Investasi Saham Ala Lo Kheng Hong- Bebas secara Finansial melalui Pasar Saham / by Dedi Utomo

Screenshot_138.png

Para Stockbitor pasti sudah mengenal siapa itu Lo Kheng Hong. "LKH" begitulah kebanyakan investor saham memanggilnya. Kiprahnya di dunia saham memang patut kita contoh sebagai investor yang telah mencapai kebebasan finansial melalui investasi di pasar saham. Tidak main-main, Lo Kheng Hong mendapat julukan sebagai Warren Buffett-nya Indonesia. Penasaran dengan kisah sukses Lo Kheng Hong dan gaya investasi sahamnya? Simak kisahnya.

Bagaimana Lo Kheng Hong mulai investasi saham?

LKH memulai investasi di bursa saham pada usia 30 tahun, kala itu LKH bekerja sebagai pegawai tata usaha pada sebuah bank dengan gaji yang terbilang apa adanya. Namun satu hal yang patut kita teladani dari sosok Lo Kheng Hong adalah kemampuannya untuk berhemat demi investasi saham. Dia tidak tergiur untuk hidup bermewah-mewah seperti kebanyakan orang dan rutin dalam menyisihkan sisa gaji bulanannya untuk membeli saham. 

Pernah rugi di pasar saham

Apakah LKH pernah rugi di pasar saham? Yups dia pernah mengalaminya. Ketika itu, dia tergiur untuk membeli saham IPO karena memang berpotensi memberikan capital gain yang besar. Namun sayangnya investasi di saham ketika IPO tidak selalu menguntungkan dan akhirnya dia berani menjual sahamnya dalam keadaan rugi. Kerugian ini tidak membuatnya kapok dan keluar dari pasar saham, justru dia semakin giat untuk mempelajari cara investasi saham yang benar dengan membaca buku-buku tentang investasi. Buku yang menjadi favorit LKH adalah karangan investor saham sukses sekaligus salah satu orang terkaya di dunia asal Amerika Serikat yaitu Warren Buffett. Dia bahkan memiliki koleksi buku Warren Buffett sebanyak 40 buku lebih dan telah dia baca  secara berulang-ulang.

Karir membaik, namun tetap hidup hemat

Semenjak LKH berpindah tempat kerja sebagai staff pemasaran di Bank Ekonomi, dia mendapatkan kenaikan gaji yang cukup signifikan, di mana sebelumnya gajinya berkisar Rp350.000 per bulan menjadi Rp1.050.000 per bulan. Kenaikan gaji ini tidak lantas membuatnya menaikan gaya hidupnya, dia tetap hidup hemat dan rutin menyisihkan uang untuk membeli saham. Setelah 17 tahun dia bekerja, akhirnya dia memutuskan untuk berhenti dan fokus menjadi investor saham. Keputusan ini diambil karena dia telah berhasil mendapatkan keuntungan yang lumayan banyak dari hasil investasi saham. Dia berani menginvestasikan 85 persen kekayaannya untuk diinvestasikan di saham dan menyisakan 15 persen untuk keperluan mendadak.

Mencapai kebebasan finansial

Menjadi orang yang bebas finansial, begitulah Lo Kheng Hong menggambarkan kondisi kehidupannya saat ini. Sebagai orang yang bebas secara finansial, ada 5 hal yang tidak dimiliki Lo Kheng Hong namun dia juga tidak mempermasalahkan hal tersebut:

  1. Kantor, dia sudah tidak perlu datang ke kantor untuk bekerja dan mendapatkan uang.

  2. Pelanggan, dia sudah tidak perlu mencari pelanggan untuk mendapat komisi atas apapun.

  3. Karyawan, dia tidak perlu mencari karyawan karena bahkan tidak punya kantor. Lo Kheng Hong mengatakan bahwa dia hanya mempunyai seorang supir dan dua pembantu rumah tangga.

  4. Bos (Atasan). Karena tidak bekerja, dia juga tidak punya Bos.

  5. Utang. Seluruh aset yang dia masukkan pada portofolionya sama sekali bebas dari utang.

Bagaimana cara Lo Kheng Hong memilih saham untuk investasi?

Sebagai seorang investor, kesabaran dalam memegang saham adalah sebuah keharusan menurut LKH. Dia bahkan bisa menahan sebuah saham sampai bertahun-tahun, dan karenanya dia menyarankan untuk tidak menggunakan uang hasil pinjaman atau uang untuk keperluan sehari-hari untuk membeli saham. Membeli saham yang "salah harga" adalah gaya investasi LKH, apa maksudnya? Berikut kriteria saham yang salah harga menurut LKH.

*1 Perusahaan dikelola manajemen yang baik

Kriteria pertama adalah dari segi manajemen perusahaan, perusahaan haruslah dikelola oleh orang yang jujur, profesional, dan dikagumi. Memilih manajemen sama halnya memilih orang pemerintahan, harus bersih dari korupsi dan tindak pidana hukum lainnya. Hal ini sangatlah penting menurut Lo Kheng Hong karena berhubungan dengan kelangsungan bisnis perusahaan. Baik tidaknya tata kelola perusahaan bisa dilihat dari analisa GCG (Good Corporate Governance).

*2 Prospek perusahaan cerah

Investor harus memperhatikan bisnis perusahaannya, apakah perusahaan tersebut prospeknya bagus dalam arti mampu mempertahankan kinerjanya di masa depan. Hal ini bisa dilihat secara historis dalam 5-10 tahun ke belakang.

*3 Perusahaan labanya besar dan memiliki NPM dan ROE yang tinggi

NPM (Net Profit margin) adalah rasio untuk mengukur tingkat margin perusahaan. semakin tinggi tingkat margin maka semakin bagus perusahaan tersebut. Sedangkan ROE (Return on Equity) mengukur tingkat pengembalian yang dihasilkan dari penggunaan ekuitas perusahaan, semakin tinggi ROE maka perusahaan tersebut semakin bagus karena memiliki tingkat profitabilitas yang tinggi. Untuk memilih saham yang terbagus, kamu bisa membandingkannya dengan perusahaan lain dalam industri bisnis yang sama.

Kamu bisa membandingkan rasio-rasio perusahaan menggunakan fitur Comparison dari Stockbit Pro secara mudah.

Baca : Mengenal Fitur Comparison dari Stockbit Pro 

*4 Laba terus bertumbuh

Selain labanya tinggi, kriteria saham yang LKH pilih adalah laba yang terus bertumbuh dari tahun ke tahun. Pertumbuhan laba yang konsisten menandakan bahwa saham tersebut memiliki prospek dan daya saing di masa depan.

"Kalau kita membeli saham perusahaan yang untung besar dan labanya bertumbuh, kita seperti memiliki mesin pencetak uang" Ungkap LKH.

*5 Valuasi PER dan PBV rendah

Tidak perlu terlalu ribet, LKH dalam menilai valuasi suatu saham menggunakan pendekatan PER dan PBV. Cari perusahaan yang memiliki PER di bawah 5X, PER 10X sebenarnya sudah cukup murah menurut LKH. Sementara dari sisi PBV LKH mencari saham dengan PBV di bawah 1X, karena saham yang diperdagangkan pada PBV di atas 1X berarti sahamnya dihargai di atas nilai kekayaan perusahaan.

Selain itu, LKH juga membandingkan PER dan PBV dengan Industri, tujuannya adalah mencari saham dengan PER dan PBV di bawah Industri.

Kamu bisa menilai saham berdasarkan PER dan PBV dengan mudah melalui fitur Fundachart Stockbit.

Baca juga: Mengenal Fitur Fundachart dari Stockbit

Satu lagi kebiasaan yang selalu LKH lakukan setiap hari adalah selalu up to date dengan berita-berita ekonomi maupun emiten dengan cara membaca koran, surat kabar, ataupun majalah. Hal ini dilakukan tidak lain adalah untuk memperkaya diri dengan informasi sehingga dapat berguna untuk keputusan investasinya.

Tertarik untuk mulai investasi saham agar bisa seperti Lo Kheng Hong? Sekarang kamu bisa berdiskusi, melakukan analisa dan berinvestasi saham dalam satu aplikasi, sehingga proses investasi saham kamu menjadi lebih praktis dan mudah.