prioritas penggunaan uang. Kemudian taati anggaran tersebut, sehingga tidak ada lagi alasan “tidak ada sisa uang untuk berinvestasi.”

#3 Menganggap Remeh Masa Pensiun

Memang betul tampaknya masih sangat lama masa pensiun bagi generasi milennials yang mayoritas berumur 20 an. Tetapi waktu berjalan dengan sangat cepat, dan tanpa disadari Anda akan mencapai titik tersebut. Sesuai siklus hidup manusia, Anda juga pasti akan sampai pada suatu titik dimana Anda tidak lagi produktif dan tidak memiliki penghasilan tetap lagi.

Jika dihitung, mungkin idealnya Anda akan pensiun sekitar 20 hingga 30 tahun dari sekarang. Tampak masih lama, tapi nyatanya tidak. Jika tidak mulai dipersiapkan dari sekarang, maka diestimasikan generasi millennials akan sulit menghadapi masa pensiunnya. Bahkan terancam tidak bisa pensiun!

Salah satu penyebab gagal pensiun adalah karena kurangnya persiapan sejak usia muda. Disinilah pentingnya sebuah PERENCANAAN PENSIUN (retirement plan) bagi generasi millennials. Dengan perencanaan pensiun, Anda akan mengetahui estimasi berapa jumlah uang yang Anda butuhkan saat pensiun, mengetahui berapa lama Anda harus berinvestasi, memperjelas arah investasi Anda, dan menghindari kesalahan persiapan masa pensiun.

Jadi, sudahkah Anda para generasi millennials siap menghadapi 3 tantangan tersebut? Belum terlambat bagi Anda untuk mengubah pola pikir dan memulai berinvestasi dengan benar. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda.


Ajaib Robo merupakan Robo Advisor pertama di Indonesia yang menyediakan platform digital yang menyediakan perencanaan keuangan secara otomatis dan digerakkan oleh algoritma

Web: www.ajaib.co.id

Instagram: @ajaib.robo

Ebook: www.ajaib.co.id/ebook