Analisa Saham Indah Kiat Pulp & Paper Tbk ($INKP ) - The Real Value Behind Pulp Company / by erwin handono

Saham Indah Kiat Pulp & Paper Tbk ($INKP) berhasil naik +240.74% secara YTD, kenaikan tersebut adalah tertinggi ke lima diantara seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia secara YTD, dengan ini kapitalisasi pasar $INKP berhasil melampaui Rp 100 T. Kenaikan saham $INKP yang terjadi terus-menerus belakangan ini menimbulkan pertanyaan besar.

Berapa sebenarnya harga yang layak untuk sebuah perusahaan pulp and paper sekelas $INKP? Bagaimana prospek saham Indah kiat ini?

Pada hari Kamis, 24 Mei 2018 lalu, Stockbit berkesempatan untuk melakukan wawancara dengan Bapak Wilbert Ham, Senior Equity Analyst dari Sinarmas Sekuritas untuk membahas mengenai saham $INKP yang diadakan di rework.id

Sekilas tentang profil bisnis $INKP

$INKP adalah salah satu perusahaan group Sinarmas Asia Pulp and Paper (Sinarmas APP). $INKP adalah perusahaan yang terintegrasi di bidang Pulp & Paper karena beroperasi di Upstream dan Downstream. Di bagian Upstream $INKP memproduksi bubuk kertas (pulp) dengan kapasitas produksi saat ini sebesar 3 juta ton dan di bagian downstream $INKP memproduksi kertas dengan kapasitas produksi 1,7 juta ton dan packaging dengan kapasitas produksi 2,1 juta ton. Secara keseluruhan total kapasitas produksi $INKP mencapai 6,8 juta ton dan nilai utilisasi 92%. Dengan melihat angka ini, menunjukkan bahwa $INKP adalah salah satu produsen pulp & paper terbesar di dunia. 

Prospek industri pulp & paper

Menurut Wilbert, prospek industri pulp & paper masih akan cerah ke depannya. hal ini didukung dengan adanya demand baik itu pulp, kertas maupun packaging yang masih cenderung meningkat hingga 2020 nanti.

Wilbert memproyeksikan demand untuk produk pulp masih akan tumbuh  4%, demand untuk tissue berkisar 4%, sementara demand untuk packaging masih akan tumbuh 3% untuk periode 2016-2020. Proyeksi ini didasarkan pada kebijakan Cina untuk mengurangi impor kertas recycle dengan tujuan untuk mengurangi tingkat polusi di Cina sendiri, dengan kata lain, akan ada shifting dari recycle paper ke virgin pulp (serat alami), sehingga supply akan pulp yang cenderung tetap, sedangkan demand akan pulp masih cukup tinggi, sehingga harga pulp masih akan mengalami kenaikan ke depannya. Per tanggal 22 Mei 2018, pulp benchmark Cina tercatat di harga 769 USD per ton. Wilbert mengatakan bahwa tren kenaikan harga pulp ini masih akan terus berlanjut dan bertahan di harga yang cukup tinggi.

Prospek saham

Melihat harga pulp sendiri yang tinggi dan terus mengalami kenaikan, tentu akan menguntungkan perusahaan-perusahaan di industri pulp & paper, karena harga jual untuk produk $INKP  baik upstream maupun downstream akan cenderung tinggi. Apabila melihat dari segi margin perusahaan, secara Quarter, gross profit margin tercatat 35,9%, operating profit margin 28,4%, dan net profit margin di angka 18,4%. $INKP menjadi perusahaan pulp & paper yang memiliki keunggulan kompetitif di antara pesaingnya, karena $INKP termasuk perusahaan yang bisa dibilang very integrated dengan didukung infrastruktur yang mumpuni, sehingga $INKP mampu melakukan produksi secara efisien.

"Saat ini, $INKP mulai untuk fokus pada lini bisnis packaging karena memang permintaan akan produk ini yang mulai meningkat seiring berkembangnya bisnis ecomerce, selain itu juga lini bisnis untuk produk tissue, di mana pabrik untuk produk tissue milik $INKP  diekspektasikan akan mulai beroperasi pada tahun ini dengan kapasitas produksi 108.000  ton," ungkap Wilbert.

Valuasi Saham $INKP

Wilbert merekomendasikan beli saham $INKP dengan target price Rp 18.300 yang mengindikasikan PE 2019F 10,5X.