Stockbit Predictions: Challenge Your Predictions Skill by Dedi Utomo

targetprice 1.0.gif

Stockbit Predictions adalah fitur terbaru Stockbit yang menantang kemampuanmu dalam memprediksi dan menghitung valuasi harga saham.

Melalui fitur ini, kamu bisa memposting di stream prediksi kamu tentang pergerakan harga suatu saham, apakah saham tersebut akan naik atau turun dalam jangka waktu tertentu. Jika prediksi yang telah kamu buat ternyata benar, maka reputasi kamu di Stockbit akan bertambah. Semakin besar persentase target harga yang kamu tetapkan, semakin besar pula jumlah reputasi yang akan kamu peroleh jika target tersebut tercapai.

tenor (4).gif

Manfaatkan fitur ini untuk menguji kemampuan kamu dalam memprediksi dan melakukan valuasi harga saham, tingkatkan reputasi di Stockbit dan tunjukkan kepada investor lain kemampuan kamu dalam memprediksi harga saham. 

Pertaruhkan reputasi kamu
Berikan rekomendasi target price untuk saham pilihan kamu

Stockbit Predictions (Set Target Price) tersedia di Web, mobile app Andoid dan iOS

Pelajari Stockbit Predictions

4 Hal yang Harus Kamu Lakukan Jika Harga Saham Milikmu Turun by Hilmawan Kusumajaya

Dalam berinvestasi saham tentu kita berharap harga saham yang kamu miliki agar terus naik. Tapi dalam realita harga saham tidak selalu naik, ada masa dimana harga saham kamu akan turun dan turun. Ingat investasi saham itu berisiko, salah satu risiko adalah capital loss. Capital loss terjadi pada saat harga saham kamu turun lalu kamu menjual saham tersebut dalam posisi rugi.

Bank BRI ($BBRI) selama periode 2007-2016 ada 3 kali harga sahamnya turun lebih dari 20%. Tapi pada periode yang sama, harga saham $BBRI masih naik 349% atau CAGR 16%. 

Bank BRI BBRI

Lalu apa saja yang harus kamu lakukan pada saat harga saham milikmu turun?

1. Jangan panik

Hal yang paling penting ketika harga saham milikmu turun adalah jangan panik, jangan buru-buru membeli lebih banyak lagi dan juga jangan buru-buru menjual. Agar kita bisa tidak panik, dari awal uang yang di investasikan ke saham adalah uang yang bisa kamu sisihkan dari penghasilan. Jangan menginvestasikan semua uang kamu di dalam saham. Usahakan juga untuk melakukan diversifikasi saham berbagai sektor.

2. Review lagi perusahaannya

Sebelum mengambil keputusan membeli lagi atau menjual saham milikmu, review kembali perusahaannya. Apakah semuanya masih sesuai dengan analisa awalmu atau ada sesuatu yang berubah? Apakah perubahan itu sangat berpengaruh ke perusahaan itu? Jika memang terjadi perubahan yang vital seperti operasional perusahaan terhenti atau perusahaan gagal membayar utang mungkin lebih baik untuk menjual saham perusahaan tersebut.

3. Minta pendapat orang lain

Kamu juga bisa meminta pendapat orang lain, orang yang lebih berpengalaman, karena mungkin kamu melewatkan sesuatu. Dengan Stockbit kamu bisa langsung bertanya ke investor-investor yang lebih berpengalaman.

 

4. Beli lagi

Ketika kamu sudah mereview lagi perusahaan dan meminta pendapat orang lain semua menunjukan bahwa saham perusahaan tersebut masih baik, maka saat harga saham turun adalah saat yang baik untuk menambah kepemilikan atas saham tersebut apalagi jika kamu berinvestasi saham untuk jangka panjang.

Investasi

Join Stockbit sekarang dan kamu bisa berdiskusi dengan investor berpengalaman.

Stockbit Insider : Pantau Aktivitas Investor Besar di Pasar Modal by Dedi Utomo

Stockbit Insider adalah fitur di Stockbit untuk melihat transaksi yang dilakukan oleh pemegang saham mayoritas (lebih dari 5%) pada suatu emiten setiap harinya. Selain itu di Stockbit Insider kamu juga bisa tau kepemilikan dan aktifitas dari "whale" atau investor saham dengan modal besar, baik itu individu atau institusi.

Stockbit Insider Saham

Stockbit Insider tersedia pada Stockbit Web juga mobile app Stockbit di Android dan iOS.

Liat contoh Stockbit Insider dengan klik tombol di bawah.

Belajar Saham Dengan William Hartanto, Trader Saham & Penulis Buku The Tao of Bandarmology by Hilmawan Kusumajaya

William Hartanto (Stockbit Username: @WH1245) mulai mendalami pasar saham sejak di bangku sekolah. Meskipun masih muda, William sendiri sudah menerbitkan dua buku, "Mahasiswa Investor" dan "The Tao of Bandarmology". Selain itu William juga mendirikan WH-Project yang memberikan ulasan terkait trading dan investasi saham

Analisa Saham

Ini recap dari Stockbit Sharing Session episode 2 dengan William Hartanto. 

A. Apa ciri-ciri dari "bandar"? Tindakan apa yang dilakukan dan berapa dana yang diperlukan untuk menjadi "bandar" di pasar saham? - mocha88

Sebelumnya kita harus tahu bahwa bandar bukanlah pelaku pasar dalam golongan tertentu, bandar pada dasarnya adalah sama dengan kita, sama-sama pelaku di pasar saham dengan perbedaan utama hanya pada kemampuan mereka memanipulasi pergerakan harga saham sehingga disebut sebagai bandar. Dalam hal ini tentu saja tindakan akumulasi/distribusi yang dilakukan pada saham tertentu sampai mengalami trend yang sebelumnya tidak terindikasi adalah aktivitas mereka yang disebut bandar.  

Dalam hal dana, tidak ada aturan baku mengenai berapa dana yang harus disediakan untuk dapat disebut bandar saham. Kembali pada likuiditas sahamnya, jika likuiditasnya rendah maka dana sekitar 100 juta pun sebenarnya sudah cukup untuk "membandari" saham tersebut. Jadi, kita simpulkan di sini bahwa kemampuan seseorang menjadi bandar pada suatu saham juga bergantung pada likuiditas sahamnya.  

Dasar dari aktivitas bandarmology sendiri adalah tidak lepas dari keperluan sang bandar dalam mencari profit dengan melibatkan partisipasi ritel. Dan hal ini biasanya dilakukan setelah bandar selesai melakukan akumulasi.  

Mengenai ciri-ciri bandar, terlihat dari aktivitasnya di pasar, kita tidak melihat dari broker apa yang digunakan, namun aktivitasnya. Karena seorang bandar bisa saja menggunakan beberapa broker sekaligus untuk menggerakkan satu saham dan biasanya jumlah broker yang digunakan ada 5 s/d 10 broker. 

B. Bagaimana cara mengetahui pergerakan dan sasaran emiten yang akan digerakan oleh bandar lebih dini? Biasanya bandar akan keluar dari suatu saham dikisaran berapa hari atau berapa persen dari harga suatu saham? - TeguhJaya

Sasaran emiten bandar tentunya adalah pada saham-saham yang tidak dimiinati oleh ritel. Yang ritel anggap tidak bernilai/berprospek itulah yang bandar suka, sedangkan mengenai kapan akan dinaikkan tidak akan ketahuan kecuali bandar sudah selesai akumulasi.  

Tentunya bandar akan mencari profit sebesar-besarnya, profit 100% pun bagi mereka masih kurang sampai mereka distribusi baru dikatakan tren selesai. 

C. Untuk anak kuliahan dengan modal 10 juta enaknya main long term apa short term? Kalo misal long term bagusnya menargetkan emiten apa? blue chip? Kurun waktu long term yang sehat itu berapa bulan? Mengingat ihsg yang selalu merah akhir-akhir ini, bagaimana cara jeli melihat permainan bandar supaya tidak terciduk? - andyboa

Kalau sambil kuliah sebaiknya long term agar tidak mengganggu kuliahnya. Mostly blue chips atau at least 2nd liner, agar lebih tenang jika harus meninggalkan portofolionya beberapa waktu. Long term yang sehat untuk trading adalah 6 bulan (tercepat).  

Perhatikan running trade, hindari saham yang aktif muncul dengan lot hanya 1 sampai 20 lot per transaksinya. 

D. Saya pemula, bagaimana cara belajar teknikal yang benar? - mariohutabarat

Bisa baca-baca di situs candlesticker, atau stockcharts. Sangat membantu untuk pemula yang baru belajar teknikal namun bahasanya pakai bahasa Inggris. 

E. Gimana cara kita screening saham yang sedang diakumulasi bandar? - YC2V

Pakai bandar detector Stockbit, bisa terlihat jika ada akumulasi atau distribusi pada hari tersebut. Keterangannya Normal accum, big accum, small accum sangat menjelaskan kondisi perdagangan pada hari itu. 

F. Untuk pemula seperti saya sebaiknya menggunakan analisa teknikal apa yang mudah digunakan dan cukup baik keakuratannya. Lebih baik mana untuk pemula apakah lagging atau leading indicator? - MikeD

Pemula bisa mulai dengan menggunakan indikator MA, gunakan period 5 dan 20.  
Lebih baik leading indicator agar lebih mudah. 

Full transcipt dari Stockbit Sharing Session episode 2 dengan @WH1245 bisa dibaca DI SINI.  

Jika masih ada yang ingin bertanya, bisa langsung follow @WH1245 dan mention di Stockbit.

Join Stockbit Sekarang Untuk Ikutan Event-Event Menarik Seperti Ini


Semoga Stockbit Sharing Session ini bermanfaat bagi teman-teman semua, silahkan share dan like artikel ini jika teman-teman suka. Jika ada rekomendasi user Stockbit lain yang ingin dijadikan narasumber dalam Stockbit Sharing Session silahkan comment di artikel ini atau mention ke saya @mawan13 di Stockbit.

8 Tips Memilih Sekuritas (Broker Saham) Terbaik by Hilmawan Kusumajaya

                                                   Credits: https://www.pexels.com/

                                                 Credits: https://www.pexels.com/

Post ini adalah guest post dari tim @BigAlphaID

Salah satu pertanyaan yang paling sering tim BigAlpha dapatkan adalah bagaimana memilih perusahaan sekuritas terbaik. Banyak investor pasar saham pemula berpikir bahwa proses pembelian saham masih seperti di film-film, di mana prosesnya masih sangat manual dan membingungkan.

Padahal pada kenyataannya, membuka akun di broker saham sudah sangat mudah dan profesional. Memilih broker jaman sekarang, sama halnya seperti memilih bank untuk menyimpan uang, alternatifnya ada banyak dan menawarkan jasa yang sejenis.

Namun begitu, tim BigAlpha telah merangkum hal-hal apa saja yang harus dipertimbangkan dalam memilih broker (perusahaan sekuritas) dalam membuka rekening saham.

1. Pastikan berijin dan legal.

Ini adalah persyaratan pertama yang harus dipenuhi. Untuk menghindari kita berinvestasi melalui broker abal-abal, persyaratan legalitas haruslah dipenuhi. Ijin dari BEI atau Bappepam-LK harus sudah didapat.

Di website resmi IDX, telah terdapat daftar perusahaan sekuritas yang terdaftar di BEI dan sudah memiliki ijin resmi untuk beroperasi.

Jadi tidak bakalan ada istilah ‘ditipu broker’ seperti banyak yang orang awam takutkan.

Nabung Saham Online

2. Komisi (fee transaksi) setiap transaksi saham

Yang membedakan antara satu broker dengan broker yang lain adalah fee transaksi. Sebagai salah satu sumber penerimaan mereka, perusahaan sekuritas akan mengenakan fee transaksi kepada setiap transaksi jual dan transaksi beli yang kita lakukan.

Rata-rata, fee transaksi untuk pembelian saham berkisar antara 0.1% hingga 0.3%. Dan fee transaksi jual antara 0.2% hingga 0.4%. Semakin kecil fee transaksi, tentu akan semakin menguntungkan investor.

3. Bunga

Ini juga menjadi salah satu pertimbangan bagi investor yang ingin melakukan margin trading. Perusahaan sekuritas biasanya akan mengenakan bunga terhadap jumlah uang yang dipinjam dari perusahaan sekuritas. Dan besaran bunga antar perusahaan sekuritas bisa berbeda-beda, maka pilihlah sekuritas yang menawarkan bunga terendah.

4. Riset

Fitur yang tidak kalah penting dari sebuah perusahaan adalah riset yang mereka keluarkan. Sebelum membuka rekening saham, pastikan bahwa broker anda rutin menerbitkan riset mengenai pasar saham Indonesia. Riset ini bisa membantu anda untuk memilih saham hingga sekadar mengetahui perkembangan pasar pada saat ini.

5. Fasilitas

Pastikan juga apakah anda mendapatkan fasilitas lain diluar rekening anda. Sebagai contoh, apakah perusahaan sekuritas ini rutin mengadakan gathering atau kelas investasi untuk para nasabahnya? Hal-hal seperti itu tentu saja menambah kenyamanan anda dalam memilih broker.

6. Customer service

Tentu saja dalam bertransaksi kita tidak ingin terjadi hal-hal diluar keinginan, tapi bila itu terjadi, pastikan anda memilih customer service yang responsif untuk membantu menyelesaikan masalah anda.

Apakah deposit yang anda lakukan belum masuk? Customer service yang cekatan akan sangat membantu dalam situasi-situasi seperti itu.

7. Kemudahan bertransaksi

Transaksi saham jaman sekarang sudah bisa melalui applikasi yang saat ini marak dikenal dengan istilah online trading. Pastikan kalau perusahaan sekuritas anda sudah mendukung hal ini. Dengan adanya fitur online trading system seperti ini, proses jual-beli saham bisa dilakukan langsung di gadget anda tanpa harus menelpon broker anda seperti film jaman dulu.

8. Apps & Support

Jika sekuritas anda sudah mendukung online trading, maka hal yang tidak kalah penting adalah applikasi yang digunakan. Karena kami dari BigAlpha pernah menemukan applikasi yang tidak user friendly alias susah digunakan.

Layout yang jelek, saldo yang tidak terlihat, pemilihan font hingga warna yang mencolok mata pasti mengurangi kenyamanan anda. Beberapa pertanyaan lain menyangkut aplikasi yang harus bisa dijawab adalah:

Apakah aplikasi tersedia dalam semua platform? Windows, Android, OS?

Apakah user interface (UI) dari aplikasi tersebut sudah nyaman digunakan?

Apakah aplikasi ini rutin di-update untuk menjamin kelancaran dan kenyamanan bertransaksi?

***

Jadi begitulah, delapan tips dalam memilih perusahaan sekuritas versi BigAlpha. Jadi, kalian udah punya akun sekuritas belum?

---

Big Alpha Indonesia adalah research firm yang mengkhususkan diri untuk menemukan saham-saham undervalue di bursa, sekaligus praktisi edukasi pasar saham untuk investor pemula.

Web: bigalpha.id

Channel Telegram: t.me/bigalphaid

Kamu bisa berinteraksi dengan tim @BigAlphaID di Stockbit.

---

Kamu juga bisa buka rekening saham di Stockbit yang bekerja sama dengan Sinarmas Sekuritas. 

Baca: Stockbit Real Trading: A New Way to Invest

 

5 Tips Cerdas Investasi Saham Untuk Investor Pemula by Hilmawan Kusumajaya

Investasi saham itu mudah-mudah susah, sebagai investor pemula kamu perlu banyak membaca dan belajar agar investasi saham kamu memberikan hasil yang memuaskan.

 Berikut tips-tips yang bisa kamu lakukan dalam berinvestasi saham:

1. Mulai kecil-kecilan

Sama seperti belajar berenang, kamu ga langsung nyemplung ke kolam yang dalam kan? Investasi saham juga mulai dari kecil dulu, semakin kamu belajar dan semakin kamu yakin dengan strategi dan perusahaan yang kamu investasikan, kamu mulai meningkatkan jumlah uang yang kamu investasikan. Ga perlu besar-besar, cukup mulai dari 100 ribu rupiah aja setiap bulan.

2. Rutin membeli saham

Meskipun jumlahnya kecil, tapi kamu harus rutin dalam membeli saham, istilah kerennya nabung saham. Tahun pertama setiap bulan 100 ribu rupiah, lalu tahun berikutnya naik menjadi 200 ribu rupiah dan seterusnya. Selain dengan rutin membeli saham setiap bulan, kamu juga bisa menerapkan prinsip Dollar Cost Averaging.

Baca: Metode Sederhana Berinvestasi dengan Nabung Saham

3. Manfaatkan "The Power of Compounding"

Percaya ga hanya dengan investasi 500 ribu rupiah per bulan dan imbal hasil 15% per tahun kamu bisa punya 3.5 Milyar rupiah dalam 30 tahun? Padahal total uang yang kamu investasikan cuma 180 juta. Itulah kekuatan Compound Interest.

4. Beli saham perusahaan yang kamu tahu

Ga perlu pusing mencari perusahaan yang bagus untuk kamu berinvestasi, cukup cari perusahaan yang produknya kamu tau lalu kamu yakin produk perusahaan ini tetap akan digunakan sampai 10 atau 30 tahun lagi. Lalu kamu secara reguler review kondisi keuangannya setiap 3 bulan, 6 bulan atau 1 tahun. Setelah kamu yakin ini perusahaan yang bagus, kamu rutin deh membeli saham perusahaan ini setiap bulannya.

5. Belajar saham dulu di virtual account

Masih ragu-ragu? Kamu bisa coba mulai investasi dengan virtual account. Salah satunya kamu bisa belajar di Virtual Trading Stockbit. Bedanya dengan investasi saham sungguhan, Virtual Trading Stockbit menggunakan uang virtual. Kamu akan diberikan modal virtual sebesar Rp 100 juta untuk kamu investasikan di saham pilihan kamu. 

Pengen cobain Virtual Trading Stockbit? Kamu bisa baca Panduan Virtual Trading Stockbit

Yuk gabung Stockbit sekarang untuk mulai perjalanan investasi kamu. #MulaiDariStockbit

tenor (13).gif

6 Tips Mengelola Keuangan dengan Investasi by Dedi Utomo

 Credits: https://www.pexels.com/

Credits: https://www.pexels.com/

Mengelola keuangan dengan baik? gimana caranya?

Kamu tentu pernah menemukan orang yang memiliki  karir yang cemerlang saat usia muda, akan tetapi saat memasuki usia tua justru tidak sejahtera. Kondisi ini sering terjadi pada orang yang tidak paham cara mengelola keuangan dan melakukan investasi sejak dini. Jika sudah demikian, jika harus menghadapi  permasalahan keuangan saat di usia tua nanti dan ini merupakan konsekuensi yang cukup serius. Buat kamu yang masih muda, pahami cara mengelola uang yang baik sejak dini.

Berikut ini tips pengelolaan keuangan yang baik agar kamu punya penghasilan cukup di hari tua:

  1. Tentukan tujuan keuangan yang jelas

    Langkah awal untuk memulai pengelolaan keuangan yang baik adalah dengan menentukan tujuan jangka panjang (10-20 tahun) secara jelas, agar memberikan motivasi yang kuat di dalam diri untuk menerapkan kebiasaan yang baik tentang mengelola keuangan. Motivasi tersebut akan memberikan semangat untuk mendapatkan hidup yang sejahtera di masa mendatang. Dengan membuat tujuan akan memberikan arah yang jelas untuk masa depanmu.

  2. Mulai alokasi dana berdasarkan prioritas

    Mulai membuat daftar alokasi keuangan yang jelas berdasarkan prioritas, prioritaskan terhadap kebutuhan kamu bukan keinginan, sehingga alokasi dana kebutuhan akan lebih efektif. Alokasi ini tidak perlu terlalu muluk-muluk sehingga justru malah tidak bisa dicapai. Alokasi ini sangat penting dan harus dilakukan dengan teliti, shingga semua kebutuhan akan terpenuhi dengan baik.

  3. Kurangi kebiasaan konsumtif

    Kurangi kebiasaan konsumtif dengan memprioritaskan pada kebutuhan bukan keinginan, seperti yang penulis jelaskan di point sebelumnya. Mengurangi kebiasaan konsumtif berarti mengurangi unsur pengeluaran yang sbenarnya tidak terlalu penting dan tidak terlalu kamu butuhkan. Dengan mengurangi kebiasaan ini, kamu telah menghemat uang kamu untuk keperluan yang lebih produktif.

  4. Alokasikan dana untuk investasi secara rutin

    Dengan mengurangi kebiasaan konsumtif, kamu akan memiliki cukup dana untuk ditabung atau di investasikan ke aset keuangan seperti deposito, reksadana, saham, maupun aset real seperti properti. Dari pilihan aset keuangan ini, saham adalah salah satu pilihan investasi yang punya potensi keuntungan yang menarik untuk jangka panjang. Investasi saham selain memberikan potensi keuntungkan yang cukup menjanjikan juga mudah untuk dilakukan karena pembukaan akun saham bisa dilakukan secara online. Buka rekening saham online di Stockbit.

    Cukup dengan modal gadget atau komputer yang terkoneksi dengan internet, kamu sudah bisa melakukan investasi saham. Saham merupakan instrumen investasi yang cocok untuk jangka panjang, sehingga manfaatnya juga baru bisa dirasakan dalam jangka panjang.

    Metode sederhana untuk berinvestasi saham sebagai langkah jitu mengelola keuangan adalah dengan membeli saham secara rutin, bisa mingguan atau bulanan. Untuk memilih saham, kamu bisa mulai dengan membeli saham-saham perusahaan ternama yang kamu kenal dulu, karena probabilitas memperoleh keuntungan dari saham ini juga cukup besar dalam jangka panjang. Jangan melakukan day trading agar tidak memberikan pressure (tekanan) terhadap psikologi kamu, karena memang karakteristik harga saham yang cenderung bergerak volatile dalam jangka pendek. Niatkan semata-mata untuk manfaat jangka panjang. Selengkapnya Tips investasi saham dengan cara menabung

  5. Lakukan dengan disiplin

    Kunci utama keberhasilan mengelola keuangan adalah disiplin. Kamu harus disiplin dan teratur dalam mengelola keuangan. Jika tidak maka kamu akan di luar kontrol. Tetapkan prioritas. Dengan begitu, tujuan keuangan menjadi lebih fokus, sehingga kita bisa lebih disiplin dan ketat dalam memenuhi prioritas keuangan tersebut.

  6. Upayakan sedini mungkin

    Jangan menunda-nunda lagi untuk mulai menerapkan pengelolaan keuangan yang baik, lebih cepat dimulai lebih banyak manfaat yang akan kamu dapat di masa depan.
     

    Yuk kita mulai melakukan mengelola keuangan yang baik sejak dini. 

Untuk pembukaan rekening saham, kamu bisa buka rekening saham di Stockbit. Apa keuntungannya? Silahkan baca di sini Stockbit Real Trading: Cara Baru Investasi Saham Online

Pilih Mana? Nabung Di Deposito atau Nabung Saham BRI? by Dedi Utomo

Nabung deposito BRI atau nabung saham BRI

Siapa yang tidak kenal Bank BRI, bank besar milik pemerintah Indonesia ini dikenal sebagai bank yang merakyat. Karena mudah ditemui di seluruh pelosok negeri. Bank Bank Rakyat Indonesia mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan, berbagai dinamika, serta melewati berbagai masa. Tidak heran jika bank ini selalu menjadi pioner dengan memberikan pelayanan ke seluruh wilayah nusantara. Dengan fokus melayani nasabah UMKM, bank rakyat ini telah mendukung kebijakan pemerintah dalam pemberdayaan UMKM.


Dari segi nama, tak diragukan lagi bank ini, memiliki reputasi yang bagus diantara bank-bank lainnya. Banyak sekali produk perbankan yang ditawarkan untuk masyarakat Indonesia demi mendukung kemajuan bangsa.  

Tidak hanya nabung di deposito, kamu  bisa menikmati keuntungan melalui Bank Rakyat Indonesia dengan cara nabung saham. Simak perbandingan menyimpan uang di deposito dan Investasi saham BRI berikut:

bunga deposito.png

Suku bunga deposito berada pada rentang 4-6 persen per tahunnya, rata-rata dalam 10 tahun terakhir di kisaran 4,6% net. Dengan asumsi kamu memiliki uang 10 juta sekarang, maka 10 tahun ke depan uang kamu hanya akan tumbuh menjadi Rp 15.678.945,31. Namun bagaimana jika kita bandingkan dengan membeli sahamnya?

Saham BBRI saat ini diperdagangkan di harga Rp 3.170, artinya dengan uang Rp 317.000 kamu bisa membeli 1 lot saham BBRI. Dengan asumsi kamu mempunyai uang 10 juta, maka kamu dapat membeli 31 lot saham BBRI.

Tahukah kamu bahwa dalam 10 tahun terakhir, rata-rata saham Bank BRI mengalami kenaikan harga 18,51% per tahunnya belum termasuk dividen. Jika kamu berinvestasi 31 lot pada harga Rp 3.170 atau Rp 9.827.000, maka uang kamu dalam 10 tahun berpotensi menjadi Rp 53.699.585.97 secara compounded (menginvestasikan kembali return yang diperoleh per tahunnya) dan ini belum termasuk dividen. Ini adalah enaknya berinvestasi di saham, di mana kamu bisa melipat gandakan tingkat keuntunganmu dengan menggunakan kekuatan compound return.

BBRI.png

Nabung saham BRI memberikan selisih keuntungan Rp 38.020.640 dibanding menabung di deposito. Dengan kata lain investasi saham BRI bisa memberikan potensi keuntungan yang jauh lebih tinggi dibanding deposito.

Jadi tunggu apa lagi? Semakin cepat kamu mulai berinvestasi, semakin besar potensi keuntungan yang akan kamu peroleh di masa depan.

Mulai Investasi Sekarang!!!

tenor.gif